One Night Love Devil

One Night Love Devil
Aku Ingin Bicara Sesuatu


__ADS_3

Dengan ekspresi tidak sabar, suamiku mengemudikan sendiri mobilnya pulang menuju villa. Di dalam mobil ini kami hanya berdua saja, sementara si kembar bersama para pengasuh dan yang lainnya pulang menggunakan mobil lain.


Sesekali dia mencium punggung tanganku dan menggenggamnya erat saat mobil tengah melaju.


"Yang fokus menyetirnya," ucapku, dan dia hanya menanggapinya dengan senyuman sambil sesekali melirikku.


Tidak butuh waktu lama kami sudah sampai di villa. Jika tadinya kami membutuhkan waktu 20 menit untuk bisa sampai di taman, sekarang hanya butuh waktu lebih singkat dari itu untuk bisa sampai di villa.


Sebelum turun dari mobil, dia kembali meman*ut bi*birku. Ck, benar-benar tidak sabaran. Mungkin gara-gara sudah berpuasa selama hampir setengah tahun.


"Sabar dulu," ucapku seraya mendorong dadanya agar sedikit menjauh dariku.


Dia terkekeh. "Aku sudah tidak tahan lagi Sayang. Aku sangat merindukanmu. Akhirnya aku bisa lagi menyentuhmu seperti ini."


Dari ekspresi wajahnya aku bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini dia benar-benar sangat menginginkanku. Melihat hal itu kenapa aku malah merasa geli sendiri. Aneh.


Begitu sama-sama turun dari mobil, suamiku langsung menggenggam tanganku masuk ke dalam villa. Dengan langkah setengah berlari dia menarik tanganku masuk ke dalam lift. Dia benar-benar sudah tidak sabar ingin segera sampai di kamar.


"Daddy, kalau anak-anak rewel bagaimana?" tanyaku. Saat ini kami sudah berada di dalam lift menuju kamar di lantai dua.


"Tenang saja Sayang, mereka pasti bisa mengerti kalau Mommy dan Daddy mereka butuh waktu untuk berdua saja saat ini," jawabnya, lalu dengan gerakan cepat dia kembali mema**** bi*birku dengan b***.


Ting. Pintu lift kembali terbuka. Sekarang kami sudah sampai di kamar.


Tanpa melepaskan pangutannya, serta tangannya yang sudah mulai bergerilya ke sana ke mari, dia menuntunku berjalan menuju tempat tidur. Sementara aku merasa kewalahan mengimbangi aksi liarnya itu.


Begitu sampai di atas temp4t tidur, dia membantuku melepaskan semuanya. Setelah itu, dia mele*askan pakaiannya sendiri.


...(Skip skip skip🤧)...

__ADS_1


.


.


Hanya butuh waktu 15 menit saja untuk menyelesaikan permainan kali ini. Tidak perlu berlama-lama, yang penting sudah sama-sama terpuaskan. Takut anak-anak tiba-tiba rewel sebelum acara pernyatuan selesai.


Sebelum beranjak masuk ke dalam kamar mandi, aku terlebih dahulu menghubungi suster Lili. Aku ingin menanyakan mengenai keadaan si kembar. Apakah mereka berdua tidak rewel.


"Tidak, Nona. Tuan Muda Kecil dan Nona Muda Kecil tidak rewel. Saat ini mereka sedang bermain bersama kami di taman belakang," jawabnya.


"Kalian sedang berada di taman belakang?" tanyaku, ingin memastikan bahwa aku tidak salah dengar.


"Iya benar, Nona."


Mengetahui bahwa mereka ada di taman belakang, aku pun segera menyibak gorden dan mengintip mereka melalui jendela kamar.


Aku tersenyum saat melihat kedua anakku sedang bermain bersama kedua babysitter mereka, ibu dan bi nining yang memangku keduanya.


"Coba kamu lihat sendiri," jawabku.


Begitu ikut mengintip, suamiku juga ikut tersenyum. "Sepertinya anak-anak sangat pengertian pada kita. Begitu pula dengan keempat orang dewasa itu."


Tiba-tiba saja suamiku menarik pergelangan tanganku.


"Ada apa?" tanyaku.


"Ayo kita lanjutkan lagi di kamar mandi, biar hemat waktu," jawabnya sambil tersenyum.


"Dasar mesyum. Kenapa otakmu isinya hanya tentang hal begituan saja?" Aku berkata seraya memukul dada bidangnya dengan pelan. Sementara itu, dia hanya menanggapi ucapanku dengan tawanya, lalu menggendongku masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


.


.


Kurang lebih satu jam kemudian.


Kami akhirnya sudah selesai dengan aktifitas kami di kamar mandi. Saat ini aku tengah duduk di depan lemari riasku sambil mengeringkan rambutku menggunakan hair dryer. Sementara suamiku duduk di dekatku menggunakan kursi yang berbeda. Sepertinya setelah kami baikan, dia tidak mau jauh-jauh lagi dariku.


"Daddy, kenapa setelah kamu pulang dari luar negeri, kamu tidak pernah pergi lagi ke kantor?" tanyaku penasaran.


Semenjak dia kembali setelah pergi selama berbulan-bulan, dia lebih banyak menghabiskan waktunya di villa bersama si kembar. Tidak pernah sekali pun aku melihatnya berangkat ke kantor.


Sebelum menjawab, dia terlebih dahulu memutar kursiku agar aku menghadap ke arahnya.


"Kenapa Sayang? Apa kamu tidak suka jika aku terus-terusan berada di rumah, hm?" tanyanya.


"Tidak, bukan begitu. Aku hanya penasaran saja, jadi aku bertanya," jawabku.


Dia terdiam sejenak sambil menatapku dengan lekat.


"Sayang, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Dan sebenarnya hal ini ingin aku katakan saat aku baru pertama kali pulang waktu itu, tapi sayangnya kamu malah sangat marah padaku, jadi terpaksa aku urungkan. Aku baru akan mengatakannya sekarang karena kamu sudah tidak marah lagi padaku," ungkapnya.


"Apa itu?" tanyaku penasaran.


B e r s a m b u n g ...


..._____________________________________________...


...Tidak bosan-bosannya aku mempromosikan novel Kaaran (Raniaku, Canduku)🤣 Siapa tahu masih ada pembaca yang belum mampir.🤭...

__ADS_1


...👥 : Bukannya masih ada, tapi yang benar itu sebagian besar pembaca novel ini yang belum mampir ke sana🤧😭...


__ADS_2