
Dia lalu memakan sup itu suap demi suap dengan lahap. Namun saat aku ingin menyuapinya untuk yang kesekian kalinya, tiba-tiba saja dia menangkap pergelangan tanganku.
"Ada apa?" tanyaku. Aku pikir dia sudah kenyang, padahal sup yang tersisa di mangkuk masih sisa setengahnya.
"Maaf," ucapnya, sambil menatapku dengan lekat.
Aku tidak tahu kenapa dia meminta maaf padaku, dan dia meminta maaf atas kesalahannya yang mana, karena selama ini dia sudah terlalu banyak berbuat salah padaku. Jadi aku memilih untuk diam. Aku masih ingin mendengar penjelasan lebih darinya, kenapa dia tiba-tiba meminta maaf padaku.
"Aku minta maaf karena sudah membuatmu menangis tadi sore," ucapnya lagi. Sedangkan aku lebih memilih untuk diam dan tidak menanggapi ucapannya.
Yang tadi sore itu dia benar-benar keterlaluan sekali, sampai-sampai dia membuatku menangis cukup lama.
"Seberapa lama kamu menangis? Matamu sampai bengkak begini." Dia kembali berkata sambil mengusap ujung mataku menggunakan kedua tangannya dengan lembut.
"Bisa tolong lepaskan tanganmu?" tanyaku. "Dan kalau bisa, cepat habiskan sup ini. Aku ingin kembali beristirahat di kamarku."
__ADS_1
Dia sama sekali tidak mengindahkan ucapanku, justru rasanya jemarinya semakin kuat mencengkram kepala bagian belakangku.
"Apa kamu masih marah padaku?" tanyanya, sambil masih menatapku dengan lekat. Sedangkan aku, masih sama seperti sebelumnya, aku lebih memilih untuk diam, karena menurutku, tidak semudah itu bagiku untuk memaafkan kesalahannya.
"Rania, dengarkan aku. Aku sangat ingin menikahimu bukan tanpa sebab. Janin yang sedang kamu kandung itu juga anakku, darah dagingku, Rania. Aku tidak ingin kelak dia kehilangan sosok figur seorang ayah. Kehadiran kita berdua itu sangat penting baginya, Rania. Tidak lengkap jika hanya ada kamu saja, atau pun hanya ada aku saja. Kita berdua harus merawat dan membesarkannya bersama-sama, memberikan kasih sayang orang tua bersama-sama." Sejenak dia menjeda ucapannya sebelum kembali menjelaskan. Dia terus-terusan saja menatapku dengan lekat.
"Rania, apa kamu bisa mengerti maksudku? Kelak, anak kita membutuhkan kita berdua, bukan hanya kamu saja sebagai ibunya. Tapi kelak dia juga akan mencari di mana Papanya. Kenapa Papanya tidak tinggal bersama dirinya dan Mamanya, seperti anak-anak yang lain yang memiliki anggota keluarga lengkap?" Dia terus menjelaskan padaku panjang lebar.
Yang dia katakan memang benar. Aku tahu, bagaimana rasanya kehilangan sosok figur seorang ayah. Aku pernah merasakannya saat ayahku meninggal.
Aku hanya bisa menghembuskan napasku berat. Sejujurnya ini adalah keputusan terberat bagiku. Jika aku memilih untuk menikah dengannya, aku pasti tidak akan hidup bahagia karena kebiasaan buruknya. Tapi jika aku memilih untuk membesarkan anak ini kelak seorang diri, kelak dia kan bersedih saat merasa dirinya berbeda dengan anak-anak yang lain. Anak-anak lain memiliki orang tua lengkap, sedangkan anakku hanya punya seorang ibu saja, tidak ada sosok ayah.
"Rania, aku tidak akan memaksamu untuk memberikan jawabanmu sekarang. Akan tetapi, tolong pikirkan baik-baik ucapanku mulai dari sekarang. Besok, aku akan kembali ke ibukota. 1 Minggu lagi, aku akan kembali lagi ke sini untuk menagih jawabanmu," ucapnya, sambil terus berusaha membujukku.
"Baiklah, aku akan memikirkannya. Tapi tolong, jangan beritahu ibuku dulu mengenai masalah ini. Karena aku belum siap untuk menghadapi amarah dan kekecewaan beliau," pintaku.
__ADS_1
Dia tersenyum hangat sambil masih menatapku. Baru kali ini aku melihatnya tersenyum seperti itu. Seperti bukan Kaaran Dirga yang selama ini aku kenal.
"Baiklah. Aku hanya meminta padamu, tolong tepis egomu sedikit ... saja. Demi anak kita kelak."
Setelah kembali ke kamarku, aku merasa sangat gelisah dan tidak bisa tidur. Ucapannya yang panjang kali lebar kali tinggi itu selalu saja terngiang-ngiang di pikiranku.
Mulai sekarang, aku harus memikirkan jawaban yang tepat. Bukan hanya tentang aku, tapi tentang anak ini juga. Aku tidak boleh egois dan hanya mementingkan perasaanku saja. Sebagai calon orang tua, aku harus lebih mengutamakan kebahagiaan buah hatiku kelak.
B e r s a m b u n g ...
...__________________________________________...
...Jangan lupa dukungannya ya.😉 Selamat berpuasa bagi teman-teman muslim sekalian😊...
...Eh, btw, hari ini aku ulang tahun yang ke-27 loh🤠Gak ada yang mau ngasih ucapan selamat ulang tahun atau ngasih hadiah vote dan poin gitu?🤣🤣ðŸ¤ðŸ˜…✌...
__ADS_1