
Sayang, bangun Sayang. Anak-anak kita membutuhkan kamu. Ayo bangun.
Suara panggilan suamiku terdengar begitu menggema di telingaku, dan seketika aku membuka mata. Awalnya penglihatanku terlihat kabur. Namun setelah aku mengerjap-ngerjapkan mataku beberapa kali, aku akhirnya bisa melihat dengan jelas.
Di mana ini? Aku sekarang ada di mana? Batinku.
Aku merasa sangat kebingungan karena begitu membuka mata yang pertama kali aku lihat adalah ruangan asing yang bercat serba putih. Yang jelas, sekarang aku sedang tidak berada di dalam kamarku.
Aku berusaha untuk bangkit, tapi penglihatanku malah berputar. Alhasil aku hanya bisa menejamkan mataku kembali. Entah mengapa sekarang aku merasa badanku terasa sedikit berat untuk digerakkan, dan aku juga merasakan sakit di area bawah pusarku. Seketika aku teringat sesuatu.
Bayiku?
Refleks kedua tanganku langsung memegangi perutku, pandanganku sekarang sudah beralih ke bawah sana.
Dug. Jantungku seketika berdetak dengan kencang. Kenapa perutku kempes? Seingatku aku belum melahirkan. Kemana sepasang bayi kembar yang selama ini aku kandung? Apa jangan-jangan, aku memang sudah melahirkan, tapi aku lupa? Tapi kalau aku sudah melahirkan, lalu kemana kedua bayiku?
Dengan cepat aku langsung memaksa bangkit dari posisi berbaringku, aku ingin mencari di mana keberadaan mereka. Tapi sayangnya, begitu aku bangun, penglihatanku malah langsung
berputar-putar.
"Akh. Di mana anakku ...?" Aku berkata dengan lirih seraya menutupi wajahku dengan tangan. Sebenarnya kepalaku tidak sakit, hanya saja penglihatanku saja yang berputar. Tidak tahu kenapa.
"Nona, Anda sudah siuman?" Ku dengar suara seorang wanita asing berjalan dengan cepat menghampiriku.
"Nona, Anda baik-baik saja?" tanya wanita itu seraya memegang pundakku.
"Tidak, tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa seperti sedang mengalami vertigo ringan. Begitu aku membuka mata, ruangan ini terlihat berputar-putar," jawabku sambil masih memejamkan mataku erat-erat. Untuk saat ini aku tidak berani lagi membuka mataku.
"Ya sudah, kalau begitu Anda kembali berbaring lagi Nona. Hal seperti itu memang wajar terjadi pada pasien yang baru saja siuman sehabis operasi. Apalagi Anda baru siuman setelah menjalani operasi caesar 2 hari yang lalu." Wanita itu berkata seraya membantuku untuk berbaring kembali.
"Operasi caesar? 2 Hari yang lalu?" tanyaku masih belum mengerti. Saat ini aku seperti orang linglung, bahkan operasi caesar pun aku bingung apa artinya.
__ADS_1
"Iya Nona, Anda sudah melahirkan sejak 2 hari yang lalu dengan cara dioperasi."
Ah, iya. Aku baru ingat artinya. Operasi caesar merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan bayi dari dalam perut.
"Apakah kamu suster?" tanyaku, sambil masih memejamkan mataku. Aku belum melihat seperti apa sosok wanita yang bersamaku saat ini.
"Iya Nona, saya adalah salah satu perawat yang ditugaskan oleh tuan Kaaran untuk merawat Anda bersama dengan dokter Santi."
"Oh. Tapi di mana anak-anak saya, Sus? Apa mereka baik-baik saja? Tadi 'kan Suster bilang kalau saya tidak sadarkan diri selama dua hari," tanyaku penasaran sekaligus khawatir. Apalagi setelah mengingat apa yang sudah aku alami sebelum tidak sadarkan diri 2 hari yang lalu. Aku sangat takut terjadi apa-apa pada kedua bayiku karena kebodohan dan kesalahan yang telah aku lakukan.
"Anda tidak perlu khawatir, Nona. Tuan muda kecil dan nona muda kecil baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. Saat ini mereka sudah berada di kamar Anda di lantai dua."
Mendengar jawaban suster itu, aku merasa sangat lega. Tapi, ada juga jawaban yang membuatku sedikit bingung.
"Kamar saya di lantai dua? Memangnya sekarang saya di mana, Sus? Bukannya ini di klinik atau mungkin di rumah sakit."
"Tidak, Nona. Anda masih di Villa," jawabnya.
Aku melihat ke sekeliling, ruangan ini tidak ada bedanya dengan kamar perawatan di rumah sakit.
"Lalu kalau ini masih di villa, dari mana semua peralatan-peralatan medis ini, Sus?" tanyaku lagi.
Suster yang baru saja aku lihat penampakannya itu pun tersenyum.
"Kenapa Anda harus bingung, Nona. Apakah Anda lupa siapa suami Anda?" tanyanya sembari mulai memeriksa keadaanku menggunakan stetoskop yang baru saja dia pasang pada kedua telinganya.
Mendengar ucapan suster itu, aku pun terdiam. Ya, seorang Kaaran Dirga memang bisa melakukan apa pun, termasuk merubah villa-nya menjadi tempat hunian sekaligus kamar rawat inap.
Mengingat suamiku, hatiku seketika terasa nyeri. Apakah dia benar-benar tidak pulang saat aku melahirkan? Rasanya aku ingin bertanya pada suster ini, namun aku urungkan karena aku tidak sanggup mendengar kenyataan bahwa dia benar-benar tidak pulang.
Tapi ... sebelum tadi aku terbangun, aku mendengar suaranya memanggilku. Dari mana asal suara itu? Apa jangan-jangan, aku hanya bermimpi?
__ADS_1
Ah, sudahlah. Aku tidak mau memikirkan dia lagi. Dia sudah terlanjur membuatku marah. Mulai sekarang, aku hanya akan fokus pada kedua bayiku. Dia mau pulang atau tidak, itu terserah dia.
"Nona, kenapa Anda menangis?" tanyanya seraya melepas stetoskop dari telinganya.
Aku menggeleng sembari tersenyum paksa. "Tidak apa-apa, Sus. Bisakah saya minta tolong? Tolong bawa saya kembali ke kamar, saya sudah tidak sabar ingin segera melihat wajah kedua bayi saya."
"Sebaiknya Anda jangan banyak bergerak dulu, Nona. Biar tuan muda kecil dan nona muda kecil yang dibawa kemari."
"Apa tidak apa-apa, Sus?"
Perawat itu tersenyum. "Tidak apa-apa, Nona. Tunggu sebentar, biar saya hubungi babysitter yang bertugas menjaga mereka."
.
Berselang beberapa menit kemudian, ibu datang bersama dengan seorang babysitter. Keduanya datang sambil menggendong bayiku, lalu mereka meletakkan kedua bayi mungil itu tepat di sampingku.
"Sayang, anak-anak Mommy ...."
Bibirku tersenyum tapi air mataku meleleh. Aku begitu terharu melihat sepasang bayi mungil yang sangat tampan dan cantik ini.
Bagaimana mungkin daddy kalian tega tidak menyaksikan kalian lahir ke dunia ini, Nak.
Mengingat hal itu, hatiku kembali terasa perih dan ngilu. Air mataku semakin deras saja mengalir membasahi pipiku.
B e r s a m b u n g ...
...___________________________________________...
...Guys, yang penasaran Kaaran sebenarnya pergi ke mana, kenapa gak pulang-pulang padahal udah pergi selama sebulan lebih, mana istri udah lahiran, anak kembar lagi. Tega banget gak ditemenin𤣠Bikin es moci para emak² aja, padahal mereka pada puasa loh wkwkwk. Iya 'kan Mak?š ...
...Semuanya nanti akan terjawab di novel sekuelnya yang berjudul 'Raniaku, Canduku (PoV Kaaran). Jika kalian mencari atau menunggu jawabannya di sini, kalian tidak akan pernah menemukannya sampai kapan punš¤š¤§š¤§ Jadi daripada kalian penasaran dan menerka-nerka si babang Kaaran sebenarnya pergi kemana, mending kalian otw ke sana deh𤣠Eh, jangan lupa, pencet tanda ⤠nya biar kalian dapat notif kalau novelnya sudah upš...
__ADS_1