
Tiba-tiba saja dengan gerakan cepat, Zidan mencengkram pergelangan kakiku dengan kuat. Akan tetapi, sebelum dia berhasil membuatku terjatuh, aku langsung menendang wajahnya dengan keras, hingga akhirnya kakiku berhasil terlepas dari cengkraman tangannya.
"Argh!!!" Sekali lagi Zidan berteriak kesakitan. Dia memegangi hidungnya yang berdarah.
"Perempuan si*al*an!" makinya.
"Cih, kamu ini laki-laki atau bukan sih? Kenapa melawanku saja kamu tidak bisa? Benar-benar payah."
Tak! Tak! Tak!
Terdengar suara gedoran pintu dari luar. Ck, siapa yang datang sih? Padahal, aku masih belum puas menghajar pria brengsyek ini, tapi sudah keburu ada yang datang. Haish, tidak seru.
Aku pun segera berjalan membuka pintu, entah siapa yang ada di luar sana.
Ceklek. Pintu toilet terbuka. Aku begitu terkejut saat melihat siapa yang berdiri di luar sana dengan sorot matanya yang tajam dan menakutkan. Siapa lagi kalau bukan suamiku, tuan Kaaran Dirga yang terhormat bersama dengan para pengawal-pengawalnya.
"Dad-Daddy," ucapku gugup. Aku takut suamiku akan salah paham saat melihatku berduaan dengan pria lain di dalam toilet.
Tapi ... apa yang harus aku khawatirkan? Bukannya aku sudah menghajar Zidan sebagai bukti bahwa aku tidak macam-macam dengan pria lain.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanyanya. Dia langsung membawaku ke dalam pelukannya. Setelah melepas pelukannya, dia lalu memindai tubuhku dari atas sampai bawah, depan dan belakang.
"A-aku tidak apa-apa," jawabku.
Pandangan suamiku lalu tertuju pada Zidan yang tengah meringkuk di lantai toilet dengan hidungnya yang mengeluarkan sedikit cairan merah. Pasti sekarang nyali Zidan sudah menciut karena yang akan berurusan selanjutnya dengannya adalah si paket komplit, tuan Kaaran Dirga bersama Roy dan para pengawal-pengawalnya.
__ADS_1
Dasar Zidan bo doh. Berani sekali dia mengusik kehidupanku, apakah dia tidak memikirkan bahwa akibatnya akan fatal seperti ini? Mengganggu kehidupanku sama saja dengan menggali kuburannya sendiri.
"Roy, urus dia," titah suamiku.
"Baik, Tuan," jawab Roy.
Setelah mendapat perintah, kedua pengawal yang bersama Roy pun masuk ke dalam toilet hendak menyeret Zidan dan membawanya keluar dari dalam sana.
"Nia, aku minta maaf, Nia! Tolong bilang pada Tuan Kaaran untuk mengampuniku!" Zidan mulai mengiba saat dua orang pengawal mulai membantunya berdiri dengan kasar.
"Nia! Aku benar-benar minta maaf! Aku tahu aku salah Nia!"
"Nia, bicaralah!"
"Aku janji tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi! Aku akan pergi sejauh mungkin, Nia!"
Namun, sekuat apa pun dia berteriak memohon belas kasihan, itu sudah tidak ada gunanya lagi, sudah sia-sia saja usahanya itu.
"Berisik! Diam!" bentak salah seorang pengawal yang wajahnya paling sangar, membuat nyali Zidan semakin menciut.
"Bawa dia ke tempat biasa," titah suamiku.
"Baik, Tuan."
Begitu mereka berempat berlalu, aku pun bertanya pada suamiku, "Dad-Daddy, a-pa kamu tidak marah padaku?"
__ADS_1
Aku takut setelah ini aku juga akan mendapatkan hukuman.
"Marah? Untuk apa aku marah padamu Sayang. Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun."
Huft ... syukurlah, ternyata yang aku khawatirkan tidaklah benar. Suamiku ternyata tidak mencurigaiku sama sekali.
"Mm ... kalau boleh tahu ... tempat biasa mana yang tadi Daddy maksud?" tanyaku penasaran. Seketika aku berpikir, apakah suamiku memiliki tempat khusus untuk menyiksa orang?
"Kenapa kamu menanyakannya Sayang? Apa kamu juga ingin ikut ke sana untuk kembali menghajarnya? Apa yang tadi belum juga cukup, hm?" tanyanya.
Belum sempat aku menjawab, suamiku sudah berbisik di dekat telinganya. "Jangan pikir aku tidak tahu masa lalumu dengan pria itu. Aku tahu semuanya, jadi kamu tidak perlu lagi menyembunyikan sesuatu dariku."
Seketika mataku membulat. Bagaimana bisa dia tahu? Apa jangan-jangan, dia sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki tentang aku dan Zidan di masa lalu?
Ya, sepertinya begitu.
"Bagaimana? Apa kamu masih mau marah karena aku sudah mengajakmu ke sini, hm?"
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, tidak tahu harus menjawab apa.
B e r s a m b u n g ...
...______________________________________________...
...Hai Guys! Yang belum mampir di novelnya Babang Kaaran (Raniaku, Canduku) kuy mampir😉 Di sana rencananya aku akan crazy up untuk memenuhi syarat jumlah kata pengajuan kontrak. Aku tunggu kehadiran kalian😁...
__ADS_1