
...⚠️W A R N I N G⚠️...
...Mengandung Adegan 21+...
...Disarankan untuk dibaca saat malam hari (Bagi yang membaca saat bulan ramadhan)....
...Silahkan skip bab ini sampai muncul 🔥🔥🔥 di bagian bawah.😉...
.......
.......
...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...
Dia kembali menci um bi birku dengan sangat buas. Kedua tangannya sudah mulai menge-rayangi setiap inci demi inci lekuk tubuhku. Sesekali tangannya mere mas kedua aset berharga milikku. Sementara aku yang disentuh sedemikian rupa oleh seorang laki-laki untuk yang pertama kalinya hanya bisa menahan rasa geli yang teramat sangat. Sedari tadi bulu kudukku juga terus-terusan meremang karena ulahnya.
"Kenapa kamu diam saja? Kenapa tidak membalas? Rasanya, aku seperti sedang ber cinta dengan mayat hidup," ucapnya tiba-tiba.
Mungkin dia berkata seperti itu karena sedari tadi aku hanya diam pasrah tidak bergerak sama sekali. Ditambah lagi aku juga terus-terusan memejamkan mataku, makanya dia menyamakan aku dengan mayat hidup.
"Sa-saya ... saya tidak tahu harus melakukan apa, Tuan. Ini ... ini pengalaman pertama saya disentuh oleh laki-laki," jawabku dengan gugup, dan akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka mata.
Ku lihat wajah tampannya sekarang sudah berada tepat di atas wajahku dan tengah menatapku dengan lekat. Entah mengapa, dengan posisi kami yang seperti ini, dia terlihat semakin tampan di mataku. Ah, sepertinya aku harus kembali memejamkan mataku. Aku takut terpesona melihat wajah rupawannya itu.
"Sepertinya aku harus mengajarimu banyak hal," ucapnya. Aku tidak tahu seperti apa ekspresinya saat ini karena aku sudah kembali memejamkan mataku.
Krek krek, krek krek. Aku sangat terkejut saat mendengar suara sobek. Rupanya, saat ini dia tengah merobek ling**** yang aku kenakan hanya dengan beberapa kali tarikan. Sekarang kain yang menyerupai jaring itu tidak lagi menutupi tubuhku. Saat ini tubuhku benar-benar sudah terekspos tanpa sehelai benang pun.
Sesungguhnya aku merasa sangat malu tubuh polosku dilihat oleh seorang laki-laki seperti ini, tapi mengingat bayaran yang akan aku dapatkan setelah ini, aku jadi tidak berani berbuat apa-apa. Takut dia marah dan tidak puas kemudian tidak jadi memberikan bayaran sesuai dengan yang aku minta. Kalau begitu, nanti yang rugi 'kan adalah aku.
__ADS_1
"Akh." Aku meng***** tertahan saat dia tiba-tiba saja meraup puncak asetku menggunakan mulutnya. Sementara tangannya tengah asyik bermain-main di sebelahnya.
"Jangan ditahan. Keluarkan suaramu, Baby. Aku suka mendengarnya. Itu membuatku semakin bersemangat," ucapnya.
Aku menuruti apa pun katanya, yang penting dia senang. Pokoknya sekarang aku sudah seperti wanita peng***** sungguhan. Benar-benar sangat menjijikkan.
Aku terus mengeluarkan desa han dan suara-suara menjijikkkan lainnya. Sentuhannya benar-benar membuatku melayang. Ah, kenapa dia pintar sekali?
Tidak heran sih jika dia sangat ahli dalam bidang ini. Entah aku adalah wanita yang ke sekian ribu yang dia sentuh seperti ini.
Setelah cukup lama dia membuat darahku berdesir, akhirnya sampai pada tahap yang membuat dadaku semakin berdebar-debar. Saat ini dia sudah berlutut di antara kedua kakiku dengan senjatanya yang siap menerobos ke dalam diri.
...(STOP! STOP! STOP!🤧🤧🤧 Tidak boleh terlalu hot. Apalagi sudah mendekati bulan suci. Takut malah bikin nambah dosa, bikin puasa jadi makruh. Adegan selanjutnya silahkan kalian bayangin sendiri ya🤣🤭😅)...
...🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥...
.......
.......
Aku membuka mataku lalu melihat ke arah samping. Ku lihat tidak ada lagi siapa-siapa selain hanya aku di atas tempat tidur. Sepertinya dia sudah pergi.
Aku segera bangkit dari posisi berbaringku, lalu menggerak-gerakkan tubuhku ke kiri dan ke kanan untuk mengurangi rasa sakit dan pegal yang aku rasakan. Aku ingin segera mandi dan membersihkan tubuhku yang sudah terasa sangat lengket akibat pergu latan panas tadi pagi.
Namun tiba-tiba aku jadi terpikir, kalau aku hanya sendirian di sini, lalu bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini nanti. Karena ku lihat, bi Nining tadi pagi menggunakan kartu akses untuk keluar dari sini. Mungkin liftnya tidak bisa terbuka tanpa kartu akses tersebut. Lalu, bagaimana denganku? Apa yang bisa aku lakukan tanpa kartu akses itu?
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka. Ku lihat pria itu yang keluar dari dalam sana. Sepertinya dia baru saja selesai mandi. Terlihat jelas bahwa saat ini wajahnya nampak segar, rambutnya juga terlihat basah. Aku merasa cukup lega melihat dia masih ada di sini. Itu artinya, ada dia yang bisa membawaku keluar dari tempatnya ini.
Aku yang merasa malu dengan penampilanku yang sekarang segera menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang masih polos.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun?" tanyanya, seraya berjalan menghampiriku, kemudian duduk di pinggir tempat tidur sambil membelakangiku.
"I-iya, Tuan," jawabku, masih merasa gugup saat berdekatan dengannya.
"Cepatlah mandi. Kamu ingin segera keluar dari sini, 'kan?" tanyanya lagi.
"I-iya. Tentu saja, Tuan. Saya ingin segera keluar dari sini," jawbaku.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Cepat sana masuk."
Aku menurut, dan segera turun dari tempat tidur. Sekarang tubuh polosku sudah terbalut selimut putih yang besar dan tebal.
Sebelum melangkah masuk ke dalam kamar mandi, aku sempat menatap punggung tegaknya yang terbungkus handuk kimono berwarna abu-abu dari arah belakang. Setelah itu, aku berlari kecil menuju pintu kamar mandi.
"Akh!" Aku memekik saat tiba-tiba saja aku merasa ada yang menginjak ujung selimutku dari belakang, sehingga selimut yang aku gunakan untuk menutupi tubuhku melorot dan menampakkan tubuh bagian belakangku. Siapa lagi yang menginjaknya kalau bukan ... pria mesyum dan brengsyek itu. Di dalam ruangan ini hanya ada aku dan dia, tidak ada lagu yang lain.
"Sepertinya kamu masih ingin menggodaku?" Dia berkata seraya bangkit dari duduknya. Seringai tipis kembali tergambar di sudut bibirnya.
Mataku seketika membulat mendengar ucapannya. Sepertinya dia sedang berusaha untuk memfitnahku.
"Ap-apa maksud, Tuan? Jelas-jelas Anda yang menginjak ujung selimut saya tadi," ucapku mencoba membela diri sambil menutupi kembali tubuh bagian belakangku yang sempat terekspos.
"Apa kamu punya bukti kalau aku yang sudah menginjak ujung selimutmu itu? Tidak ada, 'kan? Berarti, memang kamu yang sedang ingin menggodaku sekarang. Sepertinya kamu ketagihan setelah ber cinta denganku." Dia kembali tersenyum menyeringai setelah mengucapkan kalimat menjijikkan itu, sambil terus berjalan mendekatiku.
B e r s a m b u n g ...
..._____________________________________________...
...1 Bab dulu untuk pagi ini ya guys😉 otw nginem dulu.🤭 Maklum, buibu.🤭...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk terus kasih dukungan, biar aku makin semangat nulis.😉😁...