One Night Love Devil

One Night Love Devil
S2 - Bab 3 - Dinner


__ADS_3

Ruang makan


"Selamat malam semuanya." Zoe menyapa para anggota keluarganya sambil tersenyum, sama seperti biasanya. Seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


Zack yang melihat hal itu hanya bisa mengulum senyumannya. Sepertinya kakak perempuannya itu lupa bahwa beberapa jam yang lalu dia sempat berusaha kabur dari rumah. Ya, Zack yang membius kakaknya sendiri di pelabuhan, lalu membawanya kembali ke pulau. Itu semua Zack lakukan atas perintah dari sang daddy.


Zoe duduk di meja makan diantara kedua adik laki-lakinya, Zack dan Raka. Raka adalah anak ketiga Kaaran dan Rania yang merupakan anak bungsu mereka. Kini Raka sudah berusia 17 tahun dan selisih 5 tahun dengan kedua kakak kembarnya, Zoe dan Zack.


"Ekhm." Kaaran berdehem. Sejujurnya dia masih sangat kesal karena ulah Zoe tadi siang yang berusaha kabur dari rumah menjelang pesta pernikahannya.


"Makanlah, Dad. Aku sengaja memasak makanan kesukaanmu malam ini." Rania yang tahu jika Kaaran masih sangat kesal pada putri mereka pun berusaha untuk menyenangkan sang suami. Setelah menyendokkan makanan ke piring Kaaran, dia lalu menyendokkan makanan ke piring putri kesayangannya. "Makanlah, Nak."


Rania tersenyum menatap putrinya. Dia masih ingat betul jika tadi siang dia dan Zoe sempat berdebat hebat. Sepertinya pengaruh obat bius membuat Zoe amnesia sesaat. Setelah sadar, Zoe malah beranggapan bahwa kejadian tadi siang itu semuanya hanya mimpi.


Selesai memberikan makanan untuk Kaaran dan Zoe, sekarang giliran Zack dan Raka, terakhir barulah Rania menyendokkan makanan ke piringnya sendiri.


Peraturan yang dianut oleh keluarga itu sejak dulu adalah, tidak boleh bersuara apalagi mengobrol saat makan. Jadi yang terdengar hanyalah suara dentingan sendok yang beradu dengan garpu. Saat Zoe tengah menikmati makan malamnya, tiba-tiba dia terpikir akan sesuatu.

__ADS_1


Apakah tadi aku hanya bermimpi atau tidak? Zoe bertanya dalam hati dengan perasaan bingung sekaligus ragu. Dia ingin berkata bahwa semua itu hanyalah mimpi, tapi semuanya terasa begitu nyata. Dia ingin berkata bahwa semua itu nyata, tapi seingatnya dia kabur dari rumah setelah berdebat dengan mommy-nya. Kenapa saat dia bangun tidur malah sudah berada di dalam kamarnya sendiri. Benar-benar sangat membingungkan. Jangan-jangan, aku hanya bermimpi. Pikir Zoe.


Sementara itu, Zack yang melihat raut kebingungan di wajah kakak kembarnya tersebut hanya bisa menahan senyum sambil terus menikmati makanan di piringnya. Entah akan seperti apa reaksi Zoe nanti jika sudah mengingat semuanya dengan jelas.


Tunggu-tunggu. Bukankah malam ini baru kamis malam? Kenapa Zack tiba-tiba pulang ke rumah? Biasanya 'kan dia kembali ke rumah saat malam minggu menjelang. Batinnya makin kebingungan. Dia ingin bertanya pada adiknya itu tapi tidak bisa, saat ini mereka sedang makan malam bersama, jadi tidak boleh ada yang bersuara. Ah, nanti saja aku tanyakan padanya setelah selesai makan.


Beberapa menit kemudian. Kaaran akhirnya kenyang lebih dulu dari anggota keluarganya yang lain. Sebenarnya malam ini dia tidak memiliki selera makan yang baik. Ulah Zoe tadi siang mampu membuat perasaannya tidak tenang. Dia khawatir kejadian yang sama akan kembali terulang. Apalagi resepsi pernikahan putri sulungnya masih sisa 7 hari lagi. Kemungkinan untuk Zoe kembali melakukan tindakan yang sama masih ada.


Begitu Kaaran berdiri dari duduknya, dia langsung berkata, "Zoe, temui Daddy di ruang baca setelah kamu selesai makan." Kaaran berlalu begitu saja setelah mengucapkan kalimat itu.


Zoe mengangguk. Daddy kenapa? Kenapa wajahnya berubah jadi dingin dan datar seperti itu? Apakah terjadi sesuatu? Batin Zoe.


❤️‍🔥


❤️‍🔥


Tok tok tok!

__ADS_1


Zoe mengetuk pintu ruang baca sebelum memasuki ruangan tersebut. Zoe bisa melihat jika saat ini daddy-nya sedang berdiri sambil menghadap ke arah luar jendela.


"Masuk!" titah Kaaran tanpa berbalik.


Zoe berjalan pelan menghampiri daddy-nya. "Dad."


"Hem. Duduklah." Kaaran akhirnya berbalik menatap putrinya, lalu duduk di seberang meja tempat Zoe duduk.


"Kenapa Daddy memanggil Zoe kemari?" tanya Zoe. Gadis itu tetap bersikap seperti biasanya karena dia belum sadar jika kejadian tadi siang bukanlah mimpi, dan ulahnya itu membuat daddy-nya menjadi sangat marah.


Sejenak Kaaran terdiam. Dia menatap putrinya lekat-lekat. Zoe yang sekarang mengingatkan Kaaran pada masa lalu. Saat Rania selalu berusaha kabur darinya. Zoe ini benar-benar Rania versi muda. Keras kepalanya, dan pembangkangnya. Semuanya diturunkan dari Rania.


"Ekhm." Sebelum memulai pembahasan, Kaaran berdehem terlebih dahulu. "Zoe, Daddy sangat tidak suka dengan ulah yang kamu perbuat tadi siang. Lain kali jangan coba-coba mengulanginya lagi."


"Mak-sud Dad-dy?" tanya Zoe tidak mengerti. Tapi sejurus kemudian, dia langsung menggigit sudut bibirnya sendiri saat menyadari semuanya. Apalagi saat melihat cincin tunangannya sudah tidak lagi melingkar di jari manis kirinya. Astaga. Zoe baru ingat, jika dia menjadikan cincin berlian itu sebagai imbalan untuk membayar jasa nelayan yang membantunya untuk keluar meninggalkan pulau.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


...__________________________________________...


...Jangan lupa dukungannya guys biar updatenya bisa lancar🤗...


__ADS_2