One Night Love Devil

One Night Love Devil
Mawar Biru


__ADS_3

Aku mengantar keberangkatan suamiku dengan berderai air mata. Aku benar-benar belum rela melepas kepergiannya. Entah kapan kami akan dipertemukan kembali.


Aku menatap mobil yang dia kendarai bersama Roy keluar menuju pintu gerbang villa. Aku hanya bisa menyaksikan kepergiannya lewat jendela ruang tamu. Dia menolak dan melarangku mengantarnya sampai di teras depan villa. Tidak tahu entah kenapa? Hanya saja ... aku merasa sedikit curiga, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh suamiku.


Kecurigaanku semakin bertambah besar saat melihat puluhan pria berbadan besar dan tegap, mengenakan pakaian serba hitam, lengkap dengan senjata pagi ini mulai berjaga mengelilingi setiap sudut-sudut villa luar dan dalam.


Sebenarnya apa yang suamiku sembunyikan dariku? Apa benar saat ini dia pergi semata-mata karena urusan bisnis? Apa jangan-jangan, dia hanya membohongiku?


"Kak Nia!" panggil Rina seraya menepuk pundakku dari arah belakang, dan seketika membuatku sangat terkejut.


"Eh, iya Dek," jawabku sembari berbalik dan menunduk menatap adikku yang tinggi badannya puluhan senti di bawahku.


"Kakak kenapa melamun? Mobil kakak ipar sudah tidak kelihatan. Ayo masuk, makanan yang kakak pesan sudah selesai dibuatkan oleh ibu."  Rina berkata seraya menarik pergelangan tanganku masuk menuju ruang dapur.

__ADS_1


...***...


Tidak terasa sudah 1 minggu berlalu semenjak keberangkatan suamiku. Selama beberapa hari ini, komunikasi kami cukup lancar. Bahkan setiap jam, dia selalu menghubungiku melalui video call. Meski pun durasinya hanya sebentar, akan tetapi itu sudah cukup untuk mengobati kerinduan kami satu sama lain.


"Sayang, bagaimana si kembar? Apa mereka baik-baik saja?" tanyanya. Sebuah kalimat pertanyaan yang sepertinya wajib dia tanyakan setiap kali menelponku. Sampai-sampai aku sudah hafal selanjutnya apa lagi yang akan dia katakan padaku.


"Jika pertanyaanmu selalu sama, maka jawabanku pun demikian. Mereka baik-baik saja dan sangat aktif menendang di dalam perutku, apalagi saat pagi hari. Mungkin mereka sedang mencari Daddy mereka yang selama ini selalu mengajak mereka mengobrol saat pagi hari saat Mommy mereka belum bangun."


Dia tersenyum. "Syukurlah Sayang, aku sangat senang mendengarnya," ucapnya. "Sayang, apa kamu sudah makan?" tanyanya lagi dan aku langsung mengiyakan dengan anggukan.


"Nak, tidak terasa sudah satu minggu berlalu semenjak daddy pergi meninggalkan kita bertiga. Apa kalian merindukan Daddy, hm?" ucapku seraya mengelus perutku yang sudah sangat membesar karena hamil anak kembar.


"Sama, Sayang. Mommy juga sangat merindukan daddy kalian," ucapku lalu mengarahkan pandanganku ke arah luar jendela.

__ADS_1


Aku menatap para penjaga yang lalu lalang di bawah sana. Sampai kapan mereka akan terus berada di bawah sana. Apa mereka tidak lelah selama 1 minggu ini yang mereka kerjakan siang dan malam hanya berdiri di bawah sana saja?


Tiba-tiba, sebuah gambar bunga mawar biru mencuri perhatianku. Setelah aku perhatikan baik-baik, hampir semua penjaga memiliki gambar itu di baju mereka. Apa sebenarnya arti dari bunga mawar biru tersebut?


Aku yang merasa sangat penasaran iseng-iseng untuk mencari gambar itu di Internet. Gambarnya lebih mirip dengan sebuah logo.


Begitu hasil pencarianku muncul, aku sedikit terkejut saat mengetahui bahwa lambang bunga mawar biru tersebut merupakan nama untuk sebuah kelompok mafia.


"Apa? Mafia? Untuk apa suamiku mempekerjakan banyak sekali anggota mafia untuk menjaga villa ini saat dia pergi? Bukankah ini terlalu berlebihan dengan jumlahnya yang ada puluhan seperti sekarang ini."


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...

__ADS_1


Singkat banget ya guys. Aku ngantuk, mau tidur dulu. Besok lagi baru dilanjut kalau ada ide.😉


...Yang masih setia jangan lupa dukungannya ya.😁...


__ADS_2