One Night Love Devil

One Night Love Devil
Ada Masalah Di Perusahaan


__ADS_3

"Sayang, aku berangkat dulu. Muah, muah."


Seperti biasa, dia mencium beberapa titik bagian wajahku sebelum dia berangkat ke kantor.


"Iya, hati-hati di jalan," ucapku.


"Oh iya Sayang. Hari ini mungkin aku akan pulang lebih lambat dari biasanya. Ada masalah di perusahaan yang harus segera aku selesaikan," jelasnya.


Aku memanyunkan bibirku cemberut. "Tapi kamu tidak akan pulang larut, 'kan?"


"Semoga saja tidak Sayang. Aku juga belum bisa memastikan jam berapa aku akan pulang. Tapi sebisa mungkin, aku akan berusaha untuk pulang lebih cepat untuk menemanimu."


Selama ini aku sering mengeluh bosan dan jenuh tinggal di villa terus sepanjang hari selama berbulan-bulan. Tapi begitu dia kembali, dia bisa menghiburku dan membuatku melupakan segala kebosananku itu.


"Sayang, ingat pesanku. Jangan kemana-mana sebelum aku kembali. Kalau perlu, jangan keluar villa sampai aku pulang."


"Loh, memangnya kenapa?" tanyaku kebingungan.


Pagi ini suamiku terlihat sedikit aneh semenjak mendapat panggilan telepon dari seseorang yang tidak aku ketahui entah siapa.


"Tidak apa-apa Sayang. Yang jelas, kamu hanya perlu menuruti ucapanku, oke. Kamu tidak boleh melanggar aturan yang sudah aku buat, ya?" ucapnya, dan aku menjawabnya dengan anggukan.


Setelah dia berangkat, aku pun kembali masuk ke dalam villa. Seperti biasa, begitu dia berangkat, aku hanya akan menghabiskan waktuku sepanjang hari di dalam kamar saja. Aku takut keluar karena dia melarangku.

__ADS_1


Meski pun aku sering memperbudak suamiku, akan tetapi aku juga tetap mematuhi segala peraturan yang dia buat. Aku sama sekali tidak berani melanggar karena aku tahu betul sifat seorang Kaaran Dirga itu seperti apa disaat dia marah.


.


.


.


Detik berganti menit, menit berganti jam, dan siang berganti malam. Sekarang jam sudah menunjuk pukul 9 malam, akan tetapi suamiku belum juga kembali. Tiba-tiba pikiran aneh mulai merasuk ke dalam otakku.


Apa jangan-jangan, sekarang suamiku sedang bersenang-senang dengan perempuan lain karena sekarang aku sudah jadi perempuanku jelek yang gemuk.


Mengingat suamiku adalah seorang mantan cassanova, aku tidak bisa tidak berpikiran buruk seperti itu sebelum aku membuktikan sendiri bahwa saat ini dia sedang tidak bersama perempuan lain. Aku ingin menghubungi suamiku sekarang juga untuk melakukan panggilan video.


Aku meraih ponselku yang tadinya aku simpan di atas nakas tepat di samping tempat tidurku, lalu kemudian melakukan panggilan video ke nomornya. Tidak butuh waktu 5 detik setelah panggilan kami tersambung dia langsung menjawabnya.


"Coba putar kemeranya," titahku. Itu hal pertama yang langsung aku ucapkan ketika dia menjawab panggilanku. Aku ingin memastikan sendiri bahwa kecurigaanku benar atau tidak.


"Aku masih di kantor Sayang. Lihat, itu Roy dan William yang sedang menemaniku bekerja," ucapnya, sambil mengedarkan kameranya ke kiri dan ke kanan menampakkan ruangan yang cukup luas dengan dua orang pria yang aku kenal tengah sibuk dengan laptop yang ada di hadapan mereka masing-masing.


Aku cukup lega melihat hal itu. Ternyata dugaanku salah. Suamiku saat ini sedang bersama dengan asisten dan pengawalnya, bukan sedang bersama dengan perempuan seksye seperti yang ada di dalam bayanganku.


"Daddy ... Daddy kapan pulang?" tanyaku. Sebenarnya aku sudah sangat merindukannya tapi aku gengsi mengatakannya. Bahkan selama beberapa bulan ini kami menikah, aku sama sekali tidak pernah mengucapkan bahwa aku mencintainya biar satu kali pun.

__ADS_1


"Tunggu sebentar Sayang. Sebentar lagi aku akan pulang. Tidurlah, begadang tidak baik untuk kamu dan anak kita. ucapnya.


.


Saat aku tengah tertidur. Aku merasakan bahwa tangan kekar suamiku meraih tubuhku dan membawaku ke dalam pelukannya. Aku tersenyum meski pun mataku masih terprjam sambil balas memeluknya. Dada bidangnya yang terasa sangat lebar dan empuk benar-benar sandaran yang nyaman untuk ditempati bersandar. Aroma tubuhnya yang wangi benar-benar sangat menenangkan dan mampu membuat tidurku semakin nyenyak.


*


*


Keesokan paginya.


Saat aku terbangun, ku lihat suamiku sudah lengkap dengan setelah jas kerjanya.


"Daddy, kamu mau berangkat sekarang? Kenapa berangkatnya pagi-pagi sekali?" tanyaku sambil berusaha untuk bangkit dari posisi berbaringku.


Dia berjalan menghampiriku lalu memeluk dan mencium keningku dalam-dalam. "Iya Sayang, aku akan berangkat sekarang. Perusahaan benar-benar sangat membutuhkan aku untuk menyelesaikan masalah yang ada sesegera mungkin."


"Memangnya perusahaan sedang mengalami masalah apa? Kenapa sepertinya sangat serius sekali?" tanyaku penasaran.


"Masalahnya benar-benar sangat serius Sayang. Meski pun aku menjelaskannya padamu secara detail, kamu tetap tidak akan mengerti masalah itu," jawabnya. Aku pun memutuskan untuk tidak bertanya lebih banyak lagi.


"Sayang, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, jangan lupa dimakan. Dan ingat pesanku, jangan pernah berani-berani keluar dari villa saat aku tidak ada. Ok?" pesannya sebelum berangkat. Aku pun menjawab ucapannya itu dengan sekali anggukan.

__ADS_1


"Bagus. Aku sangat senang kalau kamu penurut."


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2