One Night Love Devil

One Night Love Devil
Menghadiri Pesta


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian. Keadaannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Nafsu makannya sudah membaik dan dia tidak lagi sering muntah seperti sebelumnya. Dan malam ini, dia mengajak aku untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu orang terpenting dalam dunia bisnis.


Saat ini aku sudah selesai dirias oleh penata rias yang sengaja dia sewa untukku. Serta beberapa orang karyawan butik yang datang membawa beberapa gaun dari butik tempat mereka bekerja.


"Sayang, kamu pakai gaun yang ini saja. Gaun ini tidak terlalu ketat di bagian perutnya. Orang-orang tidak akan tahu kalau kamu sedang hamil jika kamu mengenakan gaun ini," katanya sambil meletakkan sebuah gaun di pangkuanku.


"Baiklah," ucapku.


Sebelumnya kami memang sudah setuju untuk menyembunyikan status pernikahan kami. Jika seandainya di pesta nanti ada yang bertanya padaku mengenai apa hubungan kami, aku akan menjawab jika aku ini gadis yang disewa oleh tuan Kaaran Dirga untuk menemaninya datang ke pesta malam ini. Aku tidak akan berkata kalau aku ini istrinya karena menurut penjelasan suamiku tadi, hal itu akan sangat berbahaya bagiku.


Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berkata bahwa hal itu sangat berbahaya. Apa mungkin karena saingan bisnisnya akan mencelakaiku jika sampai tahu kalau aku ini istri dari seorang tuan Kaaran Dirga? Aku rasa mungkin seperti itu. Sepertinya cukup menyeramkan juga ya menjadi istrinya. Kalau tahu jadinya akan seperti ini, lebih baik aku tidak setuju untuk menikah dengannya waktu itu.


.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, kami akhirnya berangkat menuju tempat tujuan setelah kami sama-sama selesai bersiap-siap.


Sesampainya di sebuah hotel berbintang tempat diselenggarakannya acara, aku dan suamiku turun dari mobil. Setelah itu aku menggandeng tangannya memasuki ball room hotel.


"Sayang, nanti kamu jangan jauh-jauh dariku, karena aku tidak suka jika seandainya ada laki-laki lain yang mencoba untuk mendekatimu," bisiknya dan aku hanya mengangguk mengerti.


Begitu memasuki lokasi acara, nampak ruangan besar dan luas itu sudah dipenuhi oleh para tamu dari kalangan elit. Kehadiran kami juga tidak lepas dari perhatian orang banyak. Sepanjang kami berjalan, banyak pasangan mata yang terus-terusan menatap kami.

__ADS_1


"Jangan pedulikan mereka, santai saja," bisiknya, dan aku menanggapi ucapannya tersebut dengan sekali anggukan.


Pertama-tama, kami menghampiri seseorang yang menjadi bintang utama di pesta malam ini. Kalau tidak salah, suamiku tadi mengatakan kalau si pemilik acara malam ini bernama tuan Wilson. Nah, si tuan Wilson ini usianya kira-kira 50-an lebih.


Cukup lama aku hanya berdiri diam saja menemani suamiku mengobrol bersama dengan tuan Wilson tersebut. Namun tiba-tiba datang seorang pria paruh baya bertubuh besar dan tinggi, berwajah tegas, bermata tajam seperti elang, disertai kumis dan brewok tebal yang menghiasi wajahnya. Melihatnya saja aku sudah merasa sedikit takut. Kenapa wajah orang itu terlihat sangat menyeramkan sih?


"Permisi," ucap pria paruh baya berwajah menakutkan tersebut.


Suamiku dan tuan Wilson menoleh. Begitu melihat siapa yang datang, suamiku langsung melepaskan tangan kami dan memeluk pria paruh baya tersebut seraya berkata, "Dad, apa kabar?"


Hah? Dad? Apakah laki-laki menyeramkan ini adalah ayah mertuaku? Hah, aku benar-benar tidak percaya. Kenapa tiba-tiba aku menjadi semakin takut padanya. Apalagi saat dia melihatnya sekilas dan menatap tajam ke arahku.


Selama beberapa minggu kami menikah, suamiku memang tidak pernah menceritakan mengenai anggota keluarganya sedikit pun. Aku juga tidak tahu kenapa. Ditambah lagi aku memang tidak pernah menanyakan mengenai hal itu sama sekali. Aku pikir dia tidak memiliki sanak keluarga selain para pengawal-pengawalnya yang berwajah kaku itu.


Aku berjalan menuju meja prasmanan, melihat banyak makanan enak di sana aku jadi tergoda untuk segera mencicipinya satu per satu.


Untung saja tadi suamiku memilhkan baju yang cukup longgar untuk aku kenakan, jadi aku bisa makan banyak tanpa perlu malu perutku terlihat buncit karena kekenyangan.


Saat aku tengah menikmati makananku, tiba-tiba saja seorang laki-laki berkata di belakangku, "Ho, kenapa Tuan Kaaran Dirga membawa gadis kelaparan untuk menemaninya ke pesta malam ini?"


Aku hampir saja tersedak makanan yang ada di dalam mulutku. Rupanya sedari tadi ada yang memperhatikan gerak-gerikku. Tanpa menghabiskan makanan yang ada di atas piringku, aku langsung meletakkan piring tersebut. Dipermalukan seperti tadi membuat nafsu makanku seketika menghilang.

__ADS_1


Saat aku berbalik, aku melihat seorang pria bertubuh semampai mengenakan jas hitam dan dasi kupu-kupu tengah berdiri menghadapku. Pria itu menatapku dari atas sampai ke bawah sambil tersenyum miring. Wajahnya tampan, tapi kadar ketampanannya belum bisa mengalahkan kadar ketampanan suamiku.


Aku mencoba mengabaikan pria itu dengan cara menghindarinya, tapi tiba-tiba saja dia mencekal pergelangan tanganku.


"Sayang sekali, wanita cantik sepertimu harus menjadi pemuas na*** semalam pria play**y seperti Tuan Kaaran Dirga. Kalau kamu mau menjadi kekasihku mulai besok malam dan seterusnya, aku akan menjamin kehidupanmu ke depannya. Aku berani jamin, dengan menjadi kekasihku, kamu akan hidup enak, nyaman, serba berkecukupan, dan tidak pernah lagi kelaparan seperti tadi," bisiknya di dekat telingaku.


Aku langsung mendongak menatap tajam ke arahnya. Pria ini benar-benar kurang ajar dan banyak bicara. Dan satu lagi fakta yang aku ketahui, rupanya pria dari kalangan atas banyak sekali yang kurang ajar dan suka merendahkan wanita seperti ini.


Aku langsung menghempaskan tanganku yang ada di dalam genggamannya seraya berkata, "Maaf. Saya tidak tertarik dengan tawaran Anda, Tuan. Permisi."


Aku berjalan berlalu hendak meninggalkannya, tapi sepertinya dia tidak mudah menyerah dan terus saja mengikuti. Apa maunya sih pria brengsyek ini? Seandainya di sini bukan di tempat umum dan aku sedang tidak hamil muda, sudah pasti aku menghajarnya sampai babak belur.


"Tunggu dulu Gadis Manis. Jangan sok jual mahal padaku. Apa kamu tidak tahu siapa aku?" katanya sambil kembali mencekal pergelangan tanganku.


"Maaf, Tuan. Saya tidak peduli siapa pun Anda. Tolong biarkan saya pergi, karena saya sama sekali tidak tertarik dengan tawaran yang Anda berikan," kataku sambil kembali menghempaskan pergelangan tanganku. Tapi sayangnya, tanganku tidak berhasil terlepas, karena sepertinya kali ini dia mencengkeram tanganku lebih kuat dari sebelumnya.


"Heh, dengar gadis *******. Asal kamu tahu, setelah kamu menghabiskan malam ini berdua dengannya, dia akan langsung membuang dan mencampakkanmu besok pagi. Jadi apa susahnya kamu datang kepadaku setelah dia tidak menginginkanmu lagi, hm? Berhentilah sok jual mahal padaku. Masih mending ada pria seperti aku yang berbaik hati ingin menerima wanita bekas sepertimu."


Pria yang satu ini benar-benar kurang ajar. Rasanya aku ingin merobek-robek mulut kurang ajarnya itu.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


...________________________________________...


...Jangan lupa dukungannya guys😉...


__ADS_2