One Night Love Devil

One Night Love Devil
Mengumumkan Pada Dunia


__ADS_3

"Apa itu?" tanyaku penasaran, sambil balas menatapnya dengan lekat.


"Aku pikir setelah aku pergi cukup lama, mungkin sebaiknya jika aku istirahat dulu dari dunia bisnis," jawabnya.


"Maksudnya?" tanyaku tidak mengerti.


Jika dia ingin beristirahat dari dunia bisnis, lalu siapa yang akan mengelola perusahaannya? Perusahaannya bukanlah perusahaan kecil, melainkan sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak cabang yang tersebar di beberapa titik kota.


"Aku ingin menebus waktuku yang hilang bersama kamu dan anak-anak. Urusan bisnis sudah aku serahkan pada orang kepercayaanku," jelasnya.


"Apa kamu yakin menyerahkannya pada orang lain adalah keputusan yang tepat? Apa kamu tidak takut perusahaan kamu bangkrut di tangan orang itu?" tanyaku sedikit khawatir.


Aku tidak mau perusahaan yang selama ini sudah dia besarkan mati-matian akan hancur dibawah kepemimpinan orang lain.


"Jangan khawatir Sayang, semuanya masih berada di bawah pengawasanku. Tidak mungkin aku lepas tangan begitu saja."


"Syukurlah, aku merasa cukup lega mendengarnya."


"Oh iya, masih ada lagi hal yang penting yang ingin aku katakan padamu," ujarnya.


"Apa itu?" tanyaku penasaran.

__ADS_1


Bukannya segera menjawab rasa penasaranku, suamiku malah terdiam sambil masih menatapku dengan lekat.


"Loh, ada apa? Kenapa kamu malah diam saja? Jangan membuat aku penasaran," ucapku.


Dia tersenyum. "Aku ... aku hanya ingin mengatakan bahwa ...."


Aku berdecak kesal. "Ck, apa? Sepertinya kamu memang sengaja menggantung ucapanmu agar aku semakin penasaran."


Dia tertawa, lalu mengambil hair dryer yang masih berada di dalam genggamanku, lalu meletakkannya di atas meja rias. Setelah itu kedua tangannya beralih menggenggam kedua tanganku.


"Sayang, aku tahu, ini sudah cukup terlambat. Tapi aku tetap ingin mengumumkan pada dunia bahwa kamu adalah milikku seorang. Kamu adalah istriku, serta Zoe dan Zack adalah putra-putri kita," jawabnya. Sekarang raut wajahnya berganti menjadi serius.


"Ap-apa? Apa aku tidak salah dengar?" tanyaku. Aku masih belum percaya mendengar ucapannya barusan.


"Iya, Sayang, kamu tidak salah dengar. Memang sudah saatnya aku mengumumkan keberadaan kalian bertiga. Tidak sepantasnya aku terus menyembunyikan keberadaan kalian," ucapnya.


"Sekali lagi aku minta maaf jika selama ini aku sudah terlalu banyak merampas kebebasanmu," ucapnya lagi seraya menangkupkan kedua telapak tanganku pada kedua pipinya.


Saat ini aku tidak tahu harus berkata apa. Antara percaya dan tidak percaya. Tapi aku merasa sangat bahagia jika seandainya hal ini bukanlah sebuah mimpi. Entah apa sebenarnya yang merasuki suamiku sehingga dia berubah banyak setelah dia kembali usai pergi lama.


"Sayang, kenapa ekspresimu malah seperti itu? Apa kamu tidak senang mendengar apa yang aku katakan barusan?" tanyanya.

__ADS_1


"Tidak, bukannya aku tidak senang. Hanya saja, aku masih merasa belum percaya mendengar kamu berkata seperti itu. Tadinya aku berpikir bahwa kamu akan terus mengurungku di villa ini seumur hidupku."


Dia kembali tertawa. "Sayang, kamu ini bicara apa, hm? Aku tidak mungkin sekejam itu. Jika memang benar aku seperti itu, itu artinya, aku merampas kebahagiaan kamu. Aku menikahimu karena aku ingin kamu hidup bahagia bersamaku, bukanya malah membuat kamu hidup sengsara karena aku terus mengurungmu di sini seperti seorang tawanan."


Baguslah kalau kamu sadar. Selama ini aku memang merasa seperti seorang tawanan di dalam sangakar emasmu ini. Gumamku dalam hati.


"Lalu yang kemarin itu apa? Aku butuh sedikit penjelasan mengenai hal itu. Saat aku hamil si kembar, katamu apa pun permintaanku akan kamu kabulkan, asalkan aku tidak meminta untuk keluar dari villa ini, meski pun hanya sekedar untuk jalan-jalan. Lalu di hari kamu pergi lama waktu itu, puluhan pria berbadan besar kamu tugaskan untuk berjaga mengelilingi villa, yang ternyata setelah aku cari tahu di internet, rupanya mereka adalah anggota mafia dari klan 'Mawar Biru'. Aku ingin bertanya, apa maksud dari semua itu? Bahkan di hari persalinanku pun aku tidak boleh keluar dari tempat ini. Saking tidak maunya aku keluar, kamu bahkan menyiapkan sebuah ruangan di villa ini yang mirip dengan ruang perawatan dan ruang operasi di rumah sakit. Bukankah itu sangat aneh?"


Sejenak dia terdiam, lalu kemudian menjawab ucapanku yang panjang kali lebar tadi.


"Sayang, aku melakukan semua itu karena aku ingin melindungi kamu bersama anak kita, bukankah aku sudah pernah mengatakan semua itu padamu? Dan mengenai para penjaga-penjaga itu, aku hanya ingin memastikan bahwa tempat ini sangat aman ketika aku tidak ada di sini. Jadi aku sengaja menyewa anggota mafia dari klan terpercaya untuk memastikan bahwa tempat ini benar-benar aman saat aku tinggal," jelasnya.


"Sudah lah Sayang, kita tidak usah membahas mengenai hal itu lagi. Oh iya, masih ada satu hal yang ingin aku katakan padamu," ucapnya lagi.


"Apa lagi itu?" tanyaku. Lagi-lagi dia kembali membuat aku penasaran.


"Secepatnya kita akan mengadakan konferensi pers. Di saat itu lah aku akan mengumumkan keberadaan kamu dan anak-anak kita, serta tanggal resepsi pernikahan kita," jawabnya.


B e r s a m b u n g ...


..._____________________________________________...

__ADS_1


...Hoam🥱 Aku ngantuk banget guys. Segitu dulu ya. Aku bela-belain ngetik loh sampe tengah malam biar kalian gak demo gara-gara bab sebelumnya gantung🤧...


...Jangan lupa dukungannya ya dan mampir juga di novelku yang berjudul Raniaku, Canduku'. 😉...


__ADS_2