One Night Love Devil

One Night Love Devil
Merasa Bersalah


__ADS_3

Saat dalam perjalanan menuju villa. Suamiku terus-terusan saja memelukku dan meminta maaf padaku. Dia merasa sangat bersalah atas kejadian yang hampir saja menimpaku tadi.


"Sudah, tidak apa-apa, Dad. Kamu tidak perlu merasa bersalah terus, aku 'kan baik-baik saja, aku tidak apa-apa," ucapku.


"Tidak Sayang. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi apa-apa padamu," ucapnya sambil masih memelukku dengan erat.


"Dad, sepertinya ke depannya aku harus berpikir dua kali jika ingin keluar jalan-jalan. Rasanya sekarang aku jadi takut keluar sendirian. Entah mengapa setelah kamu mengumumkan bahwa aku adalah istrimu tempo hari, sepertinya ada saja yang mengincarku. Salah satu contohnya adalah Zidan, juga yang baru saja terjadi dan kita belum tahu siapa pelakunya? Ke depannya aku tidak bisa membayangkan kejadian apa lagi yang mungkin akan menimpaku jika aku nekat keluar jalan-jalan," ucapku, sambil balas memeluk suamiku dengan erat.


Nyatanya menjadi istri seorang Kaaran Dirga tidak seindah espektasi para wanita di luar sana.


"Kamu benar Sayang. Ke depannya aku tidak akan pernah membiarkan kamu keluar sendirian tanpaku. Dan mungkin sebaiknya kamu jangan kemana-mana dulu sebelum resepsi pernikahan kita diselenggarakan," ucap suamiku, aku lalu menjawabnya dengan anggukan.


Sekarang aku baru mengerti, apa sebabnya selama ini suamiku selalu mengurungku di dalam villa, ternyata dia hanya ingin melindungi keselamatanku.


"Dad, aku minta maaf karena selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik. Maaf karena aku masih sering menjadi istri yang suka membangkang dan tidak menuruti apa katamu."


"Tidak apa-apa Sayang. Aku juga ingin meminta maaf. Maaf karena aku masih belum bisa memberimu kebahagiaan dan kebebasan," ucapnya lalu mencium keningku dan kembali mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Roy, cepat hubungi William. Suruh dia untuk menyelidiki siapa pelakunya. Kalau perlu periksa semua CCTV yang ada di sana. Terutamanya CCTV yang dekat dengan toilet wanita."


"Baik, Tuan."


.......


.......


Sesampainya di villa. Aku memeluk kedua anakku sembari menangis. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika seandainya tadi jarum suntik yang berisi obat bius itu berhasil tertancap di tubuhku, mungkin orang yang berniat jahat padaku itu sudah membawaku pergi entah ke mana. Dan yang paling membuat aku sedih, aku tidak bisa membayangkan bagaimana hari-hariku tanpa melihat kedua buah hatiku. Juga bagaimana perasaan mereka jika mereka menangis mencari mommynya.


"Sudah Sayang, jangan menangis. Nanti anak-anak kita juga ikutan menangis melihat kamu menangis." Suamiku berkata seraya ikut memeluk kami bertiga.


.


.


Dunia di luar sana teramat kejam. Para orang-orang licik dan berhati busuk pasti akan melakukan apa pun untuk menjatuhkan kedudukan orang-orang yang benci.

__ADS_1


.


.


Beberapa minggu kemudian.


Resepsi pernikahan kami akhirnya akan diselenggarakan di Galaxy Hotel hari ini. Beberapa hari yang lalu sebelum hari H tiba, penjagaan ketat kembali di lakukan, sama seperti di villa beberapa bulan yang lalu, saat dimana puluhan pria berbadan besar mulai dikerahkan untuk menjaga keamanan.


B e r s a m b u n g ...


(Sorry singkat banget🙏 Lagi sibuk banget nih)


..._______________________________________...


...Guys, sebelum novel ini ditamatkan, ke depannya aku akan kasih bumbu balado pedas manis dulu ya😅 Biar ceritanya gak kaku-kaku amat🤧...


...Semoga kalian tetap setia ya dan bersedia mengawal kisah babang Kaaran dan Rania sampai tamat....

__ADS_1


...Oh iya, buat yang belum mampir di novelnya si Abang Kaaran, kuy mampir di sana. Judulnya Raniaku, Canduku.😉...



__ADS_2