One Night Love Devil

One Night Love Devil
Konferensi Pers


__ADS_3

"Resepsi pernikahan? Kamu serius?" tanyaku, ingin memastikan.


"Untuk apa aku bercanda Sayang? Bukankah kita memang belum pernah menyelenggarakannya? Ini saja sudah sangat terlambat. Kita sudah hampir 1 tahun menikah, tapi baru mau mengadakan resepsinya sekarang." Dia berkata seraya bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah tempat tidur.


"Iya juga sih," gumamku seraya menggaruk pelan kepalaku yang tidak gatal, sambil membenarkan ucapannya.


Ku lihat suamiku membuka laci nakas lalu mengambil sesuatu di dalam sana. Aku tidak melihat barang apa yang dia ambil, tapi itu cukup membuat aku penasaran.


"Sayang, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu."


"Apa itu?" tanyaku penasaran. Untuk yang kesekian kalinya aku mengucapkan dua kata itu.


Tanpa menjawab pertanyaanku dengan kata-kata, suamiku langsung membuka sebuah kotak cincin berwarna merah lalu menunjukkan isinya padaku begitu dia sudah duduk kembali di kursinya. Sebuah cincin berlian berwarna pink muda berbentuk hati, ukurannya sedang, tidak kecil juga tidak besar.


"Rania Blanco, menikahlah denganku," ucapnya. Kedengarannya suamiku seperti sedang melamarku.


Aku tertawa. "Daddy, apa yang kamu lakukan? Apakah kamu sedang melamarku? Kamu melamar istrimu sendiri?"


"Iya, memang benar aku sedang melamarmu Sayang. Terima saja lamaranku, karena aku tidak suka ditolak," ucapnya lagi membuatku kembali tertawa. Ada-ada saja tingkah daddy Zoe dan Zack ini.


"Sayang, sekali lagi aku minta maaf karena aku baru bisa melakukan ini sekarang. Tahun lalu saat aku menikahimu, aku melewatkan hal yang sangat penting seperti ini," ucapnya, lalu mengambil cincin itu dari kotaknya kemudian menyematkannya di jari manis kananku.


Aku tersenyum. "Tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, karena sekarang kita sudah hidup bahagia dengan kehadiran anak-anak."

__ADS_1


Dia lalu berkata sambil tersenyum, "Terima kasih, Sayang. Apa kamu suka dengan cincinnya?"


"Ya, cincinnya sangat cantik, dan aku sangat menyukainya. Terima kasih, Daddy," jawabku, sambil balas tersenyum dan mengangguk. Aku lalu memandangi cincin yang saat ini tengah tersemat diantara jari-jariku. Terlihat sangat indah dan cantik.


"Sebenarnya cincin ini ingin aku berikan padamu saat aku pertama kali pulang malam itu. Diam-diam aku masuk ke dalam kamar saat kamu masih berada di dalam kamar si kembar. Aku ingin memberimu kejutan dengan kepulanganku, tapi sayang, aku lupa kalau ternyata istriku jago bela diri. Bukannya terkejut melihat kedatanganku, kamu justru malah memberiku tendangan maut."


Kami sama-sama tertawa. Masih terekam dengan jelas di dalam memori otakku tentang kejadian malam itu. Siapa suruh dia sudah berani menakutiku. Rasakan sendiri akibatnya.


"Begitu tahu bahwa kamu sangat marah padaku, aku jadi mengurungkan niatku untuk memberikan cincin ini padamu, juga mengurungkan niat untuk membahas mengenai resepsi. Aku memutuskan untuk memberikannya setelah kamu memaafkanku, yaitu sekarang."


.


.


Beberapa hari kemudian.


Tentu saja hal itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagiku. Diakui oleh seorang Kaaran Dirga sebagai istri sah di depan umum siapa yang tidak bangga dan tidak senang? Aku sangat yakin, pasti banyak perempuan di luar sana yang sangat iri padaku.


Bukan hanya mengumumkan aku sebagai istrinya, tapi dia juga mengumumkan bahwa Zoe dan Zack adalah putra putri kami, serta tanggal resepsi pernikahan kami yang tinggal beberapa minggu lagi juga ikut dia umumkan.


Tentu saja hal itu membuat banyak orang dan media menjadi heboh. Seorang Kaaran Dirga yang terkenal sebagai 'Dewa Cinta Satu Malam' akhirnya menemukan tambatan hati yang sesungguhnya. Dan yang membuat mereka semakin heboh, bahwa ternyata sekarang kami sudah memiliki sepasang anak kembar yang hampir berusia 4 bulan.


Untuk mengurangi pemberitaan miring tentang kami, suamiku bahkan sampai menunjukkan foto pernikahan kami yang diambil di gereja 11 bulan silam.

__ADS_1


.


.


Setelah mobil yang kami kendarai bertolak dari lokasi Hotel Galaxy, asisten Roy pun mengantar kami menuju sebuah butik milik seorang desainer ternama. Suamiku mempercayakan desainer ternama tersebut untuk merancang gaun pengantin beserta jas yang akan kami kenakan saat resepsi nanti.


Setelah urusan kami di butik selesai, suamiku pun mengajakku untuk jalan-jalan sebelum akhirnya kami kembali ke villa. Mumpung si kembar tidak rewel dan kata para pengasuhnya saat ini keduanya baru saja tertidur, jadi untuk 2 jam ke depan kami cukup bebas untuk menikmati momen berdua kami.


Karena diajak jalan-jalan, aku merasa sangat bersemangat. Aku memang sudah sangat lama sekali tidak menginjakkan kakiku di mall. Terakhir 1 tahun yang lalu.


"Sayang, bagaimana kalau kita makan siang dulu? Aku merasa lapar," ajak suamiku dan aku pun langsung mengiyakan.


Saat hendak memasuki sebuah restoran mewah di lantai 4 gedung mall, seorang tiba-tiba saja berteriak memanggil namaku.


"Nia! Rania!"


Dug. Jantungku seketika berdetak cukup kencang.


Suara itu ... suara itu terdengar sangat familiar. Seperti suara seorang pria yang sangat aku kenal sejak dulu.


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...

__ADS_1


...Guys, kalau bab ini mampu mendapatkan minimal 200 like sebelum pergantian tanggal, aku akan langsung up lagi bab baru. Tapi kalau tidak, besok lagi baru dilanjut.😆...


...Jangan lupa dukungannya biar authornya cepat up🤭...


__ADS_2