
Ferdi dalam diam melirik Khayra yang sedang memasak buat dirinya. Entah apa.yang ada. dalam pikiran pria itu. Khayra bukan tidak menyadari jika Ferdi memperhatikan dirinya. Namun wanita itu mengacuhkan saja.
Jika saat ini Khayra mau membantu Ferdi membuatkan mie instan, bukan berarti dia telah melupakan semua perkataan pria itu.
Setelah mie instan siap, Khayra menghidangkan dalam mangkuk dan menyajikan kehadapan pria itu. Tanpa bicara sepatah katapun Khayra masuk ke kamar.
Satu jam kemudian Khayra keluar dengan pakaian rapi. Dia melihat suaminya sedang menonton televisi. Pria itu menoleh dan menatap Khayra. Khayra pura-pura tidak menyadari jika dia diperhatikan suaminya.
"Mau kemana kamu?" tanya Ferdi akhirnya karena melihat Khayra tidak juga bicara, mengacuhkan kehadiran dirinya.
"Apa aku harus mengatakan semua yang kulakukan. Bukankah kamu yang mengatakan jika pernikahan kita hanya pernikahan di atas kertas. Jadi kita bisa melakukan sesuatu tanpa harus minta izin."
"Sekarang kamu sudah berani membantah semua ucapanku! Apa karena ada yang melindungi kamu?"
Khayra tersenyum miring menanggapi semua ucapan Ferdi. Pria ini selalu saja membuat dirinya emosi. Bukankah kemarin dia sendiri yang mengatakan jika mereka bebas melakukan apa saja tanpa izin.
"Mungkin benar aku belum pandai memahami perasaanmu, dan kamu juga belum pandai memahami sifatmu yang selalu egois. Adanya sifat egois tidak akan pernah ada hasil yang benar, justru sikap mementingkan diri sendiri serta emosi, hal itulah yang akan membawa anda pada pikiran yang negatif."
"Aku egois! Aku ini kepala rumah tangga, suami kamu. Jika aku egois wajar!" ucap Ferdi.
Mendengar ucapan Ferdi, Khayra tampak mengurut dadanya yang terasa sesak.
Tidak selamanya hubungan suami istri itu selalu berjalan baik-baik saja. Akan ada saatnya suami istri bertengkar, karena berbeda pendapat dan perubahan sifat.
Untuk menjalani sebuah hubungan suami istri, diperlukan komitmen yang kuat, keterbukaan dan komunikasi yang baik, agar hubungan semakin langgeng dan rasa cinta semakin tumbuh dalam hubungan.
Mungkin banyak orang yang lupa bahwa hubungan yang bertahan lama adalah yang dilandasi cinta, tanggung jawab, perhatian, dan saling melengkapi.
Manusia diciptakan dengan kepribadian berbeda-beda. Perbedaan pula yang membuat satu dan lainnya harus bisa saling mengerti dan toleransi. Tapi tidak jarang kamu bisa bertemu dengan orang yang punya sifat menjengkelkan, keras kepala misalnya.
Khayra tetap berjalan, dan tidak pedulikan omongan Ferdi. Dia pergi juga karena tidak ingin berdebat jika masih di rumah.
__ADS_1
Khayra duduk di taman sambil memainkan ponselnya. Di samping Khayra ada camilan yang dirinya beli. Ingin rasanya Khayra masuk kerja. Namun hari ini, dia libur.
Barra yang baru dari warung membeli makan siang ingin mendekati wanita itu. Namun niatnya diurungkan saat melihat Ferdi abang-nya mendekati Khayra.
"Cepat masuk dan ganti pakaianmu. Ayah dan Ibu meminta kita datang!" perintah Ferdi.
"Ke rumah ayah dan ibumu, Mas?" tanya Khayra.
"Ya. Dan rias pipimu itu agar tidak terlihat memar. Apa kau ingin semua orang melihat dan merasa iba?"
"Aku sudah capek berdebat denganmu. Aku juga masih punya rasa malu. Ini di taman, jika kita bertengkar akan menjadi pusat perhatian."
Tanpa mereka tahu, Barra mendengar semuanya. Dia geram mengetahui Ferdi yang menampar Khayra. Pria itu cepat beranjak dari persembunyian dan masuk apartemen. Awalnya dia tidak berencana pulang ke rumah orang Tuanya. Mendengar Khayra dan Ferdi akan kesana, Barra jadi ikutan.
**
Ferdi memandangi Khayra dari ujung rambut hingga kaki saat wanita itu telah siap berdandan dan mengajaknya segera pergi.
"Kita jadi pergi atau di rumah aja. Kenapa kamu tidak bersiap-siap?" tanya Khayra.
"Aku begini saja!" ucap Ferdi dan langsung berdiri dari duduknya. Khayra mengikuti langkah suaminya dari belakang.
(Visual Ferdi)
(Khayra)
Ferdi melirik Khayra yang duduk di sampingnya. Itu dilakukan Ferdi berulang kali. Sehingga Khayra yang mengetahui itu menjadi risih.
__ADS_1
"Apa ada yang salah denganku. Sehingga kamu melirikku terus?" tanya Khayra.
Ferdi yang merasa malu karena perbuatannya diketahui Khayra hanya diam tanpa menjawab. Pria itu bahkan melajukan mobil dengan kecepatan lebih tinggi.
"Jangan ngebut, Mas. Aku belum mau mati!" ucap Khayra.
"Kenapa? Kamu takut nggak bisa bersama Barra lagi?" tanya Ferdi.
"Aku sudah katakan, jika aku tidak mau berdebat. Kecuali jika itu berdebat di kantor urusan agama."
"Kenapa kamu ngotot ingin pisah denganku? Jika bukan karena ada selingkuhan!"
"Buat apa diteruskan.pernikahan ini. Hanya akan menambah luka. Aku tahu kamu memilik kekasih. Lebih baik kamu jalani hidup berumah tangga dengan wanita itu saja. Kenapa kamu tidak menolak pernikahan ini jika memang tidak menginginkan?" tanya Khayra.
"Aku tidak pernah membantah apa yang diinginkan kedua orang tuaku."
"Kamu ingin terlihat seperti anak yang berbakti pada orang tua dengan mengorbankan aku sebagai tumbalnya. Kenapa kamu setuju jika hanya untuk menyakiti aku? Apa salahku?" tanya Khayra.
Ferdi tidak menjawab semua pertanyaan Khayra. Bagaimana mungkin dia jujur. Mengatakan jika semua ini karena dia ingin membalas sakit hati Naina.
Wanita yang dekat dengannya sejak tiga tahun lalu itu memaksa Ferdi menerima pernikahan ini setelah tahu mereka dijodohkan.
Naina mengatakan jika Khayra kakak-nya ini sangat jahat dan licik. Selalu saja berpura-pura baik. Khayra jualah yang sering menghabiskan uang darinya. Itulah alasan kenapa Ferdi tidak pernah memberikan uang sebagai nafkah. Baginya ini adalah cara membalas Khayra yang telah banyak menghabiskan uang pemberiannya untuk Naina.
Ferdi kembali melirik Khayra dan berkata dihatinya,"Apakah benar wanita ini jahat. Dari. sikapnya tidak menunjukan itu. Tapi Naina tidak mungkin berbohong. Bukankah mereka saudara tiri. Naina mengatakan Khayra marah karena ayahnya yang menikahi ibu Naina sehingga wanita ini membalas sakit hatinya pada Naina!" ucap Ferdi dalam hati.
"Jangan memandangi aku seperti itu. Kamu nanti bisa berubah pikiran. Aku lebih suka kamu membenciku agar aku secepatnya bisa bebas darimu!" ucap Khayra lagi.
"Jangan pernah berharap aku akan menceraikan kamu, Khayra. Apa lagi jika terbukti kamu berselingkuh dengan Barra. Aku tahu kamu dan Barra pernah memiliki hubungan dulunya!' ucap Ferdi
Khayra kaget mendengar ucapan pria itu. Dia memandangi Ferdi dengan tanpa kedip. Dari mana pria ini tahu mengenai hubungannya dengan Barra.
__ADS_1
...****************...
Selamat siang semuanya. Pasti sedang liburan ya. Walaupun lagi libur, tetap baca novel mama ini ya. Nantikan terus kelanjutannya. Terima kasih.