
Khayra bersumpah akan membuka mata semuanya tentang siapa Naina sebenarnya. Dia akan buktikan secepatnya dengan bantuan Barra. Cukup sudah dirinya di tindas.
Khayra menghentikan taksi yang lewat. Dia meminta antarkan ke penginapan terdekat. Khayra ingin sendiri untuk saat ini.
Di rumah orang tuanya, begitu Khayra pergi, Ferdi juga ikutan pamit. Dia masih bingung dengan apa yang tadi di dengar dari pertengkaran Khayra dan Ayah-nya. Yang Ferdi tangkap, Naina yang selalu di manja dan Khayra ditelantarkan. Selama ini Naina mengatakan jika dia yang diabaikan ayah tirinya itu.
"Ayah, Ibu, aku pamit. Sudah malam. Aku takut sampai di rumah larut malam dan aku mengantuk."
"Maafkan jika kamu harus menyaksikan pertengkaran tadi."
"Nggak apa, Yah. Tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus saja. Seperti rumah tanggaku dan Khayra. Aku juga minta maaf karena menceraikan Khayra tanpa Ayah tahu."
"Bukan kamu yang harus meminta maaf tapi ayah. Karena belum bisa mendidik Khayra jadi wanita atau istri yang setia dan bisa di banggakan!"
"Tidak sepenuhnya juga salah Khayra, tapi salah kami berdua. Aku pamit," ucap Ferdi.
"Ayah, Ibu, aku antar Mas Ferdi ke luar sebentar!" ucap Naina.
Ayah hanya diam, termenung. Dari hati terdalam dia tidak tega melihat Khayra yang pergi dengan pipi lebam karena tamparannya.
Ayah masuk ke kamar dan membaringkan tubuhnya. Teringat sosok Ningsih, ibu nya Khayra. Wajahnya begitu mirip dengan Khayra. Sebenarnya ayah menjauh dari anaknya itu karena tidak ingin terus bersedih. Setiap melihat Khayra, Ayah selalu ingat sosok istri yang sangat dia cintai itu.
Ayah beranggapan kemiripan wajah Khayra membuat ibunya pergi. Bukankah menurut mitos jika Anak perempuan yang mirip ibunya biasanya kalah salah satunya. Maksudnya? Salah satunya biasanya kalah. Ada yang lebih dulu meninggalkannya.
Ayah lupa jika takdir bukan terletak pada wajah yang mirip tapi tergantung kehendak yang diatas.
__ADS_1
Sambil menyetir Ferdi masih terngiang ucapan Khayra. Jika dirinya dari kecil telah banting tulang.
"Jadi selama ini Naina berbohong? Apa memang selama ini aku salah menilai Khayra? Hatiku tertutup karena ucapan dari Naina. Mulai hari ini aku akan selidiki siapa yang benar diantara mereka berdua," gumam Ferdi di hatinya.
Ferdi ingat saat dia mau berhubungan dengan Naina, wanita itu pernah keceplosan mengingatkan dia pakai pengaman. Padahal dari awal berhubungan, mereka tidak pernah menggunakan pengaman apapun.
"Jangan lupa pengamannya, Sayang. Nanti aku hamil. Nggak tahu papa nya siapa?" ucap Naina saat itu.
Ferdi yang mendengar kaget. Itu artinya dia berhubungan juga selain dengannya. Kenapa Naina takut tidak mengetahui siapa ayah anaknya? Itu yang menjadi pertanyaan Ferdi saat itu.
"Kenapa kamu berkata begitu? Apa kamu ada berhubungan dengan pria lain? Aku nggak pernah gunakan pengaman!" ucap Ferdinan.
Tampak Naina sedikit kikuk, dia mendekati Ferdi dan mengecupnya. "Aku bercanda, Sayang. Aku coba ikuti video toktok ini." Naina menunjukkan video toktok, di mana wanita dalam video itu memang bicara yang sama dengan yang diucapnya.
Pagi hari Khayra langsung cabut dari penginapan. Dia kembali ke apartemen. Saat akan masuk ke apartemen Khayra berpapasan dengan Barra.
"Kamu dari mana, Ra?" tanya Barra, melihat Khayra yang menenteng tas pakaian.
"Awalnya aku berencana ingin menginap di rumah Ayah. Namun semua batal karena aku bertemu Naina dan Ferdi!" ucap Khayra.
"Mereka berdua berani memperlihatkan hubungannya?" tanya Barra.
Khayra menganggukan kepalanya. Masih terngiang pengakuan Naina, jika mereka bukan sekedar selingkuh tapi sudah sering berhubungan badan. Bahkan dengan bangganya Naina mengatakan semua itu.
"Naina telah mengakui semuanya. Sepertinya ibuku telah tahu tentang hubungan mereka. Namun mengacuhkan bahkan seperti merestui. Aku batal menginap karena ayah tidak percaya atas apa.yang aku katakan dan bahkan menuduh aku yang salah karena telah berselingkuh denganmu!" ucap Khayra.
__ADS_1
"Aku kira Ayahmu akan berubah seiring waktu ,ternyata sama aja," ujar Barra.
Barra masih ingat semua yang pernah Khayra katakan dengannya tentang sikap dan perlakuan Ayahnya yang berbeda antara dirinya dan Naina.
"Tenang saja, Ra. Aku akan membuka mata seluruh orang yang telah dibodohi Naina. Aku akan membuat mereka menyesal karena telah percaya dengan ular betina seperti Naina."
"Apa yang akan kamu lakukan untuk membuka mata mereka. Aku ingin Ayah tahu jika anak yang dia manja dan sayangi tidak sebaik pikirannya."
Barra makin merapatkan tubuhnya pada Khayra. "Sini aku bisikan. Jangan sampai pembaca novel mama reni tahu. Jadi nggak penasaran mereka nantinya," ucap Barra.
Khayra menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan rencana Barra. Dia berharap ini akan berhasil. Bukannya Khayra iri dengan adik tirinya itu sehingga merencanakan semua ini. Dia hanya ingin membuka pikiran korban Naina. Agar Naina juga merasa penyesalan.
Setelah membicarakan rencana mereka untuk menjebak Naina. Wanita itu masuk. Dia ingin istirahat. Pikirannya sangat lelah.
Jangan meremehkan merendahkan melecehkan orang pendiam mereka diam bukan karena tak mampu melawan hanya saja menghargai Anda sekalian namun ketika orang diam marah anda bisa buktikan seperti apa akhirnya.
Jangan pernah merendahkan orang yang pendiam karena saat kesabarannya habis maka sebaliknya kamu sangat rendah dimatanya.
...****************...
Selamat Pagi. Happy Weekend. Semoga hari-harinya menyenangkan.
Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1