
"Kakimu kenapa Khayra?" tanya Mama Ferdi. Pertanyaan Mama mertuanya itu membuat Khayra kaget. Namun wanita itu berusaha mengendalikan semuanya. Dia hanya tersenyum dan menarik Napas dalam mencari jawaban yang pas untuk pertanyaan mertuanya.
"Kemarin keinjak pecahan kaca, Ma," jawab Khayra dengan tersenyum. Wanita itu berusaha menyembunyikan kegugupan dengan meremas jemarinya. Dia merasa bersalah karena telah membohongi mertuanya.
"Mama dan Papa udah nggak sabar menantikan cucu dari kamu. Kalau cewek pasti secantik Khayra dan kalau cowok seganteng kamu," ujar Mama dengan Ferdi.
Tampak sekali Ferdi gelisah saat mama berkata begitu. Dalam hati pria itu, bagaimana istrinya bisa hamil jika dalam sebulan pernikahan mereka Ferdi belum pernah menyentuhnya.
Ferdinan tidak mau melakukan hubungan badan dengan Khayra istrinya karena dia tidak ingin terikat. Jika dia telah menyentuh wanita itu, apa lagi jika sampai hamil, berarti dia harus tanggung jawab.
Dengan Naina saja, pria itu tetap mau bertanggung jawab karena merasa dialah yang telah merusak adik tiri Khayra itu. Walau terkadang Ferdi merasa bosan melihat Naina yang manja atau egois tapi dia tidak ingin meninggalkan gadis itu karena dia yang telah merenggut kesuciannya.
__ADS_1
"Mama, kami menikah baru sebulan. Masih ingin berbulan madu. Belum kepikiran memiliki anak. Kami akan memberikan mama cucu jika aku dan Mas Ferdi telah sama-sama siap nantinya.
"Jangan lama-lama, mama takut keburu tua dan tidak ada tenaga buat menggendongnya!" ucap mama.
"Bagaimana jika kalian berdua berbulan madu? Ini hadiah pernikahan dari papa. Kalian bisa pergi berdua. Lusa hingga sepuluh hari kedepan," umat papa.
Khayra dan Ferdi sangat kaget dengan ucapan papa. Mereka berdua jadi saling pandang. Bagaimana mungkin mereka harus berbulan madu sedangkan mereka tidak pernah akur.
Barra yang baru masuk juga tidak kalah kaget. Pria itu sampai menghentikan langkah kakinya mendengar Papa meminta Khayra dan Ferdinan berbulan madu.
Semua mata saat ini tertuju ke arah Barra. Tidak percaya dengan apa yang pria itu ucapkan. Mengapa dia melarang abang dan kakak ipar nya berbulan madu.
__ADS_1
Ferdi memandangi Barra dengan wajah menyelidik. Kanapa dan apa alasannya Barra melarang dia dan istrinya berbulan madu.
Ferdi yang licik ingin tahu alasannya. Dia ingin Barra jujur jika adik nya itu masih mencintai Khayra istrinya. Ferdi ingin menjebak Barra.
"Kenapa kamu yang mengatakan tidak bisa? Khayra saja tidak mengatakan apa-apa. Mau aja. Tidak membantah. Sepertinya kamu sangat dekat dengan Khayra sehingga bisa tahu isi hatinya." Ferdi tersenyum dengan liciknya. Dia menatap wajah Khayra dan Barra bergantian, ingin tahu bagaimana reaksi mereka. Apa yang akan mereka jawab.
"Betul apa yang Ferdi katakan. Kenapa kamu yang mengatakan tidak bisa sedangkan Khayra hanya diam saja," ucap Mama.
"Aku mengatakan itu karena tahu Khayra itu bekerja di super market dan biasanya hanya memberikan libur satu hari dalam seminggu." Barra menjawab dengan tegas karena tahu abangnya Ferdi ingin menjebak dirinya.
"Kamu masih kerja di super market, Khay? Bukankah mama telah meminta kamu berhenti. Apakah uang dari Ferdi tidak cukup? Ferdi berapa kamu beri uang buat Khayra? Jangan sampai orang tahu jika Khayra masih bekerja. Pasti mereka mengira kamu tidak memberi nafkah pada istrimu.
__ADS_1
Ferdi terdiam, dia memang tidak pernah memberikan uang buat Khayra. Sepeserpun dia tidak memberi uang buat istrinya itu.
...****************...