ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 16. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Barra yakin apa yang di dengar Ferdi tentang hubungannya itu tidak benar semuanya. Pasti ada yang ditambah. Mama dan Papa masih tampak bengong mendengar jawaban dari Ferdi. Mereka ingin penjelasan yang lebih dari kedua putranya. Apakah di antara mereka terjadi cinta segi tiga?


"Papa ingin dengar dari kamu, Barra! Apa benar yang semua yang Ferdi katakan?" tanya Papa dengan suara tegas.


Barra yakin, apa pun yang dikatakan dirinya, pasti papa dan mama kurang percaya dan lebih mendengar apa yang Ferdi ucapkan.


Namun, Barra tidak bisa tinggal diam. Ini menyangkut nama baik dari Khayra dan juga pandangan negatif mama terhadap wanita itu.


Barra menarik napas dalam, ingin merancang kata yang pas untuk neyakinkan kedua orang tuanya.


"Aku dan Khayra memang pernah dekat. Namun, semua telah lama berakhir. Kami memutuskan berpisah dua tahun lalu. Dan aku baru tahu jika istrinya abang Ferdi adalah Khayra saat datang di pesta peenikahanannya. Sejak putus kami tidak pernah saling kabar apa lagi bertegur sapa."

__ADS_1


Barra menjeda ucapannya dan menarik napas dalam. Dia tidak ingin ucapannya akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Khayra hanya diam dan meremas tangannya, untuk menghilangkan kegugupannya.


"Kamu emang telah putus dan baru bertemu lagi saat pernikahanku dan kalian berdua ternyata membohongi aku dengan kembali menjalin hubungan. Cinta lama bersemi kembali di antara kalian. Inilah salah satu penyebab aku tidak mau memberikan uang buat Khayra. Aku nggak mau uangku digunakan buat kalian berdua berkencan!" ucap Ferdi dengan suara mengejek.


Khayra menatap Ferdi marah. Pria ini telah keterlaluan. Jika memang mertuanya jadi membencinya, mungkin itu yang terbaik bagi Khayra. Wanita itu telah bertekad akan berpisah dengan Ferdi. Untuk apa meneruskan hubungan toxic ini.


"Jangan membalikkan Fakta Mas Ferdi. Bukankah kamu yang berselingkuh. Pergi ke luar kota alasan kerja nggak tahunya ngamar dengan wanita lain. Aku nggak peduli apa yang kamu lakukan, asal jangan menuduhku melakukan hal yang sebenarnya kamu lakukan. Kamu pelaku seolah jadi korban."


Papa dan Mama Ferdi jadi kaget mendengar ucapan Khayra. Begitu juga Ferdi dan Barra. Kedua saudara itu tidak menduga jika wanita yang ada dihadapkannya berani mengatakan itu pada kedua orang tuanya.


Dalam hati Ferdi berkata jika dia mulai hari ini tidak bisa meremehkan istrinya itu. Wanita itu bisa merusak reputasinya di mata kedua orang tua. Ferdi harus melakukan sesuatu agar Khayra tidak banyak bicara.

__ADS_1


"Sudahlah Khayra. Apa aku harus menjelaskan lagi padamu jika wanita itu sekretarisku. Saat kamu menghubungi aku. Ponselku berada di tangannya. Dia hanya bercanda mengatakan sekamar denganku. Kenapa kamu bisa langsung percaya dengan candaan macam itu," ucap Ferdi.


Papa dan Mama menatap Ferdi minta kejujuran dari putranya itu. Namun apa yang dikatakan Ferdi memang masuk akal. Biasa bagi atasan kadang menitipkan ponsel pada sekretarisnya.


Papa Ferdi juga melakukan hal yang sama. Dia sering menitipkan ponselnya pada sekretaris di kantor.


"Khayra, apa yang dikatakan Ferdi itu, Papa rasa benar. Papa mengerti kamu pasti cemburu saat menghubungi suami tapi yang mengangkat suara wanita. Namun kamu harus mengerti, seorang pengusaha memang begitu. Selalu menitipkan barang pribadi dengan sekretaris karena itu orang kepercayaan mereka," ucap Papa mertua Khayra.


Mama yang memang lebih percaya dengan Ferdi turut angkat bicara. "Apa yang Papa katakan itu benar. Mama saja sering menghubungi Papa yang menerima sekretarisnya. Kamu jangan langsung curiga. Kamu harus paham apa pekerjaan suami kamu. Dia pengusaha yang memiliki seorang kepercayaan untuk memegang semua barang pribadinya. Mama harap mulai hari ini kamu bisa mengerti dengan apa yang Ferdi lakukan!" ujar Mama.


"Dan kamu Barra, mulai hari ini jauhi Khayra walau dengan alasan apapun. Ferdi tidak salah jika mencurigai kamu karena kalian memiliki hubungan di masa lalu. Mama juga harap kamu mengerti Khayra. Jangan dekat dengan pria manapun jika kita telah menikah. Itu akan menjadi fitnah!" ucap Mama lagi.

__ADS_1


Barra tidak bisa terima jika dirinya dan Khayra yang disalahkan Papa dan Mamanya. Terutama Khayra. Padahal wanita itu ingin mencurahkan isi hatinya tapi malah disalahkan.


...****************...


__ADS_2