ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 30. ONE NIGHT with IPAR.


__ADS_3

Barra menarik napas dalam mengingat semua kebodohannya. Dua kali dikadali oleh wanita dan parahnya wanita yang dia cintai menjadi korban sakit hatinya.


Barra tidak menyalahkan Khayra karena memang semua ini salahnya. Tidak seharusnya Barra meladeni Angel. Siapapun akan mengira jika dirinya menyambut dengan tangan terbuka kehadiran sahabat Khayra itu.


Mengenai Naina, Barra tidak mengira jika adik tiri Khayra itu juga mengatakan kebohongan dengan mantan kekasihnya ini. Barulah Barra mengerti kenapa Khayra sangat membencinya.


Barra lalu merubah duduknya. Dia jadi yakin jika Naina selingkuhan Papa dan abang-nya adalah adik tiri Khayra.


"Aku nggak pernah berhubungan dengan Naina, Khay. Aku juga tidak pernah tertarik dengan adik tirimu itu. Dari ceritamu saja aku tidak menyukai wanita itu. Jika dulu aku mendekati Naina, hanya untuk mencari tahu keberadaan dirimu."


Barra mencoba menjelaskan semuanya. Walau dia yakin tidak akan mudah mengembalikan kepercayaan Khayra atas dirinya. Apa lagi saat ini dia baru saja pisah dengan suaminya. Pasti kekecewaan dirinya dengan pria makin bertambah.


Barra menarik napasnya dalam. Dia tidak ingin lagi salah bicara apa lagi bertindak. Khayra baru saja mau menerima kehadiran dirinya.


"Mana ada maling yang mengaku, Barra. Bisa penuh penjara. Tapi bagiku tidak masalah. Saat itu kita juga telah putus. Cuma yang tidak habis pikir bagiku, kenapa kamu selalu berselingkuh dengan orang terdekatku. Sakitnya itu lebih menyayat dari pada kamu selingkuh dengan orang yang tidak ku kenal."


"Khay, aku tahu bagaimana sakitnya hatimu padaku. Aku tidak minta kamu percaya. Karena percuma saja semua telah terjadi. Cuma aku juga memiliki hak untuk membela diriku bukan. Aku bersumpah tidak pernah ada hubungan dengan Naina atau Angel. Aku mohon Khayra, percayalah jika satu-satunya wanita yang ada di hati ini hanya kamu."


Barra meraih tangan Khayra dan menggenggamnya. Barra telah bertekat akan membuat Khayra jatuh cinta lagi dengan dirinya dan kembali bisa menjalin hubungan. Dia tidak akan membiarkan gadis itu lepas dari genggaman dirinya lagi.


"Khay, aku tidak mau kamu terlalu cepat mengambil keputusan. Cobalah kita mulai dari awal lagi. Aku janji akan memperbaiki semua kesalahanku yang lalu."


Khayra tidak bisa menjawab. Jika mau jujur, kehadiran Barra kembali dalam hidupnya membuat Khayra kembali bersinar. Dan juga kembali merasakan kebahagiaan.


"Aku belum bisa menjawab saat ini. Lebih baik kita jalani semua seperti air mengalir. Jika kita memang ditakdirkan bersama, pastilah kita akan kembali bersatu dalam hubungan lebih dekat. Aku mau menghilangkan rasa trauma ini dulu."

__ADS_1


Barra tersenyum mendengar jawaban dari Khayra, setidaknya wanita itu mengizinkan dirinya untuk kembali dekat lagi.


"Boleh aku tanya sesuatu, Khayra? Tapi aku harap kamu jangan salah paham dan jangan berpikir yang macam-macam."


"Kamu mau tanya apa, sih? Kenapa serius banget." Khayra menjadi heran melihat tampang Barra yang sangat serius.


"Aku hanya ingin tanya, apakah selama ini adik tirimu Naina juga mengenal Ferdi?" tanya Barra dengan hati-hati. Dia tidak ingin Khayra jadi berpikir yang macam-macam atas pertanyaan dirinya itu.


"Aku nggak tahu seberapa dekat hubungan mereka, namun yang aku lihat mereka cukup akrab. Ibu tiriku pernah ngomong, kalau Naina dan Ferdi sudah saling kenal. Aku juga tidak mengerti, kenal yang bagaimana yang dimaksud ibu."


Barra jadi makin curiga jika memang Naina adik tiri Khayra lah selingkuhan Papa dan abang nya. Cuma Barra tidak habis pikir kenapa bisa dua orang itu menyukai wanita yang sama.


"Maaf, sekali lagi aku ingin tahu, apa pekerjaan Naina?" tanya Barra. Dia ingin tahu dengan jelas siapa selingkuhan Papa-nya. Yang membuat Barra geram karena wanita itu menjadi selingkuhan Papa sekaligus abang-nya.


Yang menjadi pertanyaan Barra, apakah wanita yang ingin dinikahi Ferdi abang-nya itu adalah Naina. Jika itu benar, Barra akan membuka kedok wanita itu sebelum mereka menikah, biar Ferdi tahu bagaimana wanita yang dia cintai. Membuang Khayra dan akhirnya zonk. Naina juga tidak dapat dirinya miliki.


"Aku nggak tahu apa kerjaan Naina. Pernah aku dengar dari ceritanya dengan Ayah, dia kerja di satu perusahaan sebagai sekretaris. Tapi aku nggak tahu perusahaan apa karena Naina tidak menyebutnya."


"Apa Naina kuliah?" tanya Barra lagi.


"Pernah kuliah, tapi saat KKN dia tidak mau ikut. Dia tidak mau ditempatkan di desa. Makanya aku salut dengannya. Dengan modalkan ijazah sekolah menengah atas dia bisa menjadi sekretaris dengan gaji besar," ujar Naina, tampak kagum.


"Dari mana kamu tahu gajinya besar?"


"Dia bisa beli ini itu dengan gampang. Pakaiannya semua bermerek ternama. Aku dapat beli di pasar loak aja dah bahagia."

__ADS_1


"Kamu ingin semua yang Naina beli? Aku bisa belikan. Aku juga bisa menjadikan kamu sekretaris di perusahaan milikku!" ucap Barra.


"Aku nggak mau. Kasihan dengan orang yang benar-benar memiliki kemampuan. Dia di tolak hanya karena seseorang yang memiliki kenalan orang dalam. Kita bisa membuat orang menjadi putus asa. Aku ingin kerja sesuai kemampuan saja."


Barra tersenyum dan salut dengan pemikiran Khayra. Dia tidak mau menggunakan prinsip aji mumpung. Khayra menatap Barra dengan penuh curiga.


"Kenapa menatap aku seperti itu?" tanya Barra.


"Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku? Untuk apa kamu bertanya banyak tentang Naina? Pasti ada sesuatu yang terjadi."


"Tidak ada apa-apa. Aku tiba-tiba teringat dengan adik tirimu itu. Dulu kamu sering cerita tentang dia."


"Aku nggak percaya! Pasti ada yang kamu tutupi dan sembunyikan dariku. Kenapa sekarang kamu banyak bertanya tentang dirinya?"


"Sudah jam delapan, kamu nggak siap-siap kerja. Aku antar ya. Biar nggak telat," ucap Barra mengalihkan pembicaraan. Usahanya berhasil. Tampak Khayra berdiri dari duduknya.


"Oke, aku mandi dulu. Nanti di mobil kamu bisa jelaskan kenapa bertanya tentang Naina begitu detail-nya," ucap Khayra sebelum berjalan.


Barra menepuk jidatnya. Di kira bisa mengalihkan topik, namun ternyata wanita itu lebih pintar.


...****************...


Selamat Siang.Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ya ke novel dibawa ini. Tidak kalah seru


__ADS_1


__ADS_2