
Namun, melihat Reno yang malah diam, semakin membuat Barra untuk membuka mata Reno tentang perempuan bernama Naina itu.
Kembali Barra melipat kedua tangannya di depan dada, sudah siap menodong Reno dengan pertanyannya lagi. "Apa Papa tahu tentang Naina memiliki hubungan lain selain dengan Papa? Apa Papa tahu bahwa laki-laki lain itu adalah anak Papa sendiri? Apa Papa tahu bahwa selingkuhan dari Ferdi adalah Naina?"
Reno tampak sangat terkejut. Dari mana Barra tahu semuanya. Jika Barra telah mengetahui kebusukan dirinya akan sulit bagi Reno mengelak. Dia tahu anaknya Barra pasti tidak akan tinggal diam jika menyangkut keluarga.
Padahal Barra sering di sisihkan dalam keluarga, namun anak itu tetap menomor satukan keluarga. Namun, Reno tampak tak gentar. Mungkin ini saatnya dia juga membuka rahasia Barra. Toh anaknya juga tidak bersih. Sama ba*ji*ngan juga dengan dirinya.
"Papa telah tahu'kan jika Naina juga selingkuhan Ferdi? Kenapa Papa masih tetap menjalin hubungan dengan wanita ular itu. Di mana perasaan Papa?" tanya Barra dengan suara keras.
"Jangan berteriak! Nanti ada yang dengar," ucap Reno mulai terbawa emosi.
"Kenapa? Apa Papa malu jika orang tahu, ayah dan anak selingkuh dengan wanita yang sama. Di sini yang rugi Papa dan Ferdi. Apa Papa tidak sadar sedang dipermainkan Naina? Dari Papa dia dapat uang. Dari abang Ferdi juga. Jika memang mau selingkuh cari yang lebih dari Mama. Jangan mau dibodohi oleh satu wanita!" ucap Barra masih dengan emosi.
Barra tahu Papa dan Abang-nya Ferdi sering memberikan uang buat Naina dalam jumlah yang tidak sedikit. Barra marah karena dua orang pria di keluarga-nya bisa dibodohi oleh satu wanita.
Barra ingin membuka mata Papa-nya sebelum banyak memberi. Apa yang membuat dua orang itu bisa takluk dengan Naina? Memang diakui Barra jika Naina memang wanita yang cantik. Apa lagi saat ini, dia jauh berubah. Mungkin penuh perawatan tubuhnya.
"Maling jangan teriak maling, Barra. Apa kamu kira Papa tidak tahu tentang hubunganmu dengan Khayra?" tanya Papa dengan tersenyum miring.
"Apa yang Papa tahu tentang hubungan aku dan Khayra? Kami memang pernah menjalin hubungan dulu. Dan jika aku saat ini mendekati Khayra lagi, apa itu salah? Bukankah Bang Ferdi telah bercerai?" tanya Barra.
__ADS_1
Papa Reno tertawa dengan nada mengejek. Pria itu merubah duduknya dan mencondongkan badannya mendekati Barra.
"Papa tahu tentang kejadian malam pertama pernikahan Khayra dan Ferdi!" ucap Papa Reno.
Barra kaget bukan kepalang. Dari mana Papa-nya tahu tentang kejadian malam itu. Barra saja menyesal telah melakukan itu.
Saat itu, di hati Barra hanya ada rasa sakit hati. Wanita yang dia cari dan cintai ternyata menikah dengan abang-nya. Rasa sakit hatinya membuat Barra gelap mata.
Dia sengaja minum alkohol untuk membuat dirinya berani melakukan itu. Dia tidak ingin wanita yang dicintainya di rebut saudara nya sendiri.
Setelah Barra merenggut kesucian Khayra, baru dia tahu jika Khayra dan Ferdi menikah karena di jodoh. Dan Khayra benar-benar belum tahu jika dirinya dan Ferdi bersaudara.
Saat akan melakukan itu, Barra telah memastikan semua keluarganya masih berada di taman merayakan pesta pernikahan abang-nya Ferdi. Namun, ternyata papa-nya mengetahui semua itu.
"Papa tahu, kamu dan Khayra menghabiskan malam pertama berdua. Malam yang seharusnya dilakukan Ferdi dengan istrinya. Jadi ingat, kamu itu sama saja maling teriak maling!" ucap Papa Reno masih dengan senyum liciknya.
"Aku dan Khayra tidak melakukan apapun!" ujar Barra mencoba membela diri. Apa yang diinginkan Papa-nya. Jika memang Papa mengetahui semuanya dari awal, pantas lah Papa membela Ferdi saat Khayra mengatakan jika dia berselingkuh.
Apa yang akan dia lakukan jika Papa mengatakan semuanya pada Ferdi dan Mama. Barra tidak peduli akan nama baiknya. Yang Barra kuatirkan Khayra. Sebenarnya di sini dia tidak bersalah. Namun siapa yang bisa percaya dengan ucapan dirinya.
Yang paling tersakiti dari semua ini adalah Khayra. Dia menjadi korban keegoisan dua keluarga. Pertama keluarganya. Dia diperkosa di malam pertama sama Barra. Diselingkuhi suami dengan adik tirinya. Dan ternyata mertuanya telah mengetahui pengkhianatan suaminya, bahkan mertuanya juga melakukan dengan wanita yang sama.
__ADS_1
Keluarganya tempat satu-satunya dia bisa berlindung namun tidak memberikan tempat buatnya. Ayah Khayra sangat membenci dirinya. Ibu dan adik tirinya apa lagi. Bagaimana jika Khayra tahu jika ibu tirinya dari awal telah mengetahui pengkhianatan adik dan suaminya.
"Siapa yang kamu harap percaya dengan ucapanmu itu? Mana ada sepasang pria dan wanita sekamar satu jam tidak melakukan apa pun. Bagaimana jika ini juga diketahui keluarga besar kita terutama ayah Khayra. Pasti dia akan lebih membenci anaknya itu!"
"Lebih jijik yang dilakukan Naina dengan Papa dan Ferdi. Jika Khayra di sini hanya korban. Korban keegoisan dariku, dan juga Bang Ferdi."
"Jangan terus membela wanita itu. Awalnya papa kita dia berbeda dengan adiknya Naina. Namun ternyata sama saja. Dia juga main gila dengan adik ipar nya!" ujar Papa lagi.
Reno sebenarnya baru mengetahui itu saat tanpa sengaja dia memeriksa cctv mencari tahu tentang kejadian di hari pernikahan Ferdi. Papa ingin menghapus video yang merekam kehadiran Naina. Papa takut Mama Melli melihat wanita itu.
Malam tadi dia membuka lagi rekaman di hari pernikahan Ferdi. Itulah tanpa sengaja dia melihat tangkapan saat Barra masuk ke kamar Ferdi di mana Khayra telah masuk terlebih dahulu.
"Khayra memang tidak mengetahui apa-apa! Dia tidak bersalah!" ucap Barra. Dia harus bisa meyakinkan Papa jika Khayra hanyalah korban.
...****************...
Selamat sore semuanya. Bagaimana dengan Bab kali ini. Kejutan, bukan? Ternyata Papa mengetahui semua kejadian malam itu. Terus nantikan kelanjutannya ya. Lope-lope sekebon jengkol. 💓💓💓💓💓
Bonus visual
__ADS_1