
Di perjalanan menuju tempat kerja Khayra, Barra sengaja mengalihkan pembicaraan agar wanita itu tidak bertanya tentang Naina.
Barra masih bimbang, apakah dia akan jujur atau menyembunyikan kenyataan jika selingkuhan Papa dan abang-nya Naina adik tiri Khayra.
Saat Khayra mandi tadi, Barra mendapat laporan jika Naina yang saat ini bersama Papa-nya adalah benar adik tirinya Khayra.
Apa yang akan Barra katakan saat Khayra mendesaknya nanti? Barra ingin tahu jawaban Papa nya baru mengatakan semuanya dengan Naina.
"Masih belum mau jujur, apa sebenarnya yang kamu sembunyikan mengenai Naina?" tanya Khayra. Barra menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan memandangi wajah Khayra dengan seksama. Apa dia harus mengatakannya saat ini? Apa Khayra akan bisa menerima semua ini?
"Maaf, Ra. Bukannya aku nggak mau jujur. Tapi aku takut jika semua ini membuatmu menjadi sakit hati dan terluka. Aku takut kamu jadi kecewa."
__ADS_1
Khayra merubah duduknya menghadap Barra. Inilah kejelekan Barra, dia tidak mau jujur dengan apa yang terjadi. Pria itu selalu ingin selesaikan semua sendiri.
Seperti pengakuannya tadi, jika dia tidak pernah bermaksud selingkuh dengan sahabatnya Angel, tapi Barra bermaksud ingin menjebak wanita itu. Namun dirinya yang akhirnya menjadi korban.
"Apa kamu tidak belajar dari kesalahan yang dulu, Bar? Kamu mengaku terjebak dengan permainan Angel. Kamu bermaksud ingin menjebaknya, tapi kamu yang kena. Semua kamu lakukan tanpa mengatakan apa-apa padaku. Coba dari awal kamu mengatakan semuanya. Pasti aku tidak akan salah paham. Atau itu hanya cerita bualanmu untuk membela diri?" tanya Khayra dengan mata menyipit memandangi Barra.
Khayra belum bisa percaya sepenuhnya apa yang Barra katakan. Bisa saja pria itu berbohong hanya untuk membela diri. Jika ada Angel sebagai orang ketiga dan mengakui semuanya barulah Khayra percaya.
Barra tampak menarik napas panjang mendengar ucapan Khayra. Mana mungkin dia mengarang cerita hanya untuk membela dirinya sendiri. Barra juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Angel. Ini juga kesalahannya yang ikut meladeni Angel. Seharusnya Barra tidak menanggapi chat Angel dan berpura-pura meladeni. Wanita manapun pasti berpikir Barra menyukainya, karena membalas semua chat .
Khayra ingat, dua hari setelah kejadian itu, dia memilih pindah ke kampung ibu kandungnya. Dia bekerja di toko kecil hanya untuk menyambung hidup. Khayra memilih kost di dekat toko. Keluarga tidak ada yang melarang atau mencegahnya pindah. Ayah kandung nya saja tidak peduli apa lagi ibu dan adik tirinya.
__ADS_1
Sejak Ibu kandungnya meninggal di usia Khayra yang baru memasuki sembilan tahun, Khayra merasa sendiri. Ayah nya tidak peduli akan kehadiran dirinya. Khayra tinggal bersama bibinya hingga dua tahun kemudian bibinya pun meninggal.
Khayra dengan terpaksa mengikuti ayahnya. Ternyata Ayah Khayra telah menikah lagi dengan janda beranak satu, Ibunya Naina.
Sejak saat itu hari-hari yang Khayra lalui penuh dengan penderitaan dan kesedihan. Ayahnya lebih mencintai dan menyayangi Naina adik tirinya. Khayra harus berjualan kue milik tetangga jika ingin uang jajan. Terkadang uang yang di dapatnya bahkan di minta Ayahnya untuk diberikan pada Naina.
"Aku merasa semua orang tidak ada yang tulus mencintaiku. Kamu yang aku jadikan tempat aku mengadu dan berbagi ternyata juga menduakan aku. Itulah sebabnya aku memutuskan pergi. Ayah kandungku sendiri tidak pernah peduli denganku. Apa lagi orang lain. Aku berpikir, mungkinkah kehadiran aku dianggap kesialan bagi mereka. Padahal aku tidak meminta apapun. Hanya butuh sedikit perhatian dan kasih sayang," ucap Khayra dengan sendu.
Barra makin merasa bersalah karena pernah meninggalkan wanita itu. Barra memutuskan untuk mengatakan semua tentang Naina. Tidak ingin kesalahan dulu terulang lagi.
...****************...
__ADS_1
Selamat sore semuanya. Sambil menunggu novel ini update. Bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.