ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 43. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Khayra berjalan menuju lift. Saat akan masuk ke dalam lift, wanita itu kaget melihat Ferdi ada di sampingnya. Khayra mengurungkan niatnya memencet tombol lift. Mantan istri Ferdi itu menatapnya dengan intens.


"Kenapa Mas mengikutiku? Jangan buat alasan kalau Mas juga ada keperluan di sini. Jelas kalau dari tadi mengekori aku. Katakan saja apa yang kamu? Jika kamu terus mengikuti aku begini, aku memiliki pikiran yang jelek!" ucap Khayra menantang.


"Aku belum selesai bicara. Masih banyak yang ingin aku ketahui dari kamu!" ucap Ferdi.


"Apa lagi yang ingin kamu ketahui? Kita sudah tidak ada hubungan apa pun."


Khayra berjalan meninggalkan lift menuju taman samping apartemen. Wanita itu sengaja menuju ke sana untuk memastikan apakah Ferdi masih mengikutinya.


Khayra memilih duduk di bawah pohon yang rindang sehingga bangku itu teduh dan tidak terkena sinar matahari. Memandangi anak-anak yang berlari gembira membuat Khayra menjadi teringat masa lalunya.


Saat ibunya masih hidup, ayah sangat menyayangi dirinya. Seperti putri-putri yang lain, ayah sangat memanjakan Khayra. Saat itu Khayra merasakan jika pepatah yang mengatakan cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya.


Namun semua berubah sejak ibunya meninggal. Jangan di peluk atau di cium, menanyakan apakah Khayra telah makan aja ayahnya tak pernah. Padahal Khayra jarang makan saat awal tinggal dengan ayahnya kembali.


Jika saja bibinya masih hidup, mungkin Khayra tidak akan mau tinggal bersama ayah dan keluarga barunya. Ibu Eti, kadang memberinya makan sekali sehari.


Ketika pulang kerja, Khayra dan Naina mengejar ayahnya, namun yang disambut dan digendong Naina. Bukannya Khayra iri, tapi apa salahnya jika ayah menyambut keduanya.


Saat ayah memeluk dan mencium Naina, dadanya Khayra merasa sesak menahan tangis. Dulu dia yang selalu ayahnya manjakan. Seolah kepergian ibu juga membawa kepergian ayah dari hatinya. Walau Ayah masih hidup tapi kasih sayangnya pada Khayra telah mati.


Khayra menghapus air matanya mengingat pedih dan perihnya hati mengingat perlakuan ayahnya. Memang sebagai anak dia tidak boleh dendam. Namun, mengingat semua itu rasa sakit tetap dirasakan Khayra.


Jika bagi sebagian besar anak perempuan di muka bumi ini menganggap ayah adalah cinta pertamanya, berbeda dengan Khayra, baginya ayah adalah pria pertama pemberi luka dihatinya. Mengingat ayah, akan menambah perih luka batinnya.

__ADS_1


Ayah, di banyak cerita yang kudengar, di banyak film yang kutonton, anak perempuan akan menyandarkan kepalanya pada bahu tegas milik ayahnya, membiarkan air matanya membasahi bahu milik ayahnya. Tapi ayah, kenapa bahumu itu terlalu jauh untukku bersandar? Sesekali ketkika aku bangun tidur aku menemukan diriku sendiri sedang menangis. Cintamu bagaikan bayangan air. Di tengah padang pasir. Itu bukan sebuah oasis, tapi fatamorgana berlapis.


Ferdi yang dari tadi mengikuti Khayra menatap wanita itu yang sedang menangis. Baru Ferdi sadar, ternyata Khayra tidak setegar selama ini dia pikirkan.


Saat dulu dia menampar dan memukulnya, Khayra tidak mengeluarkan air mata. Bahkan menentangnya. Ternyata dia sama saja dengan wanita lain, sangat rapuh, batin Ferdi melihat Khayra yang terisak karena menyaksikan anak-anak yang dipeluk orang tuanya.


Khayra menghapus air matanya. Dia belum juga menyadari jika Ferdi memang mengekori dirinya hingga ke taman.


Aku merindukanmu, Ibu. Kamu memberiku cinta yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.Ibu, kamu akan selalu dicintai, tidak pernah dilupakan, dan selalu dirindukan.Aku sangat merindukanmu, Ibu. Masih banyak hal yang ingin kuberitahukan padamu.Terkadang aku hanya berharap Ibu ada di sini sehingga aku dapat memberi tahu Ibu betapa aku membutuhkan Ibu dan betapa sulitnya setiap hari tanpamu. Aku merindukanmu, Ibu.Rasa ini, menyiksa, susah mengusirnya dan semakin bertambah, ya dialah rindu kepadamu Ibu. Aku berharap surga memiliki jam berkunjung sehingga aku bisa melihat dan berbicara dengan ibuku lagi. Aku sangat merindukannya.


Ferdi mengulurkan sapu tangannya buat Khayra. Wanita itu mengangkat wajahnya, melihat siapa si pemberi sapu tangan. Melihat Ferdi, Khayra langsung berdiri.


"Ternyata kamu memang mengekori aku. Apa yang kamu inginkan? Katakan sekarang! Aku tidak nyaman jika terus diikuti begini!" ucap Khayra sedikit emosi.


"Maaf? Maaf untuk apa?" tanya Khayra masih dengan tertawa.


"Maaf untuk semua yang pernah aku lakukan! Aku memang salah," ucap Ferdi lagi.


"Tidak ada gunanya lagi kata maaf darimu. Semua juga telah berakhir. Kita telah berpisah. Jadi aku mohon, jangan ikuti aku lagi. Jika kamu menginginkan apartemen itu lagi, aku akan segera mengosongkan, tapi jangan teror aku dengan mengikuti begini."


Khayra berjalan meninggalkan Ferdi, namun langkahnya terhenti karena pergelangan tangannya di tahan. Khayra menyentak tangannya kuat hingga pegangan Ferdi terlepas.


"Apa maumu?!" tanya Khayra dengan emosi.


"Aku ingin meminta maaf, dan mau kamu jangan takut jika bertemu denganku. Kita berteman. Jangan seperti musuh!" ucap Ferdi

__ADS_1


"Apa. kamu lupa, Mas. Jika kamu yang sering meminta aku untuk menjauh darimu. Apa yang terjadi denganmu? Kenapa berubah pikiran sekarang?"


Ferdi menarik napas dalam. Tidak mungkin jujur mengatakan jika dia terhasut membenci Khayra karena omongan Naina.


"Aku telah sadar, semua salahku. Sekali lagi aku meminta maaf," ujar Ferdi.


"Kalau hanya untuk meminta maaf, oke. Aku maafkan. Aku minta jangan ikuti aku lagi!" ucap Khayra.


"Apa aku boleh dekat denganmu?" ucap Ferdi. Khayra melototkan matanya mendengar pertanyaan aneh dari mantan suaminya itu. Bukankah kemarin saat masih suami istri, pria itu mengatakan jika dia muak, jijik dan tidak sudi lagi melihatnya. Apa sebenarnya yang terjadi, pikir Khayra.


"Jangan salah paham dulu. Dekat dalam arti, boleh berteman!" ucap Ferdi.


Khayra memberikan senyuman keterpaksaan. Bukankah manusia tempatnya khilaf, jadi dia memutuskan memaafkan tapi bukan berarti dia melupakan semuanya.


"Tentu saja boleh jika hanya ingin berteman. Aku mau masuk. Aku harap kamu jangan mengekor lagi, jika tidak ingin aku berpikiran jelek."


Ferdi mengangguk dan membiarkan Khayra berjalan meninggalkan dirinya. Dipandangi mantan istrinya itu hingga hilang dari pandangan.


...****************...


Selamat Pagi. Happy Weekend. Lope-lope sekebon jeruk buat semuanya. 💓💓💓💓😘😘😘


Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.


__ADS_1


__ADS_2