ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 65. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Malam harinya Naina berdandan secantik mungkin. Dia akan mencari keberadaan Reno. Biasanya pria itu selalu menghabiskan waktu di klub.


Ibu Eti yang sedang menonton televisi, heran memandangi anaknya yang berdandan. Mau kemana Naina, pikir ibu.


"Aku pergi, Bu." Naina pamit dengan suara pelan. Sebenarnya kepalanya terasa sangat pusing. Entah pengaruh hamil atau karena dirinya yang saat ini sedang banyak pikiran.


Jika saja boleh memilih, Naina lebih senang berada di rumah dengan rebahan. Selain kepala terasa pusing, mual dan muntah.


"Kemana lagi? Bukankah tadi kamu sakit kepala?" tanya ibu.


"Kepalaku memang masih terasa berat, tapi aku harus keluar. Ada yang harus aku selesaikan!"


Ibu Eti bisa membaca dari wajah Naina jika putrinya itu sedang banyak pikiran. Jika sedang duduk, tampak pikirannya entah kemana.


"Kamu mau mencari Reno atau Ferdi lagi?" tanya Ibu.


"Aku mau mencari Reno, Bu. Anak ini harus ada yang bertanggung jawab. Aku nggak mau melahirkan nanti, anakku tiada ayahnya!"


"Apa kamu yakin jika diantara mereka berdua ayah dari anakmu?" tanya Ibu Eti.


"Apa maksud Ibu? Apakah Ibu juga meragukan aku dan berpikir aku melakukan dengan banyak pria?" tanya Naina.

__ADS_1


Ibu hanya diam. Dia takut anaknya itu melakukan dengan pria lain. Apakah ini karma bagi dirinya. Dulu Eti sengaja menjebak seorang pria yang dicintai dengan memberi obat perangsang, sehingga mereka melakukan hubungan. Lalu meminta pria itu menikahinya dengan mengaku hamil anak pria itu. Padahal itu anak dari pria lain.


Tapi sayang pernikahannya hanya bertahan satu tahun karena pria itu meninggalkan dirinya, pergi dengan wanita yang dicintai.


"Ibu hanya bertanya!"


"Tapi pertanyaan ibu itu menjebakku. Sama aja Ibu menuduh aku melakukan hubungan dengan pria selain Reno dan Ferdi!" ucap Naina dengan suara lantang.


"Jika memang itu anak mereka berdua, ya sudah. Mintalah tanggung jawab dari salah satu orang itu. Jika memang kedua nya tidak mau, coba kamu datangi Khayra. Minta tolong pada anak itu. Bukankah dia saat ini telah kembali menjadi menantu Reno lagi. Kamu bisa minta bantuan suaminya yang adik kandung Ferdi!"


Naina jadi teringat Barra, pria yang pernah ditaksirnya. Apakah Barra mau membantunya? Atau dia harus minta bantuan Khayra?


"Mana bisa aku bersabar, Bu? Perut ini akan semakin membesar. Apa kata orang-orang jika aku hamil tanpa suami?"


Ibu Eti menarik napas dalam. Ini semua juga salahnya. Kenapa membiarkan anaknya melakukan hal yang salah dengan berhubungan badan. Seharusnya dia tegas dari awal. Melarang putrinya itu.


Ibu Eti, seperti yang pernah dikatakan, pernah melarang namun Naina mengacuhkan semua larangan Ibunya. Dengan alasan semua yang dia lakukan juga untuk kebahagiaan Ibunya. Ingin hidup lebih layak. Sudah cukup hidup sederhana selama ini.


"Kita bisa pindah dari sini. Mencari rumah di daerah dan membesarkan anakmu. Lupakan semua yang terjadi. Kita mulai lembaran baru."


"Aku tak bisa. Kemanapun pergi pasti akan jadi bahan gosip jika mereka tidak melihat suamiku. Aku pamit!" ucap Naina dan melangkah meninggalkan ibunya. Ibu Eti hanya bisa melihat kepergian anaknya dengan perasaan sedih.

__ADS_1


***


Naina masuk ke klub malam itu dan mencari keberadaan Reno. Dia menangkap sosok pria itu berada di meja paling sudut.


Naina mendekati Reno dan mengagetkan pria itu dengan memukul lengannya. Reno melihat Naina dengan tatapan kurang bersahabat.


"Ada perlu apa kau ke sini?" tanya Reno sambil meneguk minuman didepannya.


"Aku ingin bicara empat mata. Tapi bukan di tempat ini!" ucap Naina


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku dan kamu telah berakhir!"


"Hubungan kita tidak akan pernah bisa berakhir karena di antara kita ada ikatan."


"Maksud kamu apa?"


"Aku sedang mengandung anakmu!"


Mendengar ucapan Naina, Reno tampak sangat kaget. Dia memandangi wanita itu dengan intens. "Bagaimana mungkin kamu hamil?" tanya Reno.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2