
JUDUL: LOST LOVE
NAPEN: SUSANTI 31
Bugh!
Samuel tersungkur ke tanah karena pukulan keras dari seseorang. Bisa saja laki-laki berusia 17 tahun itu melawan, tapi dia urungkan karena merasa dirinya bersalah.
"Bangun lo sialan! Dasar pengecut!" bentak laki-laki berusia 22 tahun.
"Gue ngaku salah karena ingkar janji, tapi gue jamin bakal jaga dia dan nggak buat dia sakit hati!" ucap Samuel lantang berusaha berdiri walau kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya.
"Halah omong kosong. Kalimat lo udah gue dengar beberapa bulan yang lalu ... cuih!" Sagara meludah tepat si samping kaki samuel.
Sagara kembali menarik kerah baju Samuel cukup kuat. "Kalau sampai lo buat pipi adek gue tersentuh satu tetas air mata, maka lo, geng lo dan seluruh orang-orang yang lo sayang, mati ditangan gue!" ucap Sagara penuh ancaman, setelah itu melepaskan kerah baju Samuel.
Laki-laki berwajah datar dan dingin itu mengusap darah di sudur bibirnya. "Ini semua karena salah lo!" geram Samuel.
***
Suara deruman motor saling bersahut-sahutan memecahkan kesunyian malam. Geng motor kurang lebih 200 anggota itu terus melaju dengan kecepatan sedang menguasai jalan.
Jam 12 malam, waktunya semua orang tidur tapi tidak dengan mereka yang baru saja pulang dari balapan liar.
__ADS_1
"Avegas jaya-jaya-jaya!" teriak sang ketua yang berada paling depan.
Lagi dan lagi Avegas memenangkan pertandingan melawan Wiltar yang sama sekali tidak ada apa-apanya.
"Avegas pasti bisa!" sahut para anggota membuat kesunyian malam semakin pecah.
Samuel yang berada di barisan paling belakang segera menambah kecepatan motornya. Perisai Avegas tersebut mensejajarkan motornya dengan sang ketua.
"Gue balik dulu, nggak ikut pesta!" teriak Samuel.
"Kemana lo? Ngebucin lagi?" ledek Rayhan salah satu inti Avegas.
"Hati-hati!" sahut Azka sang ketua tanpa bertanya lebih lanjut lagi.
Samuel baru saja mendapat telpon dari wanita yang sangat dia cintai. Samuel tahu itu tanpa melihat siapa pemanggil karena memang dia memasang nada dering yang berbeda. Ya seselektif itulah perisai Avegas mengatur hidupnya.
Tidak ingin menganggu penghuni mansion, Samuel mamatikan motornya setelah memasuki gerbang pertama, kemudian mendorong hingga mencapai gerbang kedua mansion milik keluarga Adhitama.
Setelah menyimpan motor dengan aman, dia berniat akan memanjat tembok menuju kamar, namun gagal ketika mendengar deheman seorang wanita.
"Ekhem."
Samuel berbalik seraya mengaruk tengkuknya. "El baru balik Mam." Samuel mencium punggung tangan wanita yang sejak tadi menelponnya.
__ADS_1
"Papi kamu belum pulang, jadi masuklah lewat pintu utama. Malam ini mami maafkan kamu!" ucap Fany mami Samuel sebelum pergi.
Samuel menghembuskan nafas panjang, segera berjalan memasuki mansion mewah dengan minim pencayaan, mungkin karena sudah sangat larut.
Dia merebahkan tubuhnya tanpa menganti baju lebih dulu, memejamkan mata sejenak hingga sudut bibirnya terangkat.
Bayangan saat bertemu gadis pujaanya sejak dulu mulai terbayang-bayang di ingatan Samuel. Senyuman dan segala tingkah Sasa membekas di hatinya.
Siapa yang mengira, perisai Avegas yang ditakuti banyak orang. Laki-laki dingin, wajah datar dan tatapan tajam selalu menyertai jika menatap seseorang jatuh cinta pada seorang gadis yang bahkan sangat sulit dia dapatkan karena mempunyai kakak yang sangat posesif.
"Lo benar-benar gemesin Ca," gumam Samuel tanpa membuka matanya lebih dulu.
Selain bertemu Sasa tadi, Samuel juga bertemu Sagara kakak dari gadis yang Samuel cinta.
Gue kesini mau ngomong, kalau gue suka sama adek lo, terima atau tidak gue bakal tetap suka sama dia!
Itulah yang Samuel katakan tanpa rasa sopan pada Sagara.
...****************...
Jangan lupa mampir di novel anak online mama ini. Terima kasih.
__ADS_1