ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 40. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Ibu Eti, juga tidak tinggal diam, ikutan memanasi suaminya. "Kamu lihat sendiri Erik, jika anakmu ini emang temperamen. Dia sering menyiksa Naina," ucap Ibu Eti.


Erik, ayah kandung Khayra memandangi anaknya dengan mata tajam. Seolah ingin memakannya.


"Dasar anak sial. Kehadiran kamu selalu saja mendatangkan masalah!" teriak Ayah Khayra.


"Apa Ayah tahu kenapa aku menampar Naina? Dia dan Ferdi telah berselingkuh! Salahkah jika aku marah!" ucap Khayra.


Erik memandangi Naina dan istrinya bergantian minta penjelasan atas apa yang Khayra ucapkan.


"Aku tidak selingkuh, Ayah. Kak Khayra hanya cemburuan. Lagi pula mereka telah bercerai. Ayah tahu penyebab Mas Ferdi menceraikan Kakak, karena dia ketahuan selingkuh dengan adiknya Mas Ferdi. Bukan begitu, Mas?"


"Apa betul kamu dan Khayra telah bercerai?" tanya Ayah Erik.


"Betul, Yah. Maafkan aku tidak mengatakan semua ini. Perceraian kami lakukan secara diam-diam karena tidak ingin orang lain tahu apa yang menjadi penyebab kami berpisah!" ujar Ferdi.


Pria itu sengaja membelikan fakta mengira memang istrinya itu jahat dengan Naina seperti yang telah wanita itu ceritakan. Ferdi tidak tahu jika itu hanyalah kebohongan Naina.


Apa lagi tadi Ferdi melihat Khayra menampar pipi Naina, menambah keyakinannya jika mantan istrinya itu wanita kasar.

__ADS_1


"Apa penyebab kalian bercerai?" tanya Ayah lagi.


"Seperti yang Naina katakan, kami berpisah karena Khayra berselingkuh dengan adikku Barra!" ucap Ferdi.


Khayra yang tidak terima atas tuduhan itu menjadi geram. Kenapa mereka semua jadi menyalahkan dirinya.


"Bohong! Kenapa kamu membalikkan Fakta,Mas. Kamu dan Naina yang telah berselingkuh dan kita bercerai karena kamu melakukan tindakan kekerasan padaku! Kenapa di sini kalian berdua seolah menjadi korban padahal pelaku utamanya adalah kalian berdua!" ucap Khayra dengan suara keras terbawa emosi.


"Kak, aku dan Mas Ferdi tidak ada hubungan apa-apa. Jika hari ini kami pergi jalan itu semua karena tadi Mas Ferdi butuh tempat cerita. Dia sedih mengetahui istrinya tega mengkhianati dengan adik kandungnya!" ucap Naina.


"Dasar anak tidak tahu malu!" ucap Ayah dan menampar pipi Khayra dengan keras hingga dari sudut bibirnya keluar darah segar.


Air mata Khayra tidak bisa ditahannya lagi. Rasa sakit karena tamparan membuat pipinya memanas.


Khayra berjalan menuju dapur dan membawa pisau dapur. Melihat itu semua ketakutan. Mengira wanita itu akan melukai salah satu dari mereka. Naina langsung berlindung dibalik tubuh Ayahnya.


"Mau apa, Kau? Apa kau mau membunuh kami, atau membunuh ayah?"


"Jangan takut. Tanganku ini tidak akan aku kotori dengan membunuh mereka, Ayah. Ini ambil pisau ini. Bunuh saja aku Ayah! Kenapa aku yang selalu ayah salahkan. Apa lagi yang kurang! Setiap hari aku harus membanting tulang dari kecil hanya untuk jajan. Tapi ketika dapat uang, ayah memberikan buat Naina. Hingga aku dewasa semua perlakuan tetap. Aku selalu dijadikan kambing hitam. Apa salahku! teriak Khayra.

__ADS_1


"Kenapa Ayah tidak bunuh saja aku saat ibu meninggal dulu,jika akhirnya Ayah menelantarkan aku. Sejak umur 10 tahun, tidak pernah sekalipun kau sebagai ayah memeluk aku. Bahkan memberiku sekedar uang jajanpun tidak. Mengapa aku dibiarkan hidup? Karena seandainya aku mati pada saat ibu meninggal , sekarang ini aku sudah tenang, tertidur dan beristirahat. Tidak merasakan penderitaan hidup ini!" teriak Khayra dengan terisak.


Ferdi memandangi Khayra dengan intens. Apa yang dia dengar saat ini berbanding terbalik dengan yang di dengannya dari Naina. Wanita itu berkata jika dia yang sering banting tulang dan Khayra menikmati uangnya.


"Andai aku dapat memilih! Mau menjadi siapa dan melakukan apa. Aku akan memilih tidak untuk dilahirkan. Aku tidak ingin menjalani hidup tanpa kejelasan dan tidak ingin menjadi beban bagi siapapun yang ku kenal. Terutama beban bagimu, Ayahku. Pernahkah Ayah bertanya, kenapa aku tidak makan, kenapa aku tidak pulang, kenapa aku begini, kenapa aku menjadi seperti saat ini. Kau Ayah, hanya memikirkan anakmu Naina. Tanpa ingin tahu bagiamana Aku. Aku benci kalian semua. Aku bersumpah tidak akan pulang sebelum kalian meminta maaf dan memohon padaku!" ucap Khayra.


Khayra mengambil tas pakaiannya. Dan berjalan keluar dari rumah itu. Awalnya dia ingin menginap melepas kerinduan pada ayahnya, namun setelah kejadian hari ini membuka mata Khayra jika memang tidak ada cinta untuknya dari Ayah.


Sebelum keluar dari pintu utama Khayra membalikan badannya. "Mulai hari ini anggap saja aku telah mati, Ayah. Bukankah kehadiranku juga tidak pernah kau harapkan. Ayah, ke mana pelukan hangat yang dahulu aku dapatkan sewaktu aku kecil, kini hilang entah ke mana. Omong kosong dan kepalsuan orang-orang di sekitarmu adalah alasan utama mengapa aku suka sendirian. Aku menahan kecewa. Pertemuan yang harusnya penuh tawa rupanya hanya tersimpan dalam angan-angan jika orangtua lebih mencintai salah seorang anak.Hanya perlu Ayah ingat, suatu hari aku akan membuktikan padamu jika anak yang kau buang ini tidak seburuk pikiranmu!"


Khayra melangkah keluar. Dadanya terasa sesak. Mungkin ini terakhir kali dia melihat wajah ayahnya. Dia telah bertekat tidak akan pernah menginjak rumah ini lagi.


Ayah merupakan sosok pria yang kuat. Ayah adalah kepala keluarga yang punya tanggungjawab penuh pada istri dan anak-anaknya. Dia dianggap sebagai tulang punggung, pencari nafkah utama dalam keluarga. Pria yang rela berkorban dan berjuang keras demi bisa membuat orang yang disayanginya tersenyum. Tak mengenal waktu, meski panas terik atau diguyur hujan ia tetap penuh semangat.


Maka tak jarang sosoknya jadi cinta pertama bagi anak perempuannya. Pahlawan atau superhero bagi putranya. Akan tetapi realita tidak selamanya seperti itu. Sosok ayah yang selalu dikagumi, bisa berubah menjadi orang yang menyeramkan. Ada banyak kasus ayah yang tega menelantarkan keluarganya sendiri. Ayah juga terkadang pembuat luka dan memberikan trauma bagi anak perempuannya.


Khayra bersumpah akan membuka mata semuanya tentang siapa Naina sebenarnya. Dia akan buktikan secepatnya dengan bantuan Barra. Cukup sudah dirinya di tindas.


...****************...

__ADS_1


Selamat sore. Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.



__ADS_2