ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 59. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Naina mandi dan segera berpakaian. Dia ingin ke klinik untuk memastikan kehamilannya. Naina masih belum percaya atas hasil yang terlihat di tespek tadi.


"Aku mau ke klinik buat pastikan semua, Bu," ucap Naina sambil menyantap nasi yang tadi ibunya bawakan ke kamar.


"Pergilah! Tapi biasanya hasil dari tespek itu benar adanya. Setelah kamu dapat surat keterangan dari dokter, jangan lupa temui Reno dan minta pertanggungjawaban dari pria itu!" ucap Ibu.


Naina hanya diam tanpa menjawab pernyataan ibunya. Dalam pikirannya saat ini apakah mungkin Reno mau bertanggung jawab. Dari awal hubungan Reno sering mengingatkan jika mereka hanya teman ranjang saja.


Apakah Reno juga percaya jika ini anaknya? Atau dia harus minta tanggung jawab pada Ferdi saja. Ahh, Ferdi juga belum pasti mau menerima semua ini. Saat ini saja nomornya telah di blokir.


Naina berjalan meninggalkan apartemen dan mengendarai mobilnya menuju klinik yang terletak di dekat perusahaan milik Reno.


Setelah mendaftar dan mengantre, akhirnya tiba giliran Naina buat diperiksa. Naina mengatakan semua keluhannya.


"Tadi saya sudah menggunakan tespek dan hasilnya positif. Apa hasilnya bisa salah Dok?" tanya Naina dengan ragu.


Dokter kandungan yang bernama Selvi itu tersenyum menanggapi pertanyaan Naina. Setelah beberapa saat barulah dia bicara.


"Bu Naina, Penggunaan alat tes kehamilan ini mempunyai keakuratan sebesar 99%. Jadi kemungkinan salah itu dikit banget.Namun bisa saja itu terjadi jika hasil test pack yang tidak akurat mungkin saja terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh waktu penggunaan atau cara menggunakan test pack yang tidak tepat," jelas Dokter itu.


"Jadi semua itu pasti," gumam Naina. Namun suaranya masih bisa di dengar Dokter.


"Agar Ibu yakin kita bisa lakukan USG. Silakan Ibu berbaring!" ucap Dokter dengan lembut.


Naina berjalan menuju tempat tidur dan berbaring. Dokter di bantu perawat melakukan USG pada perut Naina. Setelah memastikan jika Naina memang hamil Dokter memintanya kembali duduk.


"Padahal saya minum pil KB, kenapa tetap bisa hamil, Dok?" tanya Naina pelan. Tubuhnya terasa kaku ketika mendengar semua penjelasan dari Dokter.

__ADS_1


"Pil KB harus dikonsuman pada jam yang sama setiap harinya. Lupa atau tidak minum pil KB pada jam yang sama dapat meningkatkan risiko terjadinya kehamilan. Pil KB dirancang untuk mempertahankan kadar hormon secara konstan dalam tubuh. Jika Anda melewatkan satu dosis saja, kadar hormon bisa mengalami perubahan sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya ovulasi dan menstruasi tidak teratur."


Naina tampak menarik napas dalam. Dia memutuskan akan langsung menuju kantor Reno setelah ini.


Dokter memberikan vitamin dan obat pengurang rasa mual untuk Naina. Setelah menebusnya di apotek rumah sakit, Naina langsung melajukan mobilnya menuju kantor Reno.


Resepsionis kantor bertanya ada keperluan apa Naina datang. "Selamat siang, ada yang bisa kami bantu!" tanya wanita itu.


"Saya mau bertemu Pak Reno!" ujar Naina.


"Maaf Mbak, Pak Reno sudah seminggu tidak masuk kantor."


"Jangan bohong! Bagaimana mungkin dia bisa libur selama itu. Siapa yang memimpin perusahaan jika dia libur?"


"Saat ini pimpinan perusahaan di pegang Ibu Melli. Sepertinya Pak Rela sudah tidak bekerja lagi!"


"Mbak tunggu dulu," ucap karyawan itu ingin mengejar Naina, namun wanita itu telah masuk lift.


Sampai di lantai atas, Naina langsung menuju ruang kerja Reno. Naina yang sudah beberapa kali ke sini, hafal betul letaknya.


Petugas tadi masih berusaha mengejar Naina. Dia takut kena marah.


Naina membuka pintu ruang kerja dengan paksa, baru saja akan melangkah, tangannya ditahan pekerja tadi.


"Maaf Mbak, sudah saya katakan Pak Reno tidak ada. Jangan memaksa masuk. Saya juga bisa memaksa anda meninggalkan ruangan ini nantinya.


"Kenapa saya tidak boleh masuk! Kamu kira saya penjahat. Atau perampok. Saya ini teman dekatnya!" ucap Naina dengan suara keras.

__ADS_1


Melli yang mendengar suara teriakan berdiri dari duduknya dan menghampiri asal suara. Melihat Naina yang menjadi biang masalah, dia tambah emosi.


"Ada apa?" tanya Melli.


"Maaf Bu! Saya udah mencegah dan melarangnya, namun ibu ini tetap nekat."


"Kamu tinggalkan kami, dan kembali bekerja!"


"Baik, Bu!"


Pekerja di bagian resepsionis itu berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Mau apa kau ke kantor ini?! tanya Melli.


"Aku mau ketemu Reno," jawab Naina ketus.


"Reno sudah tidak bekerja lagi. Pimpinan perusahaan saat ini adalah saya. Reno telah dipecat!" jawab Melli tak kalah ketus.


"Kamu pasti berbohong!" ucap Naina dengan nada yang masih tinggi.


"Untuk apa saya berbohong.Tidak ada untungnya. Perlu kamu ketahui jika saham Reno di perusahaan ini hanya 15 persen. Saya 60 persen. Jadi saya yang berhak atas perusahaan ini!" ucap Melli tegas.


Kalimat terakhir Melli membuat Naina lemah. Kemana saya akan mencari Om Reno lagi? pikirnya.


...***************...


Selamat pagi semuanya. Happy Weekend. Sambil menanti novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.

__ADS_1



__ADS_2