ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 34. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Reno dan Naina baru saja keluar dari bandara, wajah mereka berdua terlihat sangat sumringah. Naina dengan manja menggelayut di lengan Reno, saat ini mereka sedang menunggu mobil.


Reno sudah menyuruh seseorang untuk mengantarkan mobilnya untuk dia gunakan mengantar pulang Naina.


Tak lama setelah itu, sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan mereka berdua. Seorang laki-laki keluar dari mobil itu dan menghampiri Reno untuk membantu memasukkan barang bawaan yang mereka bawa.


Reno dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Naina, membuat wanita itu merasa tersanjung.


"Terima kasih, Sayang," ucapnya dengan manja. Reno hanya membalasnya dengan senyuman, kemudian menutup pintu mobil.


Setelah itu dia menyerahkan beberapa lembar uang kepada orang yang membawakan mobilnya tadi, dia menyuruh orang itu untuk pulang menaiki angkutan umum. Sedangkan dirinya akan mengantar Naina pulang.


Reno masuk ke dalam mobil, dia tersenyum kepada Naina. Lalu, mulai melajukan mobilnya menuju kediaman Naina.


"Terima kasih ya udah ajakin aku jalan-jalan ke luar negeri, Sayang. Aku seneng banget bisa berduaan bebas sama kamu," ucap Naina.


"Sama-sama sayang. Aku juga seneng bisa menghabiskan waktu sama kamu," balas Reno. Kemudian satu tangannya meninggalkan kemudi untuk mengelus tangan Naina.


Kedua insan itu saat ini benar-benar dimabuk asmara. Mereka mengesampingkan semuanya, padahal apa yang mereka lakukan itu salah.


"Sampai kapan Om kita sembunyi terus kayak gini?" tanya Naina tiba-tiba. Wanita itu menatap wajah Reno dengan serius.


Reno tampak tegang, dia tidak menjawab selama beberapa saat. Sebenarnya pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab, karena Reno sendiri belum ingin memberi kepastian ke arah itu.


"Secepatnya akan aku atur semuanya," jawab Reno pada akhirnya.


Naina tampak menunjukkan raut wajah kecewa. Tapi dia tidak tahu harus membantah apa lagi.


Untung setelah itu mereka berdua sampai di rumah Naina. Reno langsung turun dari mobil dan mengeluarkan seluruh barang-barang wanita simpanannya itu, dia juga membukakan pintu untuk Naina.

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya," pamit Reno.


"Iya,Om. Hati-hati." Naina hanya merespon biasa saja. Padahal biasanya wanita itu akan meminta sesuatu terlebih dahulu.


Kemudian Reno meninggalkan depan rumah Naina.Menjalankan kembali mobilnya.


Selama perjalanan pulang Reno terus memikirkan pertanyaan yang dilontarkan oleh Naina. Itu sudah menjadi konsekuensinya orang yang berselingkuh, pasti simpanannya itu akan meminta kepastian dalam hubungan. Sedangkan Reno sendiri masih tidak mau untuk meresmikam hubunhannya itu.


Reno sendiri tidak serius dengan Naina, dia hanya merasa bosan dengan istrinya sendiri jadi melampiaskan semuanya kepada Naina.


*


Setelah perjalan yang cukup jauh akhirnya, Reno sudah sampai di rumahnya sendiri. Dia sangat berharap kalau Melli tidak bertanya banyak hal kepadanya. Karena kadang istrinya itu juga banyak tanya kalau dia bepergian.


Reno memarkirkan mobilnya di garasi rumah, dia mengeluarkan koper kecilnya dari bagasi mobil. Dia sengaja membawa koper yang kecil biar Melli tidak curiga kalau dirinya berlibur bukannya ada urusan kerja. Kemudian dengan percaya dirinya Reno mulai melangkah masuk ke dalam rumah, saat membuka pintu suasana rumah sangat sepi, Reno sampai keheranan sendiri.


Dia mulai melangkah menuju kamarnya, tapi tiba-tiba dia dikejutkan oleh sosok Melli yang saat ini duduk di sofa ruang tengah. Seketika Reno sangat terkejut, tapi sebisa mungkin dia merasa tenang.


"Mana ada cerah, yang ada aku malah capek banget. Banyak banget kerjaan yang harus diurus," jawab Reno sambil berpura-pura memijit lehernya.


Melli memitingkan kepalanya. "Capek? Emamgnya kamu ke mana aja sampai secapek itu, hm?" tanya Melli dengan ketus.


"Aku pergi keluar negeri untuk urusan pekerjaan, Sayang. Banyak banget kerjaanku sampai tidak bisa beristirahat sama sekali," alibi Reno dengan sangat percaya dirinya. Dia menggiring Melli akan percaya begitu saja dengannya.


"Oh, urusan pekerjaan. Pekerjaan apa itu sampai jauh-jauh ke luar negeri. Pekerjaan selingkuh?!" tanya Melli ketus.


Deg.


Reno langsung terkejut saat mendengar itu. Kenapa Melli bisa mengatakan hal itu?

__ADS_1


"Apa maksudmu? Aku hanya pergi untuk melakukan pekerjaan kantor, kamu jangan nuduh aku yang aneh-aneh. Bukti dari mana sehingga kamu mengatakan kalau aku selingkuh, hah?" Akting Reno benar-benar bagus. Tapi itu tidak mengecoh kecurigaan Melli, wanita itu hanya bisa melihat tingkah suaminya dengan tatapan angkuh sambil melipat tangan di dada.


"Wow, sepertinya kamu mempunyai bakat akting yang bagus. Kenapa tidak mengikuti audisi aktor saja?" Melli memberikan Reno sebuah tepuk tangan tiga kali.


Reno hanya diam saja, dia bingung harus menjawab apa. Melihat tingkah Melli, Reno yakin sepertinya wanita itu sedang menyembunyikan sesuatu.


"Kenapa kamu diam saja? Ayo katakan pekerjaan apa saja yang kamu lakukan selama di luar negeri? Pekerjaan memanjakan wanita lain? Mengajaknya dinner romantis? Bercinta dengannya? Kata apa yang ka---,"


"Cukup! Apa kamu sudah gila mengatakan hal itu semua?!" sela Reno dengan bentakan. Wajah pria itu terlihat memerah.


Melli yang mendengar itu menjadi geram sendiri. Seharusnya dia yang marah besar kepada Reno, tapi kenapa jadi pria itu yang membentaknya.


"Nggak usah sok suci kamu!" bentak Melli tidak mau kalah. Kemudia dia melemparkan beberapa lembar foto yang menunjukkan Reno dan Naina yang sedang bermesraan. "Lalu apa ini?! Apa ini hantumu yang sedang berduaan dengan wanita lain!" teriak Melli sambil memahan tangis.


Reno langsung membeku di tempat seketika, pria itu tampak kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri. Dia sangat terkejut darimana Melli mendapat semua foto-fotonya bersama Naina saat berduaan.


"Kenapa kamu diam saja? Jelasin semua ini, ini kamu, kan?" tanya Melli dengan suara bergetar. Wanita itu berdiri dari duduknya dan menatap Reno dengan tatapan nyalang. Napasnya naik turun, menahan diri untuk tidak mendekat ke arah Reno dan menjambak rambut pria itu. Selama ini dia sudah berusaha menjadi istri yang baik, tapi Reno dengan teganya menduakannya.


"A-aapa ini? Kamu dapat dari mana? Semua ini bohong! Rekayasa! Pasti ada seseorang yang mau menjebakku dan dia sengaja memberikannya padamu agar kita bertengkar," jelas Reno.


Melli tersenyum miring. "Kamu ini bisa aja ya? Jelas-jelas itu foto kamu dan masih berani mengelaknya? Aku lebih percaya dengan foto ini daripada ucapanmu!"


"Kenapa kamu terus menuduhku seperti itu? Aku tidak selingkuh! Itu hanya kebohongan, pasti ada orang yang sengaja menfitnahku."


"Terserah apa katamu, tapi seorang pencuri tidak akan pernah mengakui kejahatannya sendiri. Tapi tolong sadarlah, jangan bersikap seperti korban, karena kamu itu pelaku!" bentak Melli, kemudian dia meninggalkan Reno dan masuk ke dalam kamarnya.


Sepertinya Melli sudah tidak bisa menahan tangisnya, dia tidak mau Reno melihat dirinya yang lemah, rasa sakit yang ditorehkan oleh pria itu sangat melukai hatinya. Selama ini dia terlalu percaya dengan pria itu.


...****************...

__ADS_1


Selamat sore. Masih setia'kan menanti kelanjutan novel ini. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.



__ADS_2