ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 49. ONE NIGHT with IPAR.


__ADS_3

Tanpa Khayra tahu, Ferdi mengirim video saat Naina mengaku telah berhubungan badan dengan Papa -nya ke Ayah Khayra.


Naina yang baru pulang dari villa masih kesal karena Reno tidak mau mengantarnya. Reno ingin langsung menemui Melli di kediaman mereka.


Ayah telah menunggu kedatangan Naina. Tadi Ayah dan Ibu telah bertengkar mengenai apa yang dilakukan putrinya itu.


"Apa kamu tidak bisa mengawasi anakmu sehingga berkelakuan liar seperti itu?!" tanya ayah dengan emosi.


"Apa nya liar? Kamu belum dengar penjelasan dari Naina sudah berpikiran yang bukan-bukan. Coba dengar dulu penjelasan dari Naina baru kau bisa marah!" ucap Ibu tidak kalah emosi.


"Apa yang harus dijelaskan? Kamu sudah dengar sendirikan kalau dia mengaku sering berhubungan dengan pria tua yang semutan denganku. Dan yang lebih parah dan menjijikkan, pria itu ternyata Papa-nya Ferdi, mantan mertua Khayra!"


Ayah memegang dadanya yang terasa sesak. Dia memang memiliki riwayat sakit asma. Pria paruh baya itu mengambil obat yang ada di dalam kantong celananya.


"Berarti apa yang Khayra katakan kemarin benar, jika Naina berselingkuh dengan Ferdi. Apa kamu mengetahui ini semua?!" teriak Ayah lagi.


"Jangan berteriak! Aku belum tuli. Kenapa kamu jadi membawa nama Khayra? Anak itu juga berselingkuh dengan adik iparnya. Apa beda Khayra dan Naina?" ucap Ibu Naina.


"Apa kau ada bukti jika Khayra berselingkuh?" tanya Ayah. Pria itu teringat pertengkaran tiga hari lalu. Dia menampar pipi putrinya itu dengan sangat keras. Ayah juga terbayang darah segar yang keluar dari sudut bibir putrinya itu.


Maafkan aku Ningsih, aku belum bisa jadi ayah yang baik bagi putri kita. Sejak kepergian kamu, hidupku ini terasa di ombang-ambing tanpa tahu arah tujuan. Kalau aku menikah lagi, bukan karena cinta tapi kebutuhan. Ningsih, aku merasa sangat bersalah karena telah membuat putri kita terluka. Maafkan aku, Sayang.


"Jadi kau mau mengatakan jika yang salah Naina? Apa karena dia hanya anak tirimu sehingga kau menyalahkan dia dan membela Khayra?" tanya Ibu Naina.


"Apa kau tak salah bicara, Eti? Sekalipun aku tidak pernah marah pada Naina walaupun aku tahu dia yang salah. Aku selalu membelanya. Apa kau juga lupa jika yang sering kau jadikan kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan Naina adalah Khayra? Aku selama ini bukannya tidak tahu dan tidak menyadari itu. Tapi aku hanya malas berdebat!"


"Apa salah jika Naina menyukai pria yang lebih tua?" tanya ibu Eti masih dengan suara tinggi.

__ADS_1


Ayah memandangi wajah Eti dengan mata menyala. Berdoa agar tetap di beri kesabaran, jangan sampai ayah melakukan hal yang tak diinginkan.


"Tidak salah jika dia menyukai orang yang lebih tua jika tidak terikat pernikahan. Tapi ini apa yang Naina lakukan seperti wanita murahan, pe*la*cur, Papa dan anaknya bergantian berhubungan badan dengannya!"


"Kau keterlaluan sekali mengatakan anakku pe*la*cur! Apa kau pikir anakmu itu telah baik?!"


Ayah mau melanjutkan ucapannya, namun terjeda karena melihat kedatangannya Naina. Wajah Ayah tampak tegang. Naina yang belum menyadari jika kedua orang tuanya telah mengetahui perbuatan dirinya berjalan dengan santai memasuki rumah.


Naina langsung duduk di sofa yang berada dihadapan Ayahnya. Dia menyandarkan kepala nya ke kepala sofa. Ibu yang tidak ingin anaknya dimarahi ayah menghampiri Naina dan menarik tangannya mengajak masuk ke kamar.


Naina yang tidak tahu maksud ibunya menepis tangan wanita yang telah melahirkan dirinya itu.


"Apa sih, Bu? Aku capek!" ujar Naina.


Ayah yang darahnya terasa sampai di ubun-ubun berdiri dari duduknya dan menghampiri Naina. Ibu langsung berdiri di depan Naina melindungi anaknya itu.


"Ibu kenapa berdiri dihadapan aku? Sana!" ujar Naina mendorong tubuh Ibu Eti.


"Dari mana saja kamu?" tanya Ayah.


"Tumben ayah bertanya dari mana aku? Biasanya juga tidak mau tahu aku kemana dan mau ngapain aja!"


"Sekali lagi aku tanyakan, dari mana kau!"


"Aku pulang kerja!" ucap Naina dengan ekspresi sebal.


"Pulang kerja sampai bermalam?"

__ADS_1


"Aku harus menginap karena kerja di luar kota. Ada apa ini? Kenapa jadi seperti aku terdakwa yang telah melakukan pembunuhan!" ucap Naina.


"Kerja dengan mengangkangkan kaki buat semua pria!' ucap Ayah emosi.


Naina yang tidak terima atas ucapan ayahnya, berdiri dari duduknya. Dia menatap dengan mata menyala dengan pria itu.


"Apa yang kau katakan? Kau tidak berhak menghakimi aku begitu! Apa buktinya jika aku hanya bisa kerja dengan mengangkangkan kaki!" teriak Naina.


Ayah yang memang telah emosi bertambah emosi karena melihat Naina yang bicara tidak ada sopan santun itu. Ayah menarik napas panjang. Sesak di dadanya makin terasa. Ayah mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang Ferdi kirimkan saat Naina mengaku lebih suka berhubungan dengan Papa-nya.


"Pasti Khayra yang mengirim video itu agar ayah membenciku. Dasar tak tahu diri. Apa maksud dia mengirimi ayah itu?"


"Jadi benar kamu melakukan ini semua. Apa kamu tidak punya otak? Tidak berpikir melakukan semua ini!" teriak ayah.


"Kenapa emang nya jika aku berhubungan dengan suami orang? Istrinya saja yang tidak bisa memberikan kepuasan sehingga suami mereka mencari wanita lain!"


Ayah yang dari tadi menahan emosi, sudah tidak bisa menahannya. Di tamparnya pipi Naina keras. ibu Eti tampak tak terima dan mendorong tubuh ayah dengan keras hingga terjatuh dan kepala nya membentur ujung meja.


...****************...


Selamat Sore. Semoga semua sehat dan dalam lindungan Tuhan.


Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.



.

__ADS_1


__ADS_2