ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 22. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Sampai di halaman parkir sebuah restoran, Papa Reno turun segera dengan tujuan ingin membukakan pintu untuk menantunya Kahyra. Namun wanita itu segera turun begitu sampai. Dia risi sejak tadi memergoki ayah mertuanya yang mencuri pandang dengannya.


Khayra dapat membaca gerak gerik mertuanya. Itulah sebabnya dia cepat keluar dari mobil.


"Ayo kita masuk, Khay," ucap Papa Reno lembut. Khayra mengikuti dari belakang. Reno berhenti menunggu Khayra yang berjalan dibelakangnya. "Kenapa jalannya dibelakang gitu. Sini sejajar dengan Papa. Nanti di kira kamu bawahan Papa," ucap Papa Reno mengulurkan tangannya. Namun Khayra tidak menyambutnya.


Khayra hanya tersenyum dan berjalan di samping Reno dengan menunduk. Hingga masuk ke ruang VIP. Khayra kaget dan menarik napas saat melihat ada Ferdi menunggu. Wanita itu sudah menduga jika Papa mertuanya mengajak bertemu untuk bicara mengenai Ferdi, tapi dia tidak mengira jika Ferdi telah keluar dari sel.


"Duduklah, Khay!" ucap Papa Reno melihat menantunya itu masih berdiri.


"Apa kabar, Khay? Nyenyak tidurmu tadi malam?" ucap Ferdi dengan penuh penekanan.


Khayra hanya tersenyum dan duduk dihadapan suaminya itu. "Tidurku tidak pernah nyenyak sejak menikah denganmu, Mas. Aku selalu terbangun dan menyadari seorang pria yang statusnya suami tapi masih berada di luar rumah hingga subuh tanpa berita. Bertambah parah lagi sejak aku tahu suamiku tidur dengan wanita lain!" ucap Khayra.


Khayra tidak pernah takut lagi. Karena rasa takut membuat Ferdi makin menginjak dan menganiaya dirinya. Ferdi makin sewenang-wenang, berbuat sesuka hati.


Ferdi tampak geram, dia mengepalkan tangan. Melihat anaknya yang tampak emosi, Reno menggelengkan kepalanya pada Ferdi. Pengacara yang duduk di samping Ferdi menepuk lengannya pelan agar pria itu dapat mengendalikan emosinya.

__ADS_1


Jika Ferdi melakukan kekerasan lagi, akan sulit meminta penangguhan penahanan. Lagi pula akan tambah sulit membujuk Khayra untuk mencabut laporannya.


Setelah memesan makanan dan semua telah terhidang, papa Reno mempersilakan Khayra makan. Sambil mereka makan Papa Reno mengatakan maksudnya.


"Sebenarnya Papa mengajak kamu sarapan karena ada maksud tertentu yang ingin Papa katakan denganmu," ucap Papa Reno.


"Aku tahu, Pa! Tidak mungkin secara tiba-tiba Papa mengajakku pergi sarapan jika tidak ada yang diinginkan. Aku juga bisa membaca apa keinginan Papa."


"Papa minta maaf atas nama Ferdi. Mungkin Papa telah gagal menjadi seorang ayah, sehingga tidak bisa mendidiknya menjadi pria yang menghargai wanita. Padahal dari kecil telah sering Papa ingatkan, jika seorang pria sejati adalah pria yang menghargai seorang wanita," ucap Papa Reno.


"Papa nggak perlu minta maaf. Ini bukan salah Papa."


"Khayra, mungkin sulit bagimu memaafkan Ferdi. Namun Papa memohon padamu, maafkan Ferdi. Cabut laporanmu. Akan Papa lakukan apa saja yang kamu inginkan asal kamu bersedia mencabut laporan ke Ferdi."


Khayra menarik napasnya. Ini sudah dia duga dari awal, jika pertemuan ini hanya untuk permintaan pencabutan laporan. Namun bagi Khayra ini bisa dia lakukan asal Papa Reno dan Ferdi memenuhi permintaan darinya.


"Aku sudah memaafkan semua yang Ferdi lakukan padaku. Aku bersedia mencabut laporan dengan satu syarat!" ucap Khayra.

__ADS_1


"Syarat? Apa yang kamu inginkan. Mobil atau rumah?" tanya Papa Reno dengan antusias.


Reno berpikir pastilah Khayra hanya menginginkan materi. Semua wanita sama saja, dalam otaknya hanya ada uang, gumam Reno dalam hatinya.


"Aku tak menginginkan semua itu, Pa!"


"Terus apa yang kamu inginkan dari kami, Khayra?" tanya Papa Reno penasaran.


"Aku hanya ingin Ferdi menceraikan aku dan menandatangani surat perjanjian jika dirinya tidak akan mendekati aku apa lagi mencelakai!" ucap Khayra.


Pengacara merasa kagum dengan kepribadian Khayra. Dia wanita pemberani. Padahal jelas-jelas Ferdi datang bertiga. Dan itu pria semuanya.


"Aku nggak setuju. Sudah aku katakan jika aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Terlalu senang bagimu jika aku menceraikan kamu. Bisa saja kamu langsung pergi bersenang dengan Barra!" ucap Ferdi marah.


Khayra mengangkat bahunya tanda terserah. Wanita itu sadar, inilah waktu yang tepat bagimya untuk meminta surat cerai. Jika bukan sekarang, Ferdi pasti akan menahan dan meyiksanya lagi. Khayra akan tetap dengan pendiriannya walau nanti Papa Reno menawarkan gantinya dengan harta. Dia tidak akan mau.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2