
Reno memandangi Naina dengan mata melotot. Tidak pernah mengira wanita yang bersamanya ini bisa berkata hal yang memalukan begitu.
"Cukup, Naina. Kamu bicara apa ini? Hal yang tak berguna!" ucap Reno. Baginya perkataan Naina sangat memalukan dan menjelaskan pada semua jika mereka sering melakukan hubungan badan.
"Aku hanya ingin membuka mata Ferdi, Om. Aku tidak pernah mencintai Fardi seperti yang sering aku katakan dengan Om. Aku hanya mencintai, Om," ucap Naina.
"Naina, kenapa kamu jadi tidak tau malu begini? Bukannya kamu meminta maaf dengan Mama Melli, kamu malah dengan bangganya mengakui bagaimana hubunganmu dengan Papa. Apa yang akan Ayah katakan jika tahu anak kesayangannya melakukan hal yang hina begini?" tanya Khayra dengan suara sedikit keras.
Mama Melli yang telah bisa menguasai dirinya keluar dari kamar dan mendekati semuanya.
"Masih ada muka kamu untuk datang menemui aku disini!" ucap Mama Melli dengan suara gemetar menahan amarah.
Melihat Melli, Naina dengan sengaja merapatkan tubuhmu ke Reno untuk membuat Melli makin cemburu. Sudah lama dia ingin menunjukan pada istrinya Reno itu jika dialah pilihan dari suaminya, Papa-nya Ferdi dan Barra.
Melihat Naina merapatkan badannya, Reno berusaha mencegah dengan melepaskan pegangan tangan Naina di lengannya.
Melli yang melihat adegan itu bukannya cemburu, dia tampak tersenyum mengejek. Mama Melli berjalan makin mendekati Reno dan Naina. Wanita yang merupakan adik tirinya Khayra itu tampak ketakutan. Dia mundur dan berlindung di balik tubuh Reno.
"Ma, aku mau bicara. Akan aku jelaskan semuanya. Apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu pikirkan!" ucap Reno berjalan
"Apa kamu pikir aku bodoh? Telah melihat dengan nyata masih juga kamu mau mengelak?" tanya Mama Melli.
"Aku ingin kau bercermin dan melihat siapa yang pantas mendampingimu. Apakah aku, orang yang bersedia hidup bersamamu, ataukah dia, orang yang kau anggap menarik meski sebenarnya pengganggu." Mama Melli menunjuk ke arah Naina.
__ADS_1
"Sudahlah, Ma. Percuma bicara dengan mereka berdua tidak akan masuk ke otak yang telah kotor dan menjijikkan. Lebih baik Mama minta mereka pergi, sebelum aku makin emosi!" ucap Ferdi.
"Kau pela*cur dengar baik-baik, Jodoh adalah cerminan dari diri kita sendiri, jika kau bangga merebut suamiku mungkin Tuhan berusaha menunjukkan bahwa dia sama busuknya seperti kau. Yang tentu saja tidak layak untuk terus hidup bersamaku. Hanya akan ada penghinaan dan kau melakukannya untuk orang yang salah. Pasangan yang kau rebut pun tidak akan pernah memandangmu sebagai wanita terhormat. Ia akan menjadikanmu wanita pelarian, karena tak bisa kembali pada pasangannya dulu," ujar Mama Melli dengan suara lantang mulai terbawa emosi.
Barra maju dan mendekati Papa-nya. Dia merasa masih menghargai Papa-nya karena pria itu tidak mengatakan apa-apa mengenai yang dia lakukan pada Khayra.
"Pa, pergilah dulu. Jika Papa ingin menjelaskan semuanya, bisa temui Mama lagi. Saat ini semua sedang emosi. Jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Maaf, jika aku terpaksa membongkar semuanya. Ini aku lakukan untuk membuka mata Papa. Jika apa yang Papa lakukan itu kesalahan besar, apa lagi dengan kekasih anak sedniri. Papa harus sadar jika selama ini hanya di manfaatkan wanita itu!" Barra menunjuk ke arah Naina.
Papa Reno akhirnya mengajak Naina pergi meninggalkan villa itu. Khayra masuk ke kamar. Di dalam kamar Naina bingung, antara memberi atau tidak video rekaman saat Naina berdua dengan Papa Reno ke Ayahnya.
Khayra takut jika Ayahnya syok dan kaget saat melihat semua itu dan jatuh sakit.
***
Setelah mengantar Mama dan Ferdi, Barra mengajak Khayra makan di salah satu restoran.
"Kenapa kamu diam aja?" tanya Barra saat mereka telah duduk di dalam ruangan VIP yang di pilih pria itu.
Barra sengaja mengambil ruang VIP agar mereka tidak merasa terganggu dengan pelanggan lainnya. Barra juga takut jika ada yang ingin Khayra sampaikan.
"Aku nggak tahu harus bicara apa, Bar. Semua nya membuat aku kaget. Walau kamu telah mengatakan sebelumnya jika Naina juga ada hubungan dengan Papa mu, tapi aku masih berharap jika itu tidak terjadi. Cukup Naina dengan Ferdi."
Khayra menghentikan ucapannya. Menarik napas panjang. Dia masih bingung untuk melakukan apa saat ini. Jika tidak mengatakan pada ayahnya, takutnya Naina akan berbuat yang lebih jauh lagi. Namun, jika dia mengirim video itu takut ayahnya syok hingga sakit.
__ADS_1
Walau dia tidak lagi di sayang dan diperhatikan dengan Papa nya tapi Khayra masih takut jika ayahnya sakit dan pergi menyusul ibu. Ayah adalah keluarga dia satu-satunya yang tersisa.
"Maafkan aku, Ra. Aku tahu bagaimana perasaan kamu saat ini. Pastilah sangat kecewa. Naina bukan hanya bermain dengan mantan suamimu tapi juga mantan mertua dan yang lebih menyakitkan itu, Naina adikmu sendiri."
Khayra memandangi wajah Barra, hatinya memang saat ini sedang tidak baik-baik saja.
"Saat aku tahu, Naina dan Ferdi mengkhianati aku di saat pernikahanku masih baik-baik saja, hati ini kecewa. Namun aku meyakinkan diri, mengapa aku harus kecewa? Bukankah aku dan Ferdi tidak ada rasa cinta. Jadi tidak masalah jika mereka bersama, walau tetap ada perih di hati ini."
Khayra menjeda ucapannya. Pandangannya menerawang entah kemana. Dia tidak tahu apa yang di rasakan saat ini. Senang apa sedih. Haruskah dia bahagia karena mendapat bukti sesuatu yang bisa membuat mata ayahnya terbuka dan tahu siapa Naina sebenarnya.
Namun tak bisa dipungkiri, ada juga rasa sedih di hati Khayra. Kenapa? Karena merasa dikhianati adiknya sendiri.
"Kamu bisa terima pengkhianatan mereka berdua?" tanya Barra lagi.
"Aku kecewa, tapi sudah ikhlas. Mungkin mereka berdua saling mencintai. Yang aku pikirkan Naina kenapa bisa berhubungan dengan Papa kamu juga. Dan tanpa malu mengakui jika dia dan Papa kamu bukan sekedar hubungan biasa tapi juga sering melakukan hubungan badan. Aku sebagai kakaknya aja malu!"
"Mungkin ini sudah menjadi jalannya. Aku berharap mata papa terbuka. Tidak akan berhubungan lagi dengan Naina. Maaf Khay, jika aku harus mengatakan adikmu Naina sebagai perempuan terlalu murahan. Kenapa tidak berhubungan dengan satu pria saja."
"Nggak apa, Bar. Memang Naina kali ini keterlaluan. Kenapa berhubungan dengan Papa dan putra nya sekaligus."
...****************...
Selamat Pagi. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih. Lope-lope sekebon. 💓💓💓💓
__ADS_1