ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 39. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Tanpa pedulikan ibu tirinya Khayra berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Khayra kaget melihat mobil siapa yang terparkir di halaman. Walau dia hanya sekali naik ke mobil itu, dia yakin benar jika itu mobil milik mantan suaminya, Khayra tidak mungkin salah.


Dari dalam mobil keluar Naina adik tirinya. Khayra menarik napasnya melihat semua itu. Jadi benar jika Naina dan Ferdi memiliki hubungan.


Khayra berjalan menuju halaman rumahnya. Ketika tepat berada dihadapan Ferdi dan Naina, wanita itu langsung bertepuk tangan.


Ferdi dan Naina tampak kaget melihat kehadiran kakak tirinya itu. Naina belum siap untuk menjelaskan semuanya. Terlalu cepat semua ini.


"Kejutan sekali, sepasang kekasih yang baru aja pulang jalan dan berkencan!" ucap Khayra dengan suara yang begitu tenang. Khayra menarik napas agar tidak terbawa emosi nantinya.


"Apaan sih? Jangan cari masalah! Apa salah jika aku di antar Ferdi. Mantan abang iparku!" ucap Naina tidak mau kalah.


Naina telah memikirkan jawaban yang pas atas ucapan Khayra lontarkan. Dia tidak mau pengkhianatan dirinya dan Ferdi terbongkar.


"Aku nggak cari masalah. Aku cuma bertanya. Asyik ya pulang jalan bareng Mas Ferdi?"


Ferdi yang awalnya diam, tampak mulai terpancing. Dia mendekati Khayra dan mendorong tubuhnya.


"Apa urusanmu, kita tidak ada hubungan lagi. Bukankah kamu yang menginginkan perceraian. Lagi pula diantara kita tidak pernah ada cinta. Aku mau berhubungan dengan Naina, atau dengan siapapun itu tidak ada larangan. Aku singel!" ucap Ferdi dengan suara tinggi.


Ibu yang takut keributan di dengar tetangga mendekati mereka dan mengajak masuk. Tampak ibu menahan amarah melihat ke arah Khayra.


"Masuklah. Jangan ribut di luar. Nanti di dengar tetangga. Malu! Kamu baru saja datang sudah mencari masalah!" ucap Ibu marah.


Naina mengajak Ferdi masuk dan melewati Khayra dengan sengaja menyenggol bahu Khayra dengan kuat. Ferdi berjalan di belakang mengikuti masuk ke dalam rumah.


"Sebenarnya mau kamu apa, Khayra? Apa kau sengaja datang hanya ingin mempermalukan kami. Apa yang kamu inginkan?!" teriak ibu Elo, ibu tirinya Khayra.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu hubungan Naina dan Ferdi!" ucap Khayra.


"Untuk apa kamu tahu hubunganku dengan Ferdi? Ini bukan urusanmu lagi. Bukankah kalian telah bercerai?" tanya Naina dengan emosi.


"Aku tahu hubungan kalian bukan setelah aku bercerai tapi jauh sebelum aku dan Mas Ferdi menikah. Kenapa kamu melakukan ini padaku? Jika kamu memang mencintai Mas Ferdi, kenapa membiarkan dia menikah denganku? Dan kenapa kamu tetap masih berhubungan dengan Mas Ferdi padahal tahu dia telah menjadi abang iparmu?"


"Jangan sok suci Khayra. Jika memang aku dan Naina memang berhubungan sejak sebelum menikah dan tetap berhubungan setelah aku menikah, kamu mau apa. Apa bedanya kamu dan Barra? Kamu tahu'kan jika Barra itu adik iparmu, kenapa tetap berhubungan dengannya?"


Naina kaget saat mendengar dan mengetahui jika Barra adiknya Ferdi. Jadi selama ini dia berhubungan dengan pria yang masih ada hubungan darah.


"Jadi Barra itu adiknya kamu? Kamu tidak pernah cerita itu!" Naina sedikit kesal mengetahui kebenaran ini. Kenapa Ferdi tidak pernah mengatakan kebenaran itu. Padahal dia yang telah bercerita tentang hubungan Khayra dan Bara.


"Aku tidak pernah mengatakan itu agar kamu bisa jujur mengatakan hubungan Khayra dan Barra. Jika kamu tahu Barra ada hubungan darah denganku, pasti kamu akan sungkan mengatakan kebenaran hubungan mereka. Aku tahu, kamu pasti tidak akan tega menyakiti hatiku dengan mengatakan pengkhianatan mereka."


"Tentu saja, Sayang. Aku tidak suka membuka aib orang dan menuduh hal jelek jika tidak ada bukti."


Ibu Eti ikut bicara menyalahkan Khayra. Menimpa semua kesalahan pada wanita itu.


"Ibu tidak mengira. Kau yang tampak lugu ternyata tega mengkhianati suamimu dengan adiknya sendiri. Dimana pikiranmu? Dua pria yang memiliki hubungan darah!" ucap Ibu dengan emosi.


Naina yang mendengar ucapan ibu menarik napas. Seakan ibu juga menyindir dirinya.Bagaimana jika ibu nya tahu dia juga berhubungan dengan papa nya Ferdi. Selama ini hanya tahu hubungannya dengan Ferdi.


Tidak ada yang tahu hubungannya dengan Reno selain supirnya. Namun, Reno telah meyakinkan Naina jika supirnya bisa dipercayai.


"Aku tidak mengkhianati Mas Ferdi. Aku memiliki hubungan dengan Barra saat kami sama-sama sendiri. Setelah menikah aku tida ada hubungan apa-apa lagi!"


"Mana ada maling yang mengaku. Aku melihat sendiri kamu dan Barra pergi. Dia mengantar kamu kerja!" ucap Ferdi.

__ADS_1


Ferdi memang mencurigai hubungan mereka sejak melihat Khayra masuk ke mobil Barra. Saat itu dia baru saja pulang dari menginap dengan Naina.


"Kalian berdua yang pengkhianat, masih saja berhubungan setelah aku dan Mas Ferdi menikah."


Naina yang telah geram mendekati Khayra dan berdiri tepat dihadapan wanita itu berkacak pinggang.


"Jika aku memang tetap berhubungan dengan Ferdi setelah kalian menikah, kau mau apa? Toh kalian tidak pernah saling cinta. Berhubungan badan saja kalian tidak pernah. Lagi pula semua telah berlalu. Kamu dan Ferdi juga telah berpisah!" ucap Naina.


"Akhirnya kamu mengakui jika kalian memiliki hubungan!'


"Ya, dan kami telah melakukan hubungan suami istri berulang kali. Kamu pasti iri, karena kau yang dinikahi Ferdi tapi aku yang dinafkahi baik lahir maupun batin. Pernikahan kamu hanya di atas kertas. Kau tak pernah dianggap ada oleh Ferdi! Kasihan banget, jablai!" ucap Naina dengan tertawa.


Khayra yang sakit hati mengangkat tangannya dan melayangkan tamparan ke pipi Naina. Bertepatan dengan ayahnya yang datang.


"Khayra, kenapa kamu menampar Naina?" tanya ayah dengan teriakan. Naina langsung mengejar ayah Khayra dan memeluknya.


"Ayah, bisa lihat sendirikan gimana Kak Khayra. Dia sering menamparku," adu Naina.


Ibu Eti, juga tidak tinggal diam, ikutan memanasi suaminya. "Kamu lihat sendiri Erik, jika anakmu ini emang temperamen. Dia sering menyiksa Naina," ucap Ibu Eti.


Erik, ayah kandung Khayra memandangi anaknya dengan mata tajam. Seolah ingin memakannya.


...****************...


Selamat siang. Terima kasih untuk semua yang tetap setia menantikan novel ini update. Sambil menunggu bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.


__ADS_1


__ADS_2