
Barra dan Khayra telah kembali dari bulan madunya. Kembali ke rutinitas sehari-hari. Barra langsung ke kantor pagi harinya karena ada rapat yang harus dihadiri dengan kliennya.
Khayra melihat isi kulkas yang telah kosong. Dia berencana ke super market buat belanja. Barra telah memberi satu Kartu debit dan satu kartu kredit untuk Khayra.
Baru kali ini Khayra memegang yang namanya kartu kredit. Awalnya wanita itu menolak dan hanya meminta uang tunai saja untuk belanja sehari-hari, namun Barra tetap memberi kartu kredit walau uang tunai juga dia berikan.
Rasa haru tak bisa Khayra simpan. Pada pernikahannya pertama, dia tidak pernah merasakan yang namanya uang belanja dari suami.
Khayra juga diberikan satu mobil untuk dia pergi kemanapun. Kebetulan Khayra memang telah bisa menyetir diajari Barra saat mereka pacaran dulu.
Khayra mengendarai mobil menuju super market tempat dirinya bekerja dulu. Banyak ucapan selamat dari temannya saat Khayra belanja. Termasuk dari atasannya yang pernah menaruh hati dengannya.
Khayra mampir di salah satu kafe terdekat dari super market untuk mengisi perutnya. Dari pagi wanita itu belum sarapan. Saat Khayra baru akan menyantap makanannya, dia dikagetkan dengan seseorang yang menarik bangku dihadapannya.
Khayra mengangkat wajahnya dan melihat Ferdi yang telah duduk dihadapannya. Khayra memberikan senyum manjanya.
"Selamat Pagi, Ra," sapa Ferdi.
__ADS_1
"Selamat Pagi menjelang siang, Mas. Ini Udah jam sepuluh," jawab Khayra.
"Kamu tampak bahagia banget, Ra. Wajah mu berseri dan cerah banget. Pasti bulan madunya sangat menyenangkan!" ucap Ferdi.
"Begitulah, Mas. Namanya juga pengantin baru," ucap Khayra pelan.
Ferdi tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Dalam hatinya, Ferdi berkata itu tidak terjadi saat kita menjadi pengantin baru. Aku baru sadar kamu istimewa setelah cintamu tidak mungkin aku raih lagi.
Penyesalanku adalah menerima orang yang salah, dan menolak orang yang tepat. Kepergianmu adalah penyesalan bagiku. Kenapa? karena aku belum sempat membahagiakanmu. Kepergianmu membuatku belajar tentang mana yang benar-benar harus diperjuangkan dan mana yang tidak pantas untuk diperjuangkan.Tuhan menciptakan penyesalan biar kita tahu bahwa tidak semua hal bisa diulang kembali. Untuk itu Jagalah orang-orang yang kamu sayang sebelum kamu bener-bener kehilangan mereka. Karena penyesalan gak bisa mengubah sesuatu yang telah pergi dari kehidupan kita.
"Maafkan aku, Ra!" ucap Ferdi.
"Maaf untuk apa, Mas? Aku rasa kamu tidak ada melakukan kesalahan!"
"Maaf untuk waktu yang berlalu, saat kamu menikah denganku. Dua bulan pernikahan kita, kamu tidak pernah merasakan kebahagiaan. Aku memang bodoh termakan ucapan Naina!" ucap Ferdi.
"Naina?" tanya Khayra kaget.
__ADS_1
"Iya. Naina mengatakan uang yang aku berikan untuknya sering kamu habiskan. Kamu sering meminta uang dengannya. Itulah, alasan kenapa aku tidak pernah memberi kamu uang karena aku pikir kamu telah dapat dari Naina."
"Astaga, Mas. Aku nggak pernah meminta uang Naina sepeserpun. Aku bersumpah, Mas!" ucap Khayra.
"Aku percaya, Ra. Tidak perlu kamu bersumpah. Karena itu aku minta maaf. Telah berburuk sangka denganmu. Aku harap kamu mau memaafkan aku, Ra!"
"Aku telah memaafkan semuanya. Bagaimanapun saat ini, selain kamu mantan suamiku, kamu adalah Abang iparku. Sebaiknya kita melupakan semuanya, Mas. Jangan diungkit masa lalu. Kita sama-sama melangkah menuju kehidupan baru. Aku mendoakan Mas dapat pasangan yang baik dan mengerti kamu."
"Terima kasih doanya, Ra."
Khayra mengajak Ferdi sarapan dan setelah itu dia kembali ke apartemen untuk menyiapkan makan siang buat Barra. Saat Khayra pamit dan meninggalkan Ferdi, pria itu tidak berkedip menatap kepergian Khayra hingga hilang dari pandangannya.
Penyesalan jelas terlihat dari wajahnya."Seandainya aku tidak terhasut ucapan Naina, mungkin saat ini aku yang sedang berbahagia bersama Khayra," gumam Ferdi dengan dirinya sendiri.
***
Ditempat lain, tampak Naina sedang bingung sambil memegang perutnya. Wanita itu sedang memikirkan bagaimana caranya agar Reno atau Ferdi, salah satu dari mereka akan bertanggung jawab dengan kehamilannya.
__ADS_1
"Aku harus menemui Reno di klub biasa. Siapa tahu ada di sana. Jika dia juga tidak mau bertanggung jawab aku akan berterus terang pada Melli istrinya jika aku sedang hamil, dan ini kemungkinan anak Ferdi atau Reno!" gumam Naina.
...****************...