
Saat ini Barra sedang menghubungi Khayra,wanita yang dicintainya, sekaligus kakak tiri Naina. Dia juga ingin mengajaknya untuk menunjukkan sesuatu yang akan membuatnya merasa sangat terkejut.
"Halo, Ra. Aku mau ngajak kamu buat ngasih kejutan ulang tahun untuk papaku Reno, Kamu ada waktu, kan?" tanya Barra dengan penuh harapan.
"Gimana ya, Bar. Apa aku perlu hadir ya?" Dari seberang sana Barra bisa merasakan kebimbangan yang ditasakan oleh Khayra.
"Aku tau kalau kamu masih malas untuk ikut bergabung dengan keluargaku, Ra. Namun aku harap kamu mau ikut, Ra. Ini bukan hanya untuk sekedar perayaan ulang tahun saja tapi akan ada kejutan. Aku ingin kamu menyaksikan sendiri kelakuan Naina."
"Apa Ferdi dan Mama kamu ikut?" tanya Khayra. Dia sebenarnya malas berhubungan dengan orang-orang itu lagi. Khayra akan melupakan semuanya.
"Tentu saja mereka ikut, Ra! Bukankah aku memang inginkan mereka tahu siapa Papa yang sebenarnya. Aku ingin membuka mata ibu yang selalu percaya dengan apa yang Papa lakukan!"
"Barra, aku memang ingin membuka kedok siapa Naina pada ayah dan ibu. Namun aku ingin semua terbongkar saat dia bersama Ferdi. Jika seperti ini, bukan hanya Naina yang malu, tapi seluruh keluarga kamu. Apa kamu siap, Bar?" tanya Khayra.
"Justru ini yang paling aku inginkan Ra, aku ingin Ferdi tahu siapa Naina!"
Khayra tidak langsung menjawab, sepertinya wanita itu juga masih menimbang-nimbang perkataan Barra. Tidak ada salahnya juga jika dia ikut melakukan itu.Tapi yang Khayra takutkan, pasti ayahnya akan membenci seluruh keluarga Reno termasuk Barra.
Terus terang saat ini, Khayra telah mulai mau membuka hatinya kembali untuk Barra. Dia takut ayahnya akan melarang dan menentang hubungannya.
Namun, Khayra ingat, jika ayahnya pastilah tidak akan peduli padanya. Kenapa Khayra yang harus menimbang semua ini?
"Bagaimana, Ra? Apa kamu mau ikut? Katanya kamu juga ingin membuktikan pada Ayahmu siapa Naina sebenarnya. Kamu bisa merekam semuanya jika memang terbukti Papa-ku dan Naina ada hubungan."
Perkataan Barra itu langsung membuyarkan lamunan Khayra. "Ee ... ba-baik. Aku mau untuk ikut," jawab Khayra pada akhirnya. Entah apa keputusannya ini sudah tepat untuk menyetujui permintaan dari Barra.
Barra merasa sangat senang mendengar jawaban itu. Akhirnya rencana untuk membawa semua orang untuk memberi kejutan ulang tahun pada Reno berhasil.
"Baik, Ra. Nanti kita akan berangkat sore ini. Jadi kamu bersiap-siap, nanti aku jemput di tempat kerja," ucap Barr dengan semangat.
"Baik," jawab Khayra.
Setelah itu Barra lebih dulu mematikan sambungan telfonnya. Pria itu tersenyum penuh kemenangan, kini dia tinggal memastikan di mana lokasi villa yang disewa Reno.
Barra sudah berkordinasi dengan supir yang menjadi orang kepercayaan Reno. Pria paruh baya itu sudah memberikan banyak informasi pada Barra tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh Reno dan Naina. Hal itu yang membuatnya geram, dia akan membongkar kejahatan yang dilakukan oleh dua orang tersebut malam ini. Itu sebabnya dia memaksa Melli, Ferdi, dan Kayra agar bisa ikut dengannya.
__ADS_1
Saat ini tinggal menunggu waktunya tiba, waktu di mana kebohongan yang dilakukan oleh Reno dan Naina terbongkar.
* * *
Naina sudah menyiapkan seluruh barang bawaannya, dia sudah siap untuk berangkat. Sekarang dia sedang menunggu kedatangan supir yang diperintahkan untuk menjemputnya. Dia tidak sabar menghabiskan waktu bersama dengan Reno.
Tak lama setelah itu sebuah mobil sedan berwarna silver memasuki halaman rumah wanita itu. Senyumnya tampak begitu mengembang melihat kedatangan mobil itu. Seorang pria paruh baya keluar dari mobil, dia langsung membawa koper Naina untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil.
Sedangkan Naina langsung masuk ke dalam mobil, dia tidak ada inisiatif untuk membantu supir itu untuk memasukkan barang-barangnya. Naina memang sangat cuek mengenai hal-hal seperti itu.
Setelah melakukan tugasnya, supir itu kembali masuk ke dalam mobil. Tanpa banyak bicara dia langsung melanjutkan mobilnya menuju stasiun.
Naina sibuk mengabari Reno kalau saat ini dirinya sedang perjalanan menuju stasiun, ternyata pria itu sudah menunggu di sana lebih dulu. Naina sangat senang mendengar hal itu, dia tidak menyangka kalau Reno melakukan semua ini untuk dirinya.
Lima belas menit perjalanan, akhirnya mobil yang membawa Naina tiba di stasiun tepat Reno menunggu dirinya. Supir tadi langsung mengantarkan Naian ke dalam.
Dari kejauhan dia bisa melihat Reno yang sedang menunggunya di kursi tunggu. Pria itu terlihat sangat rapi, dia tidak sabar melakukam perjalanan dengan Naina.
"Hai sayang," sapa Naina lebih dulu. Reno langsung mendongak, senyum pria itu langsung terlihat mengembang.
"Iya dong, aku udah nggak sabar jalan-jalan sama kamu," ucap Naina dan langsung menggelayutkan dirinya ke lengan Reno.
Supir yang tadi mengantarkan Naina hanya bisa menundukkan kepalanya melihat pemandangan dihadapannya. Dia merasa sangat sedih karena Reno berani berselingkuh dari Melli.
"Kamu masih ingat tugasmu, kan? Antarkan semua barang bawaan kami ke villa yang sudah saya pesan, saya juga sudah mengirimimu lokasinya," perintah Reno.
"Baik, Pak," jawab supir itu.
Setelah mengatakan itu, Reno langsung meninggalkan tempat. Dia akan menukar tiketnya untuk masuk ke dalam kereta api, dia tidak mau sampai ketinggalan kereta.
Sedangkam supir tadi masih mematung di tempat, dia melihat kepergian Reno dengan tatapan yang sulit diartikan. Sampai Reno menghilanh dari pandangannya, barulah dia meninggalkan tempat. Pria itu juga terlihat memainkan ponselnya untuk mengabari sesuatu pada Barra.
Setelah menemukan di mana kursi duduknya. Reno dan Naina mulai duduk santai di dalam kereta, mereka banyak mengobrol. Lebih tepatnya Naina yang lebih mendominasi, wanita itu menceritakan kalau ini pertama kalinya dia naik kereta dan saat ini dia merasa sangat senang karena perjalannya ditemani oleh Reno.
"Aku senang banget rasanya," ucap Naina sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Reno.
__ADS_1
"Aku juga," jawab Reno. Pria itu juga mengusap lembut pucuk kepala Naina.
Selama perjalanan mereka Naina selalu berbicara banyak hal, Reno hanya mendengarkam dengan saksama celotehan wanita itu. Menurut Reno itu hal yang menggemaskan, dia suka saat Naina mengoceh.
* * *
Barra sudah menyiapkan mobilnya, mereka sudah bersiap untuk pergi bersama. Ferdi duduk di depan dengan Barra, sedangkan Melli duduk di belakang dengan Khayra nantinya.
Sebelum berangkat ke villa, Barra harus menjemput Khayra terlebih dahulu. Dia sudah memberitahukan pada mama dan Ferdi kalau Khayra akan ikut, sebelumnya itu menjadi penolakan. Tapi setelah usaha Barra untuk membujuk, akhirnya mereka berdua terpaksa menyetujuinya.
Pria itu mulai melajukan mobilnya untuk menjemput Khayra. Selama perjalanan, suasana mobil tampak sangat hening, tidak ada pembicaraan yang tercipta. Barra sendiri tidak tahu harus membicarakan apa.
Setelah sampai di rumah Khayra, Barra tidak perlu menunggu lama lagi karena wanita itu sudah sip di luar rumah.
Khayra masuk ke dalam mobil dengan sangat canggung, setelah sekian lama akhirnya dia bertemu lagi dengan Melli. Wanita itu berusaha untuk bersikap sopan dengan menyapa lebih dulu.
"Halo, Ma."
Melli hanya melirik sebentar sambil menyunggingkan senyum tipis. Kemudian dia kembali memalingkan wajahnya keluar jendela.
Kharya bingung harus bersikap seperti apa. Akhirnya wanita itu hanya diam saja dalam perjalanan.
Mereka melakukan perjalanan yang sangat jauh. Keheningan yang tercipta di dalam mobil membuat semua yang ada di sana merasa sangat bosan. Tapi akhirnya setelah perjalanan jauh itu mereka sampai di villa saat sudah malam hari. Barra langsung mengintruksikan semuanya untuk turun dari mobil dan mengikuti semua perintahnya.
Sebelum masuk ke dalam. Sekali lagi Barra bertukar kabar dengan supir yang memberikan informasi selama ini. Setelah memastikan semuanya aman, dia mengajak semua orang masuk ke dalam villa dengan sangat hati-hati.
Barra tidak sabar menanti hal itu terjadi, meskipun ini akan menjadi hal yang akan menyakitkan hati semua orang, tapi setidaknya dia sudah mencoba membongkar semua ini.
...****************...
Selamat sore semuanya. Pasti tak sabar menantikan bab berikutnya? Nantikan terus ya kelanjutan dari novel ini.
Sambil menunggu novel ini update. Bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1