ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 29. ONE NIGHT with IPAR


__ADS_3

Barra menekan bel apartemen Khayra. Beberapa kali di coba, wanita belum juga membuka pintunya. Barra menjadi kuatir. Hampir saja pria itu memanggil petugas keamanan. Namun, diurungkan karena pintu di buka.


"Barra? Aku kira siapa. Pagi-pagi udah nongol aja," ucap Khayra sambil tersenyum.


"Nggak boleh, nih? Padahal aku bawa sarapan soto Padang kesukaan kamu. Kalau gitu aku beri buat petugas keamanan aja!" ucap Barra sambil mengangkat kantong yang berisi soto Padang itu.


Khayra yang sangat doyan, mencium aroma segar dan harum dari soto langsung merebut kantong dari tangan Barra.


"Kalau udah niat beli-nya untuk aku, pemali kalau diberikan buat orang lain."


Khayra membawa bungkusan itu ke dapur dan mengambil mangkuk dua buat mereka makan soto. Wanita itu memasukan ke dalam mangkuk dan meletakkan satu kehadapan Barra.


Barra tersenyum melihat tingkah Khayra. Wanita itu tanpa malu menyendok Soto ke dalam mulutnya. Berbeda dengan wanita lain yang pernah Barra kenal, akan makan dengan malu-malu dan sok jaim.


Khayra yang merasa diperhatikan, memandang Barra dengan tatapan menyelidik. Kenapa pria itu menatapnya seperti saat ini.


"Apa ada yang salah denganku? Atau kamu menyesal membelikan aku soto?" tanya Khayra dengan cemberut.


"Pertanyaan apa itu? Kamu pikir dengan membelikan kamu semangkok soto membuat aku bangkrut. Kamu lupa jika aku ini seorang pengusaha?" tanya Barra dengan sombongnya.


"Percaya Bapak Barra! Kalau gitu tiap hari belikan aja aku sarapan, bisa menghemat pengeluaranku!" ucap Khayra sambil menyuapi makanan. Di sudut bibir wanita itu ada daun seledri. Tangan Barra reflek mendekati wajah Khayra dan mengusapnya, membuang daun seledri itu.

__ADS_1


Khayra menghentikan suapannya, dan memandangi wajah Barra dengan seksama. Pria yang dulu sangat dia cintai. Sebenarnya hingga saat ini rasa cinta itu masih ada dihatinya. Namun, untuk melangkah dia takut dikhianati lagi.


Bagaimana mungkin Khayra tidak sakit hati. Barra selingkuh dengan sahabatnya. Teman yang selalu bersama. Satu tempat kerja juga. Sejak Barra ketahuan selingkuh dengan sahabatnya, Khayra memutuskan pindah tempat kerja dan memblokir semua nomor temannya. Khayra juga sempat mengganti nomor ponsel. Komunikasi mereka terputus.


Beberapa kali Barra datang ke rumah, Khayra tidak mau menemui. Setelah itu Khayra bahkan memutuskan untuk pindah ke kost dekat kerjanya.


Saat Barra sering datang itulah, Naina menjadi tertarik dengan pria itu. Naina sempat mendekati pria itu, namun Barra tidak pernah tertarik.


Barra yang dipandangi begitu, mendekatkan wajahnya. Saat ini jarak wajah keduanya hanya sejengkal. Barra makin mendekatkan bibirnya. Khayra yang menyadari apa yang akan Barra lakukan, memalingkan wajahnya.


Barra lalu menarik wajahnya menjauh. Dia sadar tidak mudah meluluhkan hati Khayra kembali.Perselingkuhan dirinya dengan sahabat Khayra membuat gadis itu susah untuk percaya lagi dengan Barra.


"Khay ... apakah adik tirimu benar bernama Naina?" tanya Barra hati-hati. Barra telah meminta seseorang buat menyelidik siapa Naina dan orang itu akan memberikan laporan nanti siang. Tidak ada salahnya bukan Barra mencari tahu terlebih dahulu dengan bertanya sama Khayra.


Jawaban Khayra nanti bisa dia samakan dengan orang suruhannya. Jika memang wanita itu adik tirinya Khayra, Barra berjanji akan membuat wanita itu, Papa dan Ferdi menyesal karena telah mempermainkan hati Khayra.


Barra melakukan semua ini hanya untuk menebus rasa bersalahnya karena pernah meninggalkan dan mengkhianati Khayra. Wanita itu sangat menderita dari dulunya. Barra tahu kisahnya.


Barra sebenarnya tidak berniat selingkuh. Sahabat Khayra selalu menghubungi dirinya secara diam-diam dan mengajaknya berkencan. Barra yang merasa aneh atas apa yang dilakukan sahabat Khayra itu mencoba menjebaknya dengan mengajak kencan.


Wanita itu bernama Angel, dia selalu aja merayu Barra. Saat mereka janjikan berkencan, rupanya Angel sengaja menghubungi Khayra sehingga wanita itu salah paham.

__ADS_1


Barra sudah berusaha menjelaskan, namun Khayra tidak bisa menerimanya. Apa lagi dia melihat sendiri saat Angel ingin mencium Barra. Angel juga memberi bukti chat saat Barra mengajak kencan.


Ternyata cara Barra yang ingin menjebak gadis itu salah. Dia lebih pintar dari yang Barra bayangkan. Gadis itu lebih cepat bertindak. Dia langsung menghubungi Khayra dan mengatakan jika mereka sedang berkencan.


Angel mengatakan jika mereka berdua telah lama berselingkuh dengan mengirim bukti chat-chat sebelumnya. Di pesan itu memang kadang Barra merayu Angel, untuk menguji seberapa sahabatnya Khayra itu setia.


Namun, Barra tidak pernah berpikir jika itu dijadikan Angel sebagai bukti perselingkuhan mereka. Hati wanita mana yang tidak sakit melihat dan mengetahui jika kekasihnya berselingkuh dengan sahabat sendiri.


"Benar. Kenapa? Kamu mau mendekati Naina lagi?" tanya Khayra sedikit ketus. Barra menjadi heran dan kaget mendengar pertanyaan Khayra yang sedikit aneh.


"Mendekati Naina? Maksud kamu apa, Khay?" tanya Barra. Dia menangkap sesuatu yang tidak wajar atas pertanyaan yang Khayra lontarkan.


"Aku tahu semuanya, Barra. Setelah kita putus kamu sempat menjalin hubungan dengan Naina. Adik aku itu sudah mengatakan semuanya!" ucap Khayra dengan suara sendu.


Barra menjadi kaget mendengar ucapan wanita itu. Kapan dia dekat dengan Naina? Kapan pula mereka menjalin hubungan. Memang Naina sempat dan bahkan sering menghubunginya. Barra memberikan nomor ponsel nya untuk memudahkan Naina mengabarkan tentang Khayra. Barra menepuk jidatnya. Pantas Khayra begitu membenci dirinya. Setelah mengira Barra berpacaran dengan sahabatnya. Khayra juga berpikir jika Barra berpacaran dengan Naina .


...****************...


Selamat Pagi semuanya. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2