ONE NIGHT With IPAR

ONE NIGHT With IPAR
Bab 66. ONE NIGHT with IPAR.


__ADS_3

"Aku sedang mengandung anakmu!" ucap Naina dengan Reno.


Mendengar ucapan Naina, Reno tampak sangat kaget. Dia memandangi wanita itu dengan intens. "Bagaimana mungkin kamu hamil?" tanya Reno.


Naina tampak marah saat Reno mengatakan itu. Dia menatap pria itu dengan mata merah menyala. Pertanyaan yang Reno lontarkan membuat harga dirinya merasa diinjak.


"Bagaimana aku bisa hamil kata Om? Apa Om lupa jika kita sering melakukan hubungan badan. Apa saat ini sudah begitu uzurnya Om sehingga hal itu bisa dilupakan?!" tanya Naina dengan nada tinggi karena suara musik yang sangat keras membuat suaranya hilang tertelan hiruk pikuk suasana klub malam itu.


Reno berdiri dari duduknya dan mengajak Naina keluar dari klub menuju sebuah kafe yang tidak jauh dari klub. Naina masuk setelah memarkirkan mobilnya. Om Reno telah menunggu di dalam ruangan.


Naina duduk di bangku yang ada tepat dihadapan Reno, setelah memesan minuman, Reno mulai bicara.


"Katakan apa yang kamu inginkan!" ujar Reno.


Naina menarik napas dalam untuk menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi. Jika diikuti kata hatinya, saat ini Naina ingin mencaci maki Reno.

__ADS_1


Naina masih ingat betul saat pertama mereka bertemu, Reno memberi kartu namanya dan minta Naina menghubungi. Naina pikir untuk mendekatkan diri dengan calon mertua bagus juga. Dia lalu menghubungi Reno dan menanyakan kabarnya sekadar basa basi.


Beberapa hari kemudian Reno mengajak ketemuan, diajak ke mal. Naina diizinkan mengambil dan membeli apa saja. Naina yang merasa bahagia melupakan, mana ada calon mertua sebaik itu.


Pertemuan kedua Naina juga diajak ke butik dan membeli banyak pakaian. Pertemuan ketiga, rayuan mulai Reno tebarkan. Naina yang dua kali telah merasakan kebaikan Reno akhirnya termakan rayuan buaya hutan itu. (🤭🤭🤣🤣).


Sejak saat itu hubungan mereka lebih dari sekadar calon mertua. Naina yang memang telah sering melakukan hubungan badan dengan Ferdi, berpikir apa salahnya jika dia juga berhubungan badan dengan Reno. Dia juga tidak perawan.


"Aku hamil dan ingin Om bertanggung jawab!" ucap Naina dengan suara lantang. Dia tidak peduli jika ada yang mendengarnya.


"Kenapa minta tanggung jawab denganku. Dari awal kita melakukan hubungan, sudah sering aku tekankan, jika kita hanya teman ranjang. Tidak lebih!"


Naina menjeda ucapannya karena menahan emosi. Menarik napas dalam. Reno tampak tersenyum menanggapi ucapan wanita yang ada dihadapkannya itu.


"Aku nggak akan pernah bertanggung jawab. Apa kamu lupa jika aku selalu menggunakan pengaman setiap berhubungan karena aku tahu wanita sepertimu pasti suatu saat akan menjebak dengan kehamilan dan minta pertanggungjawaban. Hamil dengan pria lain, minta tanggung jawab dengan yang lain!" ucap Reno santai.

__ADS_1


Ucapan Reno membuat Naina naik darah. Jika dia boleh memilih tidak akan mau mengandung. Karena dia juga sadar belum pantas jadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Naina berdiri dari duduknya dan tangannya terangkat ingin menampar Reno, namun tertahan karena pria itu lebih cepat menangkapnya.


"Kenapa kau marah? Kau merasa itu semua benar'kan? Aku tidak bodoh, bisa dijebak dengan wanita seperti kau!"


"Apa kau lupa jika kau juga pernah lupa memakai pengaman. Jadi bisa saja ini anakmu!"


"Bisa saja'kan! Itu ada dua kemungkinan. Bisa ya atau bisa tidak. Jadi aku minta kau yakini dulu siapa bapak anakmu. Jangan-jangan kau sendiri masih ragu siapa bapak anakmu karena terlalu banyak pria yang menidurimu!"


"Ba*ji*ngan! Aku memang bodoh,termakan rayuan gombal darimu. Kau emang bejat. Sudah tahu aku kekasih anakmu, tetap saja kau berusaha merayuku dengan berbagai cara!"


"Kenapa kau salahkan aku? Apa setiap pria yang merayumu harus kau tanggapi? Seharusnya jika kau bukan mu*ra*han kau bisa pertahankan prinsipmu. Jangan termakan rayuan. Yang namanya pemain pasti selalu berusaha membuat setiap mangsa jatuh ke tangannya!"


Reno berdiri dari duduknya dan berdiri tepat di samping Naina. Reno mengeluarkan uang lembaran 50 ribu satu ikatan, dan melempar ke hadapan Naina.


"Itu untuk tambahan biaya kau merawat atau membuangnya. Terserah! Jangan datangi aku jika kau tidak memiliki bukti nyata jika itu anakku!" ucap Reno dan melangkah pergi setelah mengucapkan itu.

__ADS_1


Naina menarik napasnya dan saat Reno berlalu dari hadapannya, tangis Naina pecah. Dia memang salah, dan be*jat.Tapi tidak pernah terniat di hati untuk membuang bayi dalam kandungannya.


...****************...


__ADS_2