
Ferdi tidak menjawab pertanyaan Mama-nya. Begitu juga Dita. Wanita itu tidak tahu harus menjawab apa. Apakah jujur atau beebohong. Telah banyak kebohongan yang dia lakukan dari tadi.
"Aku tetap bekerja untuk dapat merasakan uang sendiri saat ingin membeli sesuatu. Bukan juga karena Mas Ferdi yang tidak mau memberi uang belanja."
"Jujur saja, Mbak Khayra! Apakah abang Ferdi ada memberi uang belanja atau tidak?" tanya Barra curiga.
"Kanapa kamu yang mendesak Khayra? Dia sendiri sudah berkata jujur," ucap Ferdi.
Khayra memandangi kedua saudara itu. Banyak sekali perbedaan di antara keduanya. Baik sifat dan karakter yang jauh berbeda.
"Barra ... kamu kenapa dari tadi seolah memojokan Ferdi! Mama heran denganmu, dari dulu tidak pernah suka dengan kakakmu sendiri. Sebenarnya apa yang kamu iri'kan dari Ferdi?" tanya Mama tampak kurang suka.
"Mama kamu benar Barra. Sepertinya kamu kurang senang melihat kebahagiaan abangmu sendiri!" ujar Papa.
__ADS_1
"Kenapa aku selalu dipojokan dan disalahkan? Aku cuma ingin Khayra berkata jujur. Jika emang yang dikatakan dia benar. Ya udah," ucap Barra.
"Jangan salah paham, Barra! Tidak pernah kami membedakan kasih sayang antara kamu dan Ferdi. Itu hanya perasaan kamu saja!"
"Salah satu alasan mengapa rumah menjadi tempat tidak nyaman bagi anak-anak umumnya dan bagiku khususnya karena adalah adanya ketidakadilan seperti pilih kasih didalamnya. Kenapa orang tua harus pilih kasih? Sedangkan semua anak dilahirkan sama dalam keadaan suci. Apakah Papa tahu, pasti ada rasa kecewa didalam diri seorang anak yang merasakan ketidakadilan orang tuanya."
Mungkin sebagai anak kerap kali mendapat nasihat untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua. Tetapi, pada saat bersamaan pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa ada orang tua yang semena-mena kepada anaknya muncul di dalam benak kalian. Orangtua memang harus dihormati oleh sang anak. Namun, anak juga butuh untuk disayangi serta dihargai. Memperlakukan anak dengan semena-mena juga itu merupakan cara yang tidak manusiawi. Misalnya seperti selalu dimarahi meskipun sang anak sudah memberikan yang terbaik.
"Kamu selalu saja mengatakan jika kami pilih kasih. Alasan mama dan papa sering membela Ferdi karena dia emang benar dan tidak pernah berkata kasar dan suara tinggi dengan kedua orang tuanya," ucap. Mama.
"Aku memang tidak pernah diberikan nafkah sama Mas Ferdi. itulah sebabnya aku takut dan berpkir liburan buat bulan madu. Aku tidak mau di pecat," ucap Khayra dengan lirih.
Papa dan Mama tampak kaget dan langsung bertanya dengan Ferdi. "Apa benar yang dikatakan Khayra itu Ferdi, jika kamu tidak pernah memberikan nafkah untuknya?" tanya Papa.
__ADS_1
Ferdi tampak geram dan memandangi Khayra dengan mata melotot. Seperti nya pria itu tidak terima atas pengakuan dari Khayra.
Sedangkan Khayra tampak meremas tangannya karena gugup. Dia tidak tahu apa yang akan Ferdi lakukan nanti saat mereka kembali ke apartemen.
"Aku bukan tidak mau memberikan nafkah buat Khayra. Aku pikir dia nggak butuh karena tidak pernah meminta. Aku juga tidak memberi karena tahu dia kerja. Aku takut jika dia pegang uang dalam jumlah besar, akan di salah gunakan. Aku juga ingin dia belajar hemat," ucap Ferdi memberi alasan.
Barra tampak tersenyum mengejek mendengar penjelasan dari Ferdi yang tidak masuk akal. Namun, Barra yakin kedua orang tuanya pasti akan percaya dengan apa yang diucapkan Ferdi.
Diakui Barra, abangnya itu tidak pernah membantah adapun kemauan kedua orang tuanya walau salah atau benar.
...****************...
Selamat Pagi semuanya. Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan. Sementara menunggu novel ini update. Bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1