
Khayra mengangkat bahunya tanda terserah. Wanita itu sadar, inilah waktu yang tepat bagimya untuk meminta surat cerai. Jika bukan sekarang, Ferdi pasti akan menahan dan meyiksanya lagi. Khayra akan tetap dengan pendiriannya walau nanti Papa Reno menawarkan gantinya dengan harta. Dia tidak akan mau.
"Jika aku tidak mau menceraikan kamu, apa yang kamu lakukan?" tanya Ferdi dengan ketus.
"Aku tidak akan mencabut laporanku!" ucap Khayra.
Sebenarnya Khayra juga gugup. Karena dia sendiri. Walau orang tuanya tahu kasus yang sedang dia hadapi pastilah ayah dan ibu tirinya tetap tidak peduli.
"Tunggu dulu Khayra, Ferdi. Jangan saling emosi. Semua bisa dibicarakan. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya," ucap Papa.
Papa Reno menarik kursinya dan mendekati Khayra. Pria itu meraih tangan Khayra dan menggenggamnya. Khayra tersenyum dan melepasakan genggaman itu perlahan. Risi dengan apa yang Papa Reno lakukan.
Papa Reno yang menyadari jika menantunya itu tidaklah suka dipegang, tidak segampang Naina. Membalas senyuman Khayra dengan getir.
"Khayra, kenapa kamu ingin bercerai dengan Ferdi. Apakah selama menikah denganmu, Ferdi selalu berbuat kasar?" tanya Papa Reno.
"Ya, dan aku tidak suka. Aku ingin pisah. Di antara kami juga tidak ada cinta. Ferdi sendiri yang mengaku jika dia terpaksa menikahiku. Jadi buat apa pertahankan ini semua. Apa maksud Ferdi tidak mau menceraikan aku? Pasti untuk balas dendam. Jika memang itu niatnya, aku pastikan akan melapor dan menviralkan semuanya jika masih menyakiti aku!" ucap Khayra memberanikan diri.
__ADS_1
Khayra tahu ucapannya ini pasti akan membuat Ferdi makin marah, tapi dia harus berani. Wanita itu ingin mendapatkan surat cerai secepatnya.
Jika surat cerai itu tidak dia dapatkan saat ini bisa Khayra pastikan dia akan kembali di siksa Ferdi dan mungkin lebih parah lagi. Bisa saja dia akan di sekap.
Tampak pengacara berunding dengan Ferdi. Khayra tidak ingin menguping. Dia ingin mendengarnya langsung dari mulut mereka, apa keputusan yang diambil.
Setelah cukup lama berunding, pengacara keluarga mereka menatap Khayra, pria itu tersenyum dengannya. Pengacara yang bernama Sariman Siregar itu lalu menarik napas sebelum bicara.
"Setelah kami berunding, Ferdi memutuskan mengabulkan permintaan cerai kamu. Namun, kamu tidak dapat pembagian harta gono gini. Pernikahan kalian berdua baru berlangsung selama dua bulan," ucap pengacara itu.
Khayra menarik napas lega. Dia juga tidak menginginkan harta milik suaminya itu. Dia hanya ingin kebebasan. Berpisah saja baginya sudah satu keajaiban. Khayra berpikir dirinya akan selamanya dengan Ferdi dalam neraka yang akan diciptakan pria itu.
"Bagaimana jika surat cerainya besok kami serahkan. Aku memang membawa print di mobil. Tapi membuat surat perjanjian itu tidaklah mudah dan cepat. Aku harus menyusun kata yang tepat agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan."
Pengacara itu bicara dengan tegas. Khayra tahu itu emang tidak mudah, tapi jika diundur hingga besok, bisa saja semua berubah pikiran. Khayra tidak ingin semuanya jadi gagal dan kacau lagi.
Ini semua telah di genggam tangannya, dan Khayra tidak akan melepaskan begitu saja. Dia harus dapat meraihnya.
__ADS_1
"Tapi aku mau saat ini juga. Aku akan menunggu!" ucap Khayra.
"Aku butuh waktu satu jam untuk membuat surat perjanjian ini. Bukankah anda akan kerja?" tanya pengacara itu.
"Aku bisa minta izin. Agar semuanya selesai dengan cepat. Jika menunggu besok aku pasti tidak akan bisa minta izin lagi. Tidak mungkin izin setiap hari."
Ketiga pria itu duduk mendekat dan membelakangi Khayra. Mereka mengobrol dan tampak sedikit berdebat. Khayra berdiri dari duduknya dan menghubungi atasannya meminta izin untuk tidak masuk kerja.
Setelah cukup lama berunding, akhirnya pengacara itu keluar dan mengambil print. Dia mencari file tentang surat cerai yang pernah dibuatnya dan menggantikan namanya dengan Khayra dan Ferdi. Sariman menambahkan sedikit poin dari mereka.
Setengah jam surat selesai dibuat dan Sariman meminta Khayra membacanya. Setelah cocok bisa menanda tangani. Khayra membaca satu persatu poin yang tertulis.
Setelah dirasakan tidak merugikan baginya Khayra lalu membubuhkan tanda tangan. Surat akta cerai akan secepatnya diusahakan pengacara itu. Dia yang akan mengurusnya.
Khayra merasa sangat lega. Dan atas kesepakatan, apartemen yang mereka tempati saat ini menjadi milik Khayra. Hanya itu harta yang mau Ferdi berikan.
Bagi Khayra tidak mendapatkan apa pun dia tidak masalah asal surat perjanjian cerai berada ditangannya. Khayra tampak tersenyum puas. Khayra tadi juga telah meminta penambahan poin kalau dia tidak mau Ferdi mendekati dan mengganggu kehidupannya. Jika itu dilakukan pria itu, Khayra akan menuntut.
__ADS_1
Akhirnya jam 11 siang semua selesai. Khayra pamit dengan membawa surat perjanjian cerai ditangannya. Hanya tinggal menunggu keputusan dari pengadilan agama. Dan semuanya akan diurus pengacara Ferdi. Dia janji paling lama dua minggu akta cerai akan ada dari pengadilan agama.
...****************...