
Syabil menghampiri Alfa yang sudah menunggunya, dia tidak bicara sama sekali hanya menyalimi tangan suaminya dan langsung naik di boncengan motor. Alfa sempat heran melihat tingkah Syabil tapi dia masih belum ambil pusing dan melajukan kendaraan untuk pulang.
Sampai dirumah Syabil langsung masuk dengan tanpa suara dan istirahat di kamar. Alfa yang melihat Syabil langsung tiduran di kasur langsung memarahinya,
“Baru dateng ganti baju dan cuci tangan dulu Bil.. kebiasaan deh!” kata Alfa memberi nasihat.
Syabil masih diam tapi dia beranjak ke kamar mandi untuk ganti baju lalu cuci tangan dan kaki. Alfa menghela nafas panjang, dia heran dengan sikap Syabil yang tiba-tiba itu. Tanpa ambil pusing Alfa menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan meletakkan tangannya di dahi, capek karena habis rapat.
Syabil keluar dari kamar mandi dan melihat Alfa tertidur, Syabil merasa tidak tau kenapa ada yang mengganjal di hatinya melihat Linda yang mendekati Alfa, dia penarasan bagaimana hubungan Alfa dengan Linda, dia memutuskan nanti akan menanyakannya. Syabil merasa capek dan dia ikut berbaring di samping Alfa untuk istirahat sebentar.
Habis sholat Maghrib Syabil memasak untuk makan malam mereka, sementara Alfa fokus nonton tv. Dia melihat Syabil yang sedang masak dan menghampirinya,
“Ada yang bisa aku bantu Bil ?” tanya Alfa.
“Nggak bentar lagi selesai kok, kamu tunggu aja sambil nonton tv..” jawab Syabil.
“Aku bantu siapin di meja makan deh..”
Alfa mengambil inisiatif menata nasi dan piring di meja makan sambil menunggu Syabil menggoreng lauk. Sekilas syabil tersenyum melihat suaminya berinisiatif membantu.Setelah persiapan selesai mereka makan bersama, Syabil masih diam dan membuat Alfa penasaran apa yang dipikirkan oleh Syabil,
“Bila, kamu ada masalah dari tadi diem aja ?” tanya Alfa disela-sela makan.
“Enggak ada apa-apa kok..” jawab Syabil.
“Bohong, kamu diem gitu sejak pulang tadi, ada apa ? cerita sama aku..” pinta Alfa.
Syabil diam sejenak, dia berpikir mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakan hubungan Alfa dengan Linda,
“Kamu sama Linda dekat Mas ?” Syabil mencoba membernikan diri bertanya.
“Linda ? dia kan sekretaris OSIS jadi pastinya deket.. emang kenapa ?” tanya Alfa balik.
__ADS_1
Mendengar jawaban Alfa, Syabil masih belum puas dan diam dengan wajah cemberut, Alfa yang melihatnya mencoba menggoda istrinya,
“Kenapa ? kamu cemburu ya ?” tanya Alfa sambil tersenyum kecil.
“Enggak kok, siapa juga yang cemburu..” Syabil menjawab dengan gelagapan.
“Hemm.. keliatannya malah sebaliknya tuh, liat pipi kamu jadi merah gitu..” canda Alfa.
“Udah deh jangan bahas lagi..” Syabil sudah malu sendiri karena ketauan oleh Alfa.
“Tenang aja, aku sama Linda cuman temenan aja nggak lebih..” kata Alfa kemudian
Mendengar jawaban Alfa Syabil tersenyum senang dan melanjutkan makan, dia lega sekarang. Syabil mengakui jika dia cemburu melihat Alfa dekat dengan cewek lain, lagian Alfa itu suaminya jadi wajar jika dia cemburu.
Beberapa hari kemudian di sekolah saat jam pelajaran tiba-tiba beberapa anggota OSIS masuk ke kelas Syabil, semua siswa terkejut dan gelagapan menyembunyikan barang-barang mereka termasuk Syabil.
Alfa meminta izin pada guru yang sedang mengajar untuk melakukan inspeksi dadakan pada semua siswa. Target inspeksi itu adalah menertibkan siswa yang membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa ke sekolah yaitu komik, majalah, termasuk HP karena saat pelajaran jika membawa HP maka harus diletakkan disatu tempat depan kelas supaya tidak mengganggu pelajaran.
Saat itu Syabil gelagapan karena lupa HPnya belum dimasukkan ke wadah yang sudah disediakan. Alfa memeriksa setiap siswa, beberapa membawa majalah, komik, dan hp. Saat Alfa memeriksa tas Syabil, dia menemukan hp istrinya spontan Alfa memandang ke wajah Syabil dengan tatapan marahnya.
“Baik, yang melanggar barang-barangnya aku sita, nanti istirahat kalian bisa ke ruang OSIS jika ingin barang-barang kalian kembali..” kata Alfa dengan tegas.
Semua siswa dikelas Syabil diam dengan tatapan tidak suka, mereka tau kalau melanggar tapi layaknya siswa pasti memberontak. Siapa saja yang melanggar peraturan sekolah akan dikurangi poin disiplinnya dan itu berimbas pada nilai mereka nanti.
Alfa pamit pada guru yang sedang mengajar dan meninggalkan kelas, sebelumnya dia sempat melirik kearah Syabil dengan tatapan dingin. Syabil langsung bergidik melihatnya. Intan dan Riri melihatnya merasa khawatir jika Syabil dimarahi oleh Alfa, untung mereka sudah menyimpan hpnya jadi selamat dari omelan Alfa.
Jam istirahat Syabil dan beberapa siswa yang barangnya disita Alfa pergi ke ruang OSIS bersama, mereka menunggu diluar ruangan karena harus satu persatu masuk ruangannya. Tiba giliran Syabil, dia melangkah ke dalam ruangan disana ada Alfa dengan tatapan dinginnya dan Linda disampingnya.
Alfa mempersilahkan Syabil duduk didepannya, tanpa suara Syabil menurut dan duduk di depan Alfa.
“Syabila kenapa kamu bisa bawa hp ?” tanya Alfa.
__ADS_1
“Aku lupa nggak naruh di tempat hp depan kelas..” jawab Syabil dengan masih menunduk.
“Hm, kamu tau kan peraturan tetap peraturan, kalau bawah hp harus dimasukkan di tempatnya waktu jam pelajaran, ini hpnya ada di tas kamu..”
“maaf aku lupa..”
“Lin aku bisa minta tolong kamu atasi yang selanjutnya biar kita bisa selesai, kamu bisa pakai meja disana..” perintah Alfa sambil menunjuk ke meja yang agak jauh jaraknya dengan tempat mereka duduk sekarang.
“Oh, oke kalau gitu.. masih banyak juga sih..”
Linda menurut dan memanggil giliran selanjutnya untuk mencatat siapa saja yang melanggar dan akan kehilangan poin. Setelah Linda pergi kini Alfa hanya berhadapan dengan Syabil sendiri,
“Bila, kamu kok bisa ceroboh gini sih!”
Alfa langsung memarahi Syabil tapi dengan suara pelan sehingga Linda dan yang lainnya tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
“Udah aku bilang aku lupa nggak naruh di tempatnya..” jawab Syabil lagi.
“Hm, udah aku bilangin juga kamu harus hati-hati.. kalau gini kan aku nggak bisa bantuin kamu..”
“Iya aku tau, peraturan tetap peraturan kan!”
“Nah itu kamu udah tau, lain kali jangan diulangi lagi, aku nggak mau ngeliat atau dengar lagi kamu kena masalah, itu bisa bikin malu aku!” kata Alfa dengan masih emosi.
Seketika Syabil kaget dan langsung memandang wajah Alfa, dia tidak menyangka Alfa berkata seperti itu padanya, bagaimana mungkin suaminya sendiri berbicara seperti itu yang membuatnya sakit hati, rasanya dia ingin menangis tapi dia harus tahan. Alfa masih menatap lurus ke Syabil lalu menyerahkan hpnya.
“Ini hp kamu, jangan seperti ini lagi, poin kamu harus aku kurangi karena aku melanggar..” kata Alfa.
Syabil masih diam dan belum beranjak, dia masih berusaha menahan emosinya supaya air matanya tidak jatuh.
“Bila.. udah ini balik ke kelas!” perintah Alfa.
__ADS_1
“Jadi aku udah bikin kamu malu ya Mas? Maaf udah jadi istri yang bikin kamu malu!” Bila sudah tidak bisa menahan emosinya.
Alfa cukup terkejut mendengar perkataan Syabil, tanpa berpikir lagi Syabil mengambil hpnya dan berjalan keluar dengan mata berkaca-kaca. Alfa baru sadar akan apa yang sudah dia ucapkan barusan, dan langsung mengusap mukanya dengan kedua tangannya secara kasar.