Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 35 - Sakit yang tidak terduga !


__ADS_3

Suatu hari saat sarapan di meja makan Syabil terlihat lemas dan beberapa kali memegangi perutnya, Alfa yang melihatnya jadi penasaran,


“Kamu kenapa Bil ?” tanya Alfa.


“E.. nggak apa-apa kok Mas..” Syabil langsung mencoba bersikap biasa.


“Sakit ?” tanya Alfa lagi.


“Nggak kok, yuk dilanjut makannya keburu telat nanti..” Syabil mencoba mengalihkan perhatian.


“Kalau ada apa-apa bilang lho Bil!” tegas Alfa.


“Iya Mas..”


Sejujurnya Syabil sedang menahan rasa sakit karena sedang datang bulan di hari-hari pertama, dia malu untuk mengatakannya pada Alfa karena itu urusan cewek, malu juga kalau diceritakan ke cowok, apalagi ke suaminya, itu yang dipikirkan oleh Syabil.


Selesai sarapan Syabil langsung mengambil minyak kayu putih di kamar dan dioleskan ke perut, untuk meredakan sakitnya karena minyak kayu putih setelah dioleskan terasa hangat. Berangkat sekolah keadaan Syabil sudah mendingan, Alfa dari tadi memperhatikan gelagat sang istri yang tidak seperti biasanya, tapi ketika mau bertanya dia ragu takutnya dia tidak mau cerita dan itu masalah cewek.


Sampai di kelas Syabil terduduk dengan lemas dan kepalanya disandarkan di meja bangkunya, Intan dan Riri yang penasaran kemudian bertanya,


“Kamu kenapa Bil ?” tanya Intan yang khawatir karena melihat wajah Syabil pucat.


“Biasa Tan, baru hari pertama..” jawab Syabil dengan lemas, dia masih merasakan sakit di perut, dan minyak kayu putih tetap di tangannya.


“Ya Allah Bil wajah kamu pucat gitu, kamu maksain masuk.. kamu nggak bilang ke Alfa ?” tanya Riri.


Syabil hanya menggeleng pelan,


“Malu lah Ri..” jawab Syabil kemudian.


“Ngapain malu, kalian udah suami istri wajarlah harus saling terbuka..”


Syabil hanya diam tidak menanggapi, dia seperti tidak punya energi lagi untuk berbicara.


Tidak lama jam pelajaran dimulai, pelajaran berjalan seperti baisa, entah kenapa rasa sakit yang dirasakan oleh Syabil semakin kuat, dia sampai tidak kuat menahannya. Saat pelajaran berlangsung ada sesi dimana guru memberi pertanyaan pada siswa supaya dijawab, dan yang ditunjuk adalah Syabil,


“Bila coba jawab pertanyaan Bapak di papan ini!” perintah bapak guru sambil menunjuk soal yang sudah ditulis di papan tulis.


Syabil sambil menahan rasa sakit berjalan ke depan sampai di tengah jalan hal yang tidak terduga terjadi, Syabil jatuh pingsan dan teman-temannya langsung berdiri dan mencoba menolongnya,


“Bila!” teriak Intan.


Bapak guru langsung memapah Syabil dan membawanya ke UKS, Riri, Intan dan Indra mengikuti di belakang, mereka khawatir dengan keadaan Syabil.


“Ri Syabil kenapa kok bisa pingsan ?” tanya Indra saat dijalan menuju UKS.


Riri dan Intan hanya diam tidak mau menjawab, lagian mau apa juga cerita ke Indra apalagi ini masalah cewek.


“Kok kalian diam sih!” Indra kesal sendiri karena dia tidak mendapatkan informasi.


Dilain tempat di kelas Alfa pelajaran masih berlangsung seperti biasa, tiba-tiba ada suara keras dari luar kelas dan membuat semua siswa menengok ke arah luar dan mencari-cari sumber suara, termasuk Alfa dan Andi. tidak lama terlihat seorang guru yang membopong siswi diikuti 3 siswa di belakangnya, melihat hal tersebut Alfa langsung khawatir,

__ADS_1


DEG


“Itu Riri dan Intan, yang di bopong tadi  jangan-jangan Syabil Fa ?” tanya Andi.


Alfa masih diam, dia ingin memastikan dengan menyusul kesana, tapi sebelum itu dia harus mencari alasan untuk izin keluar kelas. Guru yang sedang mengajar di kelas Alfa meminta semua siswa kembali duduk dan lanjut pelajarannya. Alfa masih tidak tenang, dia punya feeling kalau siswi yang pingsan tadi adalah Syabil.


Lama – lama Alfa tidak sabar, dia langsung mengangkat tangannya,


“Iya Alfa, ada apa ?” tanya Bapak Guru yang sedang mengajar,


“Saya izin keluar sebentar pak, ada urusan OSIS mendadak..” terang Alfa, dia terpaksa berbohong, kalau dia beralasan ke toilet dia tidak bisa lama karena pasti guru akan curiga.


“Oh iya silahkan..”


“Terimakasih Pak!”


Alfa buru-buru keluar kelas meninggalkan Andi yang masih duduk dengan tatapan heran, dia heran karena gampang sekali Alfa meminta izin karena pasti diizinkan, mungkin karena Alfa ketua OSIS dan sangat disegani oleh Guru, tidak mungkin juga Alfa main-main minta izinnya.


Alfa buru-buru menuju UKS, disana dia melihat ada beberapa siswa yaitu Riri, Intan dan Indra serta guru yang membawa Syabil ke UKS, ada guru UKS juga yang sedang memeriksa Syabil. Alfa harus mencari alasan supaya Indra tidak curiga padanya,


“Ehm ada apa ini ?” tanya Alfa begitu datang.


Semuanya melihat kearah Alfa, Indra bertanya-tanya kenapa juga Alfa datang kesini padahal tidak ada kaitan dengannya.


“Oh Alfa datang, ini Fa salah satu siswa bapak tiba-tiba pingsan saat pelajaran..” jawab pak Guru.


“Oh, saya kesini untuk mengecek Pak, tadi saya lihat dari kelas kok ada yang di bopong..”


“Ini sepupu saya pak..” kata Alfa kemudian.


“Oh ini yang katanya sepupu kamu ya Fa, bapak tidak tahu..”’


Alfa hanya tersenyum,


“Baiklah ayo kalian kembali ke kelas biar Syabila istirahat..” ajak pak Guru pada Riri, Intan dan Indra.


Mereka bertiga menurut, sebelum pergi Intan mendekat ke Alfa dan berbisik kalau Syabil pingsan karena sedang datang bulan, dan dia malu mengatakannya pada Alfa. Alfa kemudian mengangguk faham dan meminta Intan serta kedua temannya kembali ke kelas. Sebelum keluar Indra memandang kearah Alfa dengan pandangan penuh tanya, Alfa sendiri cuek dan tidak memandang kearah Indra sama sekali.


Sekarang tinggal Alfa dan guru UKS yang ada disana,


“Gimana keadaannya Bu ?” tanya Alfa.


“Nggak apa-apa Fa cuman butuh istirahat aja.. biasa cewek masalah datang bulan..” jawab Guru UKS.


“Alhamdulillah deh..”


“Bentar lagi mungkin sadar, oh iya saya ada rapat habis ini minta tolong jaga dia ya.. kasihan kalau nggak ada yang jagain..”


“Oh iya baik bu..”


Setelah ditinggal guru UKS Alfa menutup pintu dan menutup tirai yang menutupi tempat tidur Syabil kemudian duduk disamping tempat tidur,

__ADS_1


“Hm.. pantas aja tadi pagi megangi perut, dasar gitu aja nggak mau bilang.. emangnya aku dianggap siapa coba..” gumam Alfa sambil memegang tangan istrinya.


Tidak lama kemudian Syabil mulai membuka mata, hal yang pertama dia lihat adalah plafon putih, dia tidak ingat apa yang terjadi padanya setelah pingsan tadi..


“Udah siuman Bil ?”


Syabil melihat kesamping, sudah ada Alfa di sampingnya sambil memegang tangannya.


“Mas Alfa..” Syabil langsung gelagapan.


“Gimana keadaan kamu, udah baikan ?” tanya Alfa.


Syabil hanya mengangguk pelan, dia jadi malu sendiri karena sekarang kemungkinan Alfa sudah tau kenapa dia bisa pingsan,


“Kamu ini kenapa nggak cerita sama aku, jangan diem aja..” Alfa menasehati istrinya.


“Aku malu Mas..” jawab Syabil.


“Hmm.. kita kan udah nikah ngapain juga malu, kaya sama siapa aja..” kata Alfa sambil mencolek hidung Syabil karena gemas.


“Maaf deh lain kali aku ngomong..” Syabil memelas.


“Hmm.. yaudah kamu pulang aja bagaimana ? kamu masih pucat gitu..”


“Tapi pelajaran aku gimana ?”


“Nanti kan bisa tanya ke Riri atau Intan, yang terpenting sekarang kesehatan kamu..” terang Alfa.


Sejujurnya Syabil masih sakit dan lemas, dia ketika datang bulan selalu seperti itu sakit yang dirasakan tidak main-main. Dilain sisi dia tidak ingin ketinggalan pelajaran karena sebentar lagi juga ujian kenaikan kelas.


Alfa tetap membujuknya untuk istirahat dirumah, dia khawatir kalau istrinya itu pingsan lagi nanti, mau tidak mau Syabil mengalah dan mau pulang.


“Yaudah bentar kamu tunggu disini aku izinin dulu ke guru piket kalau kamu izin pulang..” Alfa beranjak dari tempat duduk,


“Tapi apa nggak apa-apa kalau kamu yang bilang mas ? nanti guru-guru pada curiga gimana ?” tanya Syabil.


“Nggak, lagian mereka tau kalau kita masih saudara jadi wajar aja..”


“Yaudah deh, terserah kamu aja..”


Alfa tersenyum dan pergi menuju ruang guru piket yang jadi satu dengan ruangan BK. Disana Alfa langsung meminta izin untuk mengantar Syabil karena habis pingsan dan perlu istirahat. Untungnya Syabil diizinkan pulang dan Alfa segera kembali ke UKS untuk menjemput istrinya.


“Gimana mas ?” tanya Syabil setelah Alfa kembali.


“Boleh pulang Bil.. yuk! Kamu masih kuat jalan kan ?”


“Masih mas..”


Syabil mulai bangun dibantu Alfa kemudian mereka keluar dari UKS bersama tapi tetap jaga jarak karena takut ada yang melihat kalau terlalu dekat. Mereka tidak menyadari kalau dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka.


Siapa ya ?

__ADS_1


To Be Continue ~


__ADS_2