Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 54 - Demam


__ADS_3

Alfa dan Syabil sudah sampai rumah, Syabil segera mandi dan ganti baju supaya tidak masuk angin, sedangkan


Alfa segera ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk istrinya. Saat Syabil keluar kamar Alfa langsung memberikan teh hangat yang dibuatnya,


“Ini minum dulu biar hangat badan kamu!” perintah Alfa.


“Makasih mas..” syabil langsung duduk di kursi dan meminum sedikit demi sedikit teh hangannya. Syabil bersyukur suaminya perhatian seperti itu, membuatnya tambah sayang dengan Alfa.


“sekarang kamu ceritain kok bisa kamu disiram gitu di toilet ?” Alfa kembali bertanya, dia belum puas dengan


jawaban Intan tadi.


Akhirnya Syabil menjelaskan dari awal saat dia izin ke toilet lalu tiba-tiba ada yang menyiramnya dan dia tidak


tau siapa itu.


“Kamu nggak langsung keluar dan liat siapa itu ?” tanya Alfa lagi.


“Nggak keliatan mas, aku malah nggak denger ada orang masuk dan ada di toilet sebelahku, setelah menyiramku terdengar suara orang lari, itu aja..”


Alfa tampak berpikir cara untuk mengetahui siapa pelaku yang menyiram istrinya itu di toilet,


“Besok coba aku cek disekitar situ ada cctv apa nggak, awas aja kalau sampai ketemu!” gumam Alfa.


“Mas jangan keras-keras ih!”


“Mau bagaimana lagi, kalau sampai mencelakai kamu gini aku ya nggak tenang! Kalau dibiarin terus malah nanti


tambah parah tingkahnya!”


Benar juga yang dikatakan oleh Alfa, bisa jadi setelah ini Syabil terus kena serangan dari orang yang nggak


diketahui siapa, akhirnya dia diam dan menurut saja, berharap semoga ketemu pelakunya.


malam harinya syabil mau menyiapkan makan malam tapi dicegah oleh Alfa,


"kamu mau ngapain? udah aku aja yang nyiapin.. kamu duduk sana.. " perintah Alfa.


syabil tersenyum lalu duduk di kursi meja makan sambil memperhatikan suaminya yang lagi siap-siap menggoreng telur.


“awas jangan sampai gosong mas..” ledek Syabil.


“Nggak lah, mana mungkin gosong, aku udah mahir kalau ginian..” jawab Alfa dengan percaya diri.


Syabil tertawa mendengarnya, suaminya bisa bercanda juga. Alfa tau Syabil lagi nggak enak badan dilihat dari


raut wajahnya yang sedikit pucat, makanya dia inisiatif menggantikan masak untuk makan malam.


Setelah makan malah Alfa memberikan obat pada Syabil dan diminta segera tidur, syabil menurut dan dia


langsung ke kamar untuk tidur. Alfa masih duduk di shofa dia termenung mencari cara supaya dia bisa menemukan pelaku yang menyiram Syabil. segera dia menghubungi Andi untuk minta bantuan,


“Halo Fa, ada apa telfon ?” tanya Andi.


“Besok bantuin aku ya cek cctv!” jawab Alfa langsung.


“Masalah Syabil tadi ? oke aku bantuin.. bener-bener deh ada aja yang terjadi sama istrimu..”


“Aku jadi curiga sama Linda..” tutur Alfa.


“Udah jangan berasumsi dulu, kalau bukan dia gimana, mending kita liat besok aja di cctv sekitaran toilet..”


Andi berusaha menenangkan Alfa dulu supaya tidak main tuduh orang.


“Yaudah deh gitu aja, udah dulu ya.. makasih..”


Alfa menutup telfonnya, dia lalu mengecek ke kamar ternyata Syabil sudah tidur. Saat mengecek suhu badan Syabil ternyata panas, dia langsung mengambil air dalam baskom dan mengambil kain untuk mengompres kening istrinya.


“awas aja kalau sampai ketemu orangnya!” gumam Alfa,


Pagi harinya Syabil bangun dan menemukan ada  kain lap di keningnya, disamping juga ada Alfa yang sedang tidur. Dia bisa menebak kalau semalam pasti Alfa yang mengompresnya, dan berkat itu demamnya turun.


“Mas bangun..” Syabil membangunkan Alfa.


“Hmmm..” melihat syabil yang sudah duduk Alfa langsung ikutan duduk.


“Demam kamu udah turun ?” tanya Alfa sambil menempelkan telapak tangannya ke kening Syabil.


“Udah mas.. makasih ya udah di kompresin semalam..” jawab Syabil sambil tersenyum.


Alfa lega mendapatkan jawaban syabil, dia tersenyum dan mencium kening istrinya.


“Alhamdulillah kalau gitu,aku takut kamu kenapa-napa..” kata Alfa.


“Nggak apa-apa kok mas, kan demam biasa..”

__ADS_1


“Nggak apa-apa gimana! itu karena seragam kamu basah kemarin jadinya gini kan..” Alfa jadi keingat lagi kejadian


kemarin.


“Udah udah, aku nggak apa-apa kok.. udah yaa.. yuk sholat shubuh dulu..” Syabil berusaha menenangkan Alfa.


Alfa mengangguk dan mereka gantian mandi dan sholat, setelahnya Syabil mau menyiapkan sarapan tapi Alfa mencegahnya, dia mengajak sarapan diluar saja mengingat Syabil baru masih keliatan lemas.


Alfa dan Syabil membeli sarapan sekalian berangkat sekolah, mereka memutuskan untuk di warung makan soto ayam dekat apartemen. Hal yang tidak terduga terjadi, Indra kebetulan sedang melintas depan warung dan melihat mereka berdua duduk bersandingan dan berdekatan, sangat terlihat akrab. Indra semakin yakin jika ada apa-apa diantara mereka berdua, karena dia sedang terburu-buru akhirnya segera berlalu dari tempat itu. Dia berencana menanyakan tentang hubungan Alfa dan Syabil pada Ririn dan Intan.


Di sekolah saat Indra sudah sampai kelas langsung bertanya pada Intan dan Ririn,


“Hei kalian! aku mau tanya serius..” kata Indra sambil duduk di bangku samping Ririn,


“tanya apa Ndra ?” tanya Ririn balik.


“Alfa sama Syabil apa mereka pacaran ?” Indra langsung to the point dengan wajah datarnya.


Intan dan Ririn saling pandang, mereka bingung harus jawab gimana, dan kenapa juga Indra tiba-tiba tanya


begitu,


“Kok nggak ada yang jawab ? hmm..”


“Em.. mending kamu tanya langsung aja deh Ndra ke Syabil..” jawab Intan.


“Jadi bener ?” Indra semakin menggebu-gebu.


“Udah mending kamu tanya langsung aja, ngapain juga tanya ke kita!” jawab Ririn kemudian dengan nada sewot.


Ririn langsung mengajak Intan pergi sebelum Indra semakin mendesak mereka untuk menjawab pertanyaannya.


Rasa penasaran Indra semakin memuncak, dia berencana tanya ke Syabil nanti waktu istirahat. Hari itu pelajaran ketiga adalah olahraga dan Syabil memaksa ikut, padahal badannya belum benar-benar fit.


“Bil, mending nggak usah ikut dulu deh.. badan kamu belum fit gitu..” tutur Intan.


“Nggak apa-apa Tan, kalau aku nggak ikut nanti nggak dapat nilai, kan hari ini pengambilan nilai..” jawab Syabil.


“Hmm kamu ya dibilangin ngeyel.. yaudah nanti kalau ada apa-apa langsung ngomong lho! Nanti kita lagi yang disalahin sama Alfa kalau kamu kenapa-kenapa..” cerocos Intan lagi.


“Hehe iya Tan, semoga nggak ada apa-apa deh..” Syabil tersenyum, dia tau sahabatnya sangat perhatian.


Setelah berganti baju olahraga satu kelas menuju lapangan, hari itu pengambilan nilai untuk permainan basket


Semua teman Syabil sontak berteriak, Ririn dan Intan yang tidak jauh dari situ langsung menolong Syabil. Indra


yang dari tadi bermain basket dengan teman-teman cowok langsung berlari ke tempat Syabil pingsan.


“Aduh Bil sadar Bil, Syabila!!” Intan dan Ririn panik, hal yang mereka takutkan terjadi, Syabil pingsan.


Guru olahraga meminta seseorang membawa Syabil ke UKS biar ditangani disana, Indra menawarkan diri karena tidak mungkin dibopong oleh teman-teman cewek pasti nggak kuat.


“Biar saya aja pak yang membopongnya ke UKS!” kata Indra.


“Yaudah cepat sana...” kata guru olahraga.


“Hati-hati Ndra!” kata Ririn yang masih cemas. Ririn dan Intan mengikuti Indra dari belakang, mereka berjalan


cepat ke UKS.


Sementara itu dari dalam kelas Alfa kebanyakan siswa menengok ke lapangan setelah mendengar teriakan, Alfa


sendiri tidak terlalu peduli dia sibuk mengerjakan tugas dari guru karena waktu itu gurunya sedang berhalangan hadir hanya diberi tugas. Andi penasaran dan melihat dari jendela, dan saat memperhatikan dia melihat Syabil dalam keadaan pingsan sedang dibopong oleh Indra ke UKS, dengan segera dia memberitahu Alfa,


“Fa.. Fa!” Andi menepuk pundak Alfa.


“Ada apa sih Di ? aku lagi sibuk nih!” jawab Alfa tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.


“Itu.. itu Fa.. Syabil pingsan dibopong Indra ke UKS!”


“Ha? Apa? Mana ?” sontak Alfa kaget dan memandang ke arah Andi.


“Itu barusan aku liat sama Ririn dan Intan juga..”


Alfa langsung menutup bukunya dan berlari keluar kelas, Andi tidak tinggal diam dia juga ikutan menyusul Alfa. Sementara teman satu kelasnya heran sendiri dengan tingkah Alfa dan Andi yang tiba-tiba keluar kelas, tapi mereka tidak ambil pusing dan kembali sibuk mengerjakan soal. Linda penasaran dengan yang terjadi, dia ikut keluar kelas mengikuti Alfa dan Andi.


Alfa buru-buru ke UKS dan dia sampai berlari, sampai disana dia berpapasan dengan Indra yang keluar dari


ruang UKS, tatapan mereka bertemu. Alfa melihat sekilas tapi dia segera masuk ke dalam, dilihatnya Syabil yang masih pingsan di ranjang, disampingnya ada Intan dan Ririn.


“Syabil ikut olahraga ?” tanya Alfa memastikan.


Ririn dan Intan mengangguk bersama,


“Tadi kita udah bilangin mending nggak usah ikut, tapi dia ngeyel ikut karena hari ini pengambilan nilai..” terang Ririn.

__ADS_1


Alfa menarik nafas dengan kasar, dia tau Syabil keras kepala dan kalau dikasih tau suka ngeyel, jadi begitu kan


akibatnya.


“Yaudah, aku udah paham, makasih udah anter Syabil kesini..” kata Alfa kemudian.


“Sama-sama Fa..” balas Intan.


“Kalian balik dulu aja nggak apa-apa, biar aku yang nemenin syabil..” kata Alfa.


“Lho Fa, tugas kamu gimana ? nanti dimarahin guru lho..” tanya Andi yang teringat tugas dari gurunya.


“Aku udah selesai, nanti nitip ya tugasku..” kata Alfa.


“Yah.. bener-bener deh, urusan Syabil aja nomor satu..” ledek Andi.


“Yaiyalah gimana sih kamu Di!” balas Alfa.


Andi geleng-geleng kepala sambil tertawa, dia merasa sahabatnya itu sudah benar-benar bucin pada Syabil.


akhirnya Andi,Ririn dan Intan keluar dari UKS meninggalkan Syabil dengan Alfa.


Diluar Andi melihat Linda sedang mengamati dari jendela,


“Lin kamu kenapa kesini ?” tanya Andi.


“Oh nggak, aku penasaran kalian kemana kok tiba-tiba keluar ternyata kesini..” Linda lalu berlalu kembali ke


kelas dengan tatapan cueknya.


Andi berjalan kembali ke kelas, tapi tangannya ditahan oleh Intan,


“Di, awasin tuh temen kamu.. mencurigakan!” kata Intan sambil menatap kearah Linda yang sedang berjalan.


“Iya aku tau kok!”


Alfa terus menemani Syabil, selang 30 menit dia siuman. Ketika sadar dia melihat sekeliling dan melihat Alfa


yang sedang menatapnya dengan tatapan khawatir.


“m..mas alfa..” panggil Syabil dengan suara yang lemas.


“iya sayang, kamu udah siuman.. udah istirahat dulu aja..” kata Alfa sambil mengusap kepala Syabil yang


tertutup oleh kerudung.


“maaf aku maksain ikut olahraga tadi..” syabil mulai menyesal tindakannya tadi.


“nggak apa-apa, kalau nggak gini kamu bakalan ngeyel terus kan.. ini akibatnya kalau ngeyel diomongin..” tutur Alfa dengan nada santai.


“Uuh.. iya aku tau aku salah..” mata syabil mulai berkaca-kaca.


“Udah, jangan nangis, aku nggak marahin kamu lagi..mau pulang apa gimana ?”


“tapi pelajaranku gimana ?”


“kan bisa izin, nggak apa-apa harusnya memang kamu lagi sakit.. nanti aku antar..”


Syabil mengangguk, dia tidak mau melawan lagi karena memang tubuhnya sekarang masih lemas dan pusing. Alfa kemudian pamit pergi mengurus izin syabil pulang lebih awal ke guru piket, guru piket yang bertugas tidak meragukan jika alfa yang meminta izin karena mereka sudah tau jika Alfa dan Syabil masih ada ikatan keluarga.


Setelah mendapatkan izin, Alfa dengan santainya masuk ke kelas Syabil menemui Intan dan Ririn, sontak semua


siswa di kelas heboh.


“Aku ambil tas Syabil ya, mau aku antar pulang..” kata Alfa pada Intan dan Ririn.


“Syabil udah siuman Fa ? yaudah pulang aja biar istirahat dia..” kata Intan sambil memberikan tas Syabil.


“Iya, makasih..”


Alfa melihat sekilas kearah Indra kemudian pergi meninggalkan kelas. Indra langsung menyusul, ketika di depan


kelas dia langsung menghentikan Alfa,


“Fa aku mau tanya serius..” kata Indra.


“tanya apa ? “ jawab Alfa dengan santai.


“Kamu sama Syabil pacaran ?” ekspresi Indra menggambarkan kalau dia sangat penasaran.


Alfa terdiam sejenak, dia tidak mau ambil resiko lagi kalau Indra berusaha mendekati Syabil,


“Iya.. jadi jangan ganggu Syabil!” jawab Alfa dengan tegas lalu dia kembali berjalan kearah UKS.


Indra masih diam, ternyata dugaannya selama ini benar, untuk sekarang dia masih belum bisa berfikir apakah dia tetap akan lanjut merebut hati Syabil atau mengalah ?

__ADS_1


__ADS_2