
Seperti yang dibilang Alfa hari-hari berikutnya gosip tentang Alfa dan Syabil mereda bahkan tidak ada yang membicarakan lagi, Syabil jadi lega dia berharap gosip seperti itu tidaka da lagi sehingga dia bisa tenang di sekolah.
Seperti biasa Alfa masih diidolakan oleh banyak siswa, selain sikapnya yang tegas wajah tampannya menarik banyak perhatian. Alfa sering digosipkan dekat dengan siswi lain, selain Syabil sebelumnya digosipkan dengan sekretaris OSIS yang bernama Linda. Cewek sekelas Alfa yang menjadi primadona di sekolah karena kecantikan dan dia berasal dari keluarga terpandang di kota.
Seperti saat itu sedang dilaksanakan rapat OSIS membahas kegiatan tengah semester, Linda duduk dekat Alfa dan mencoba memberi perhatian pada Alfa dengan memberi minuman.
“Ini Fa buat kamu..” kata Linda sambil meletakkan teh botol di depan Alfa.
“Makasih, kok yang lainnya nggak dikasih Lin ?” tanya Alfa.
“Udah tadi, tinggal kamu aja..” kata Linda berasalan.
“Oh gitu..”
Anggota OSIS yang lain hanya diam memperhatikan mereka, sebenarnya mereka tidak dikasih oleh Linda tapi mereka tau jika Linda berusaha untuk mendekati Alfa.
“Nyari perhatian tuh..” bisik salah satu anggota OSIS pada temannya.
“Iya, niat banget deh..”
Rapat break sejenak, Alfa mengirimi pesan WA pada Syabil untuk pamit tidak bisa pulang bareng karena rapatnya belum selesai, tapi ternyata Syabil masih mengerjakan tugas kelompok jadi dia bisa menunggu Alfa.
Dilain sisi Syabil sedang mengerjakan tugas di kelas bareng Intan dan Riri, Syabil terlihat kesusahan dengan tugasnya dan beberapa kali Riri membantunya memecahkan solusinya.
“Seperti biasa ya Bil, kamu nggak ahli di Matematika hehe..” canda Intan.
“Huh, lagian sulit banget.. bikin susah mikir aja..”
__ADS_1
“Hihi.. semangat Bil, kamu harus bisa!” kata Riri memberi semangat pada Syabil.
“Kalau habis mikir gini jadi laper, di kantin masih ada yang jualan nggak ya..”
“Ah dasar kamu Bil, mau ngindar ya.. ini belum selesai juga..” Intan tau Syabil mencoba kabur dari kerja kelompok.
“Nggak kok, beneran laper aku..” kilah Syabil.
“Yaudah deh coba ke kantin mungkin yang jualan pentol masih ada..”
Mereka bertiga berjalan menuju kantin, perjalanan kesana melewati ruang OSIS dan kebetulan tirai jendelanya dibuka jadi dari luar keliatan didalam ruangan sedang ada rapat. Kegita siswi itu melihat ke dalam ruangan, dan Syabil melihat Alfa yang sedang fokus memimpin rapat, di sebelahnya dia melihat sang sekretaris yang memperhatikan Alfa begitu intens.
“Itu Linda kan, keliatannya dia suka sama Alfa deh Bil..” kata Intan yang suka ceplas ceplos.
“Iya kah ?” tanya Syabil sambil melanjutkan jalan ke kantin
“kamu nggak apa-apa Bil ?” goda Riri.
“Apaan ? nggak ada hubungannya sama aku..” jawab Syabil dengan cuek.
“Hee.. masak sih nanti kamu cemburu..” Intan ikutan menggoda Syabil.
“Udah ah, jangan dibahas lagi..”
Mereka melanjutkan jalan ke kantin, Intan dan Riri masih tertawa melihat tingkah Syabil yang cemburu melihat ada yang mendekati Alfa. Sampai di kantin lapak sudah kosong semua, akhirnya mereka ke depan sekolah dan melihat masih ada penjual pentol.
Setelah membeli pentol mereka kembali ke kelas, di sekolah masih ada beberapa siswa yang ikut ekstrakulikuler jadi tidak sepenuhnya sepi. Syabil juga melihat Adiknya sedang latihan basket di lapangan. Mereka kembali melewati ruang OSIS, kali ini Alfa tidak sengaja melihat keluar dan melihat Syabil beserta kedua temannya. ‘habis
__ADS_1
dari mana mereka, katanya kerja kelompok
Syabil yang melihat Alfa memandang kearahnya langsung memalingkan muka dan berjalan lurus ke kelas. Alfa tidak ambil pusing dan melanjutkan rapatnya. Linda masih memperhatikan Alfa yang memandang keluar dan melihat Syabil yang lewat, dia jadi penasaran hubungan Alfa dengan Syabil mengingat kemarin-kemarin ada gosip
tentang mereka berdua,
“Fa kamu ada hubungan apa sama Syabil kelas sebelah ?” tanya Linda yang penasaran.
“Kenapa kamu tanya gitu ?” tanya Alfa balik.
“Nggak apa-apa sih, kok kamu bisa digosipin sama dia gitu aku jadi penasaran..”
“Nggak ada apa-apa, biasa aja..” jawab Alfa, dia masih berusaha menyembunyikan yang sebenarnya.
“Oh, syukur deh..” gumam Linda.
“Hm apa Lin ? kamu ngomong apa barusan ?” tanya Alfa yang sama-samar mendengar perkataan Linda barusan.
“Eh nggak apa-apa kok Fa..” jawab Linda dengan senyum manisnya.
Beberapa menit kemudian rapat mereka selesai, Alfa memberi kabar pada Syabil jika rapatnya selesai dan ngajak pulang. Syabil sebenarnya belum selesai tapi karena Alfa sudah mengajaknya pulang diapun segera berkemas dan mengajak kedua temannya melanjutkan kerja kelompoknya besok.
“Hm yaudah deh kita pulang aja, udah diajak pulang tuh sama suaminya..” goda Intan.
“Yaudah deh yuk..”
Mereka berpisah di depan sekolah dan Syabil segera ke tempat biasa janjian dengan Alfa.
__ADS_1