
Sesampainya diapartemen Alfa dan Syabil langsung masuk, Alfa tidak melepaskan sama sekali genggamannya sampai mereka duduk di shofa. Alfa mendudukkan Syabil sementara dirinya jongkok dihadapan syabil sambil menangkup wajahnya.
“Jujur sama mas, bagaimana bisa kamu terkunci di gudang ?” tanya Alfa dengan tatapan lembut.
Syabil sebenarnya tidak mau buka suara, takut kalau Ika dan Reren nanti kena masalah. Dia tidak ingin membuat masalah, tapi kalau tidak jujur nanti Alfa akan marah padanya, mau tidak mau dia cerita dari awal. Syabil menjelaskan dari dia dipanggil Ika dan Reren untuk membantu mereka mengembalikan alat-alat olahraga ke gudang sampai terkunci di dalam.
Ekspresi Alfa berubah, dia sangat marah sekarang bisa-bisanya ada siswa lain yang mengunci istrinya di gudang tanpa ada alasan yang jelas.
“Mas Alfa yang tenang ya jangan marah-marah, lagian yang penting sekarang aku udah selamat dirumah kan..” Syabil coba menenangkan Alfa.
“Tapi itu udah keterlaluan, apa alasan mereka mengunci kamu di gudang, itu teman satu kelas kamu kan ? kamu nggak ada masalah kan sama mereka sebelumnya?”
“Nggak ada mas, selama ini baik-baik aja kok, tapi entah kenapa kemarin mereka melakukan itu..” jawab Syabil.
“Yaudah besok aku akan kasih perhitungan sama mereka!” Alfa langsung berdiri yang tadinya dia jongkok di depan Syabil.
Syabil langsung menarik suaminya untuk duduk di depannya,
“Udah mas nggak usah, lagian kalau mas kasih perhitungan yang ada mereka akan curiga kenapa ketua OSIS sampai repot-repot memberi perhitungan gara-gara ada satu siswa yang terkunci yang tidak ada kaitan dengan kamu”
Alfa terdiam dia menghela nafas sejenak,
“Baiklah kalau gitu, untuk kali ini aku biarkan kalau sampai mereka buat ulah lagi nggak akan aku maafkan!” terang Alfa.
Syabil tersenyum, dia menyandarkan tubuhnya di bahu Alfa. Capek, itu yang sedang dia rasakan sekarang, bersandar di bahu Alfa membuatnya merasa tenang. Alfa tersenyum, dia merangkul Syabil dari belakang, dibiarkan istrinya itu istirahat sejenak, selang beberapa saat Syabil tertidur.
‘tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu Bil, liat aja akan aku cari tau siapa dalang dari kejadian tadi’ batin Alfa.
Alfa mengecup sekilas kening istrinya kemudian ikut tidur karena memang capek juga setelah kegiatan hari itu.
Sore hari mereka bangun, setelah selesai mandi keduanya bersantai di shofa depan tv. Syabil membuka hp nya, dilihatnya banyak notif panggilan dari Intan dan Ririn ketika tadi disekolah, ada juga Whatsapp dari Adi yang menanyakan keberadaannya karena Alfa tadi sempat menghubungi dirinya.
Syabil membalas satu persatu chat dan mengatakan jika dia sudah baik-baik saja dirumah. Dia teringat sesuatu kalau besok adalah pengambilan raport dan harus orang tuanya yang mengambil.
“Mas udah kasih tau Mama kalau besok diminta untuk ambil raport ?” tanya Syabil.
“Udah tadi, aku juga kasih tau Mama kamu sekalian..” jawab Alfa.
“Oh syukur deh kalau gitu.. berarti besok kita kesekolah jam berapa ?”
“Kayak biasanya aja ya, soalnya aku ada urusan bentar..” kata Alfa.
“Yaudah deh kalau gitu..”
Alfa merencakanan sesuatu, dia meraih hp dan mulai sibuk dengan hp nya. Syabil tidak ambil pusing dan kembali menonton tv.
Keesokan harinya di sekolah Reren dan Ika tidak kelihatan di kelas, setelah Syabil tanya ke ketua kelas dia tidak tau juga alasan tidak masuknya.
“Bil, tumben kamu cari mereka ada apa ?” tanya Intan.
“Oh nggak apa-apa kok Tan hehe..” jawab Syabil.
“Hmm, oh iya mereka berdua kan fans beratnya Alfa..” celutuk Ririn.
Syabil terdiam,
‘apa jangan-jangan karena aku keliatan dekat sama mas Alfa mereka jadi tidak suka ya, haduh gawat ini..’ batin Syabil.
__ADS_1
Ririn dan Intan merasa ada yang aneh dengan Syabil dari tadi, mereka segera mengajak Syabil ketempat yang sepi yaitu musholla, sekaligus menanyakan kejadian dihari sebelumnya. Sesampainya di musholla mereka langsung mengintrogasi Syabil.
“Bil coba cerita pada kami apa yang terjadi sama kamu kemarin ?” tanya Ririn.
Mau tidak mau Syabil akhirnya bercerita dari awal, sama seperti yang dia ceritakan pada Alfa kemarin.
“Dasar mereka itu, berani-beraninya berbuat seperti itu!” umpat Intan.
“Tapi mereka kok berani ya, setauku mereka cuman berani dibelakang aja kalau bertindak kayaknya nggak deh, pastinya ada dalang yang menyuruh mereka melakukan itu Bil..” kata Ririn , dia seperti seorang detektif saja menganalisis yang terjadi.
“Ya begitu lah yang terjadi, tapi biar aja deh lagian yang terpenting sekarang aku nggak apa-apa, oh iya nanti kalau ketemu mereka bersikap yang biasa aja ya aku nggak mau suasana di kelas jadi canggung..” pinta Syabil.
“Hmm.. kamu ini Bil pemaaf banget sih, trus kata Alfa gimana ?” tanya Ririn.
“Alfa pastinya marah banget, tapi aku coba tenangin dia biar tidak emosi dan tidak bertindak gegabah..” terang Syabil.
“Haduh, yaudah deh kalau gitu..”
Setelah selesai bercerita mereka kembali ke kelas, pembagian raport akan dilakukan sekitar pukul 10, sambil menunggu para siswa ada yg dikelas ada juga yang menghabiskan waktu di kantin.
Sementara itu di ruang kontrol cctv terlihat Alfa dan Andi serius memperhatikan monitor, mereka sedang melihat rekaman cctv hari kemarin menyelidiki mulai dari saat kejadian digudang dan setelahnya, satu persatu cctv diperiksa oleh mereka mengikuti setiap langkah Reren dan Ika.
Saat melihat cctv di kantin, Alfa melihat keduanya sedang berbincang dengan Linda.
“Fa apa mungkin mereka berdua disuruh oleh Linda ya ?” Andi mulai menebak-nebak.
“Bisa jadi Di..”
Dengan melihat cctv mereka sudah memastikan kalau pelaku yang mengunci Syabil digudang adalah Ika dan Reren, mengenai siapa yang menyuruh mereka, Alfa dan Andi masih berasumsi jika Linda lah dalangnya.
Alfa dan Andi kembali ke kelas, Linda juga sudah ada di kelas sedang berbincang dengan teman sekelasnya, Alfa mau menghampirinya untuk menanyakan kejadian hari sebelumnya, tapi dicegah oleh Alfa karena mereka tidak punya bukti yang kuat. Akhirnya Alfa menurut.
Mama Syabil dan Mamanya Alfa juga datang untuk mengambil raport anak mereka. Saat sudah diluar kelas Fira meminta Alfa untuk mengantarkannya ke kelas Syabil.
"Fa anterin mama ke kelas Syabil ya? Mama pengen tau kelasnya Syabil.. " pinta Fira ibunya Alfa.
"yaudah yuk aku anterin, duluan ya Di! " kata Alfa
Andi masih menunggu Mama nya keluar dari kelas. Fira dan Alfa jalan menuju kelas Syabil yang ada di blok berbeda. sesampainya di depan kelas mereka menemui Syabil yang asik ngobrol dengan Mamanya.
"Halo nak Syabil.. " sapa Fira.
Syabil langsung menengok kebelakang mendengar namanya dipanggil, dan ternyata itu mama mertuanya.
"Eh Ma.. Mamanya Alfa.. " Syabil kagok, dia lupa kalau sekarang lagi disekolah.
Fira tertawa melihat tingkah mantunya itu, mereka bersalaman dan bertukar kabar. Mama Icha dan Mama Fira ngobrol bersama, sementara Alfa langsung menanyakan pada Syabil bagaimana hasil raport nya.
"gimana hasilnya? "
"sstt.. nanti aja dirumah.. " jawab syabil sambil tersenyum.
siswa lain melihat momen itu jadi penasaran hubungan Alfa dan Syabil sampai-sampai kedua orang tua mereka sangat akrab.
"yaudah kalian udah selesai kan ambil raport nya, sekarang kita pulang yuk! " ajak mama Fira.
"iya, udah siang juga waktunya istirahat.. " sahut Mama Icha
__ADS_1
"kalian hati-hati ya pulangnya.. " kata Fira pada Alfa dan Syabil.
"iya Maa.. " jawab keduanya dengan kompak
mereka berempat pulang, tapi sampai depan sekolah berpisah naik kendaraan masing-masing. Mama Icha naik motor sedangkan Fira dijemput oleh supir.
sesampainya di apartemen Alfa langsung meminta raport Syabil dan segera memeriksa nya. setelah beberapa saat dia terlihat puas,
"gimana mas aman kan? " tanya Syabil dengan bangga.
"lumayan, ada peningkatan lah dibanding in sebelumnya.. berarti metode belajarku bagus juga diterapin hehe.. " jawab Alfa dengan percaya diri
"huuh.. bisa aja.. nah sekarang aku mau nagih janji.. "
syabil tampak sangat antusias kali ini,
"janji apa Bil? " Alfa pura-pura lupa.
"Ih mas Alfa masak lupa sih, itu kamu janjiin bakalan ngajak aku liburan kalau nilaiku bagus! " terang Syabil yang mulai kecewa karena Alfa lupa.
"Haha iya iya aku nggak lupa kok, jadi kamu pengen liburan kemana? " tanya Alfa kemudian.
"kalau ke Dieng dan Jogja bagaimana? hehe"
"pilih salah satu aja Bil.. " perintah Alfa.
"hmm.. yaudah ke Jogja aja aku pengen jalan-jalan di
malioboro..” ucap Syabil lagi.
“Yaudah kita kesitu aja.. kapan ? besok ?” tawar Alfa.
Mendengar ucapan suaminya Syabil langsung mengangguk senang,
“Asiik liburan ke luar kota!” teriak Syabil saking senangnya.
“Sst jangan keras-keras Bil nanti tetangga sebelah protes lho..”
Spontan Syabil menutup mulutnya, Alfa yang melihat tingkah istrinya tertawa dan mengusap kepala istrinya dengan lembut.
“2 hari aja yaa..” kata Alfa.
“Iya Mas itu udah cukup kok..”
Mereka kemudian merencanakan tempat yang akan mereka kunjungi selama di jogja. Syabil tiba-tiba teringat sesuatu, dia ingat kalau mereka akan menginap dan jika mereka berdua saja pasti pihak hotel tidak akan
mengizinkan karena mereka masih terlihat remaja,
“Mas kalau ajak Adi juga gimana ? nggak mungkin kita nginap di hotel berdua..” kata Syabil.
“Hmm.. yaudah deh ajak sekalian dia.”
Syabil langsung menghubungi adiknya, ternyata Adi mau dan kebetulan dia belum ada rencana besok. Syabil kemudian memintanya untuk ketemu langsung di stasiun karena mereka akan berangkat menggunakan kereta api, untuk jadwalnya nanti dia akan dihubungi lagi.
Alfa sedang mengecek jadwal kereta api untuk besok dan dia menemukan jadwal pemberangkatan di siang hari jam 12. Akhirnya dia memilih itu dan langsung mem booking untuk 3 orang.
“Besok jadwalnya aku pilih yang jam 12 siang ya, kalau pagi nggak ada untuk besok..” kata Alfa pada Syabil
__ADS_1
“Iya Mas nggak apa-apa, yaudah aku kabarin Adi langsung..”
Setelah urusan per-liburan selesai Alfa dan Syabil istirahat karena dari tadi belum istirahat sejak pulang sekolah.