Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 38 - Belajar Bersama


__ADS_3

Hari terus berlalu tidak terasa sudah mendekati ujian akhir semester. Semua siswa berbondong-bondong belajar supaya nilai mereka memuaskan dan tidak mengecewakan orang tua, tidak terkecuali Alfa dan Syabil. Beberapa


minggu ini mereka membuat jadwal belajar bersama.


Syabil awalnya malas untuk belajar, dia selalu mencari alasan supaya bisa menghindar dan tidak belajar.


Alfa tidak kehilangan ide, dia terus mencari cara supaya istrinya itu mau belajar, dia tidak ingin nilai syabil jelek dan setidaknya bisa diatas rata-rata meskipun tidak maksimal.


“Ayo Bil, kita belajar dulu..” bujuk Alfa.


“Nanti dulu deh mas, masih belum mood, hehe..” Syabil masih beralasan.


“Kamu ya.. kalau nggak bisa nanti aku ajarin, yuk!” Alfa memandang lurus kearah istrinya.


Akhirnya dia menurut dan mendekat ke Alfa yang sedang duduk di meja belajar. Syabil mengambil kursi dan duduk di samping suaminya. Dilihatnya ada selembar kertas berisi jadwal belajar yang sudah di siapkan oleh Alfa.


“Jadwal apa itu mas ?”


Alfa tersenyum,


“Ini jadwal belajar kita.. jadi tiap hari sampai saat ujian nanti ada materi yang dibahas dan berbeda-beda juga…”


Syabil menelan ludah, membaca tiap jadwal, yang hampir tiap waktu luang diganti dengan istirahat.


“Banyak banget mas.. kurangi dikiit aja..” pinta Syabil dengan wajah memelas.


Alfa menggeleng dan tersenyum, dia bisa melihat ekspresi istrinya yang lucu sekali. Sangat terlihat kalau istrinya itu tidak setuju dan ingin memberontak, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya Syabil hanya bisa  menurut.


“Ini mulai kapan ?” tanya Syabil lagi.


“Sekarang bisa, atau besok juga..”


“Besok !” ujar Syabil memotong.


belum selesai Alfa menyelesaikan perkataannya, Syabil langsung memotong, dia mengusulkan jadwalnya dimulai besok saja, karena kalau hari itu dia belum siap.


“Mas kenapa sih harus dibuatin jadwal gitu, belajar tiap malem seperti biasanya apa nggak cukup ?” tawar Syabil lagi.


“Kurang cukup lah, apalagi buat kamu ini yang malas belajar..” jawab Alfa


“Huuh, yaudah deh..”


Alfa terdiam dan terlihat memikirkan sesuatu, tidak lama kemudian dia menemukan sebuah ide yang bisa membuat istrinya semangat belajar terus.


“Gini aja deh, kalau nilai kamu bagus nanti aku ajak liburan gimana ?”


mendengar kata liburan, wajah Syabil langsung kembali cerah, dia langsung mengangguk cepat, meng-iyakan tawaran suaminya itu.


“Mau banget mas, liburan kemana ?” tanya Syabil dengan antusias.


“Ada deh pokoknya liburan, lihat aja nanti..”


“Oke deh, deal ya awas kalau bohong!”


alfa langsung tertawa melihat istrinya yang sangat semangat ketika mau diajak berlibur,


“Haha iya iya.. yaudah besok ya mulai belajarnya..”


“Siap bos ! hehe..”


Keesokan harinya di kantin sekolah Syabil asik berbincang dengan Riri dan Intan, mereka membahas ujian yang sebentar lagi dilaksanakan. Riri dan Intan terlihat santai saja, mereka tidak begitu memperdulikan nilai yang terpenting bagi mereka bisa naik kelas dan lulus, meskipun begitu nilai mereka selalu diatas rata-rata. Syabil sendiri juga heran dengan kedua sahabatnya itu, sedangkan dirinya masih harus banyak belajar.


“kalian mah enak nggak perlu belajar udah lancer ngerjain soalnya, nah aku…” keluh syabil

__ADS_1


“kamu kan bisa minta tolong diajarin sama Alfa bil..” kata Ririn.


“Oh iya bener tuh, masak Alfa nggak mau ngajarin kamu ?” timpal Intan


“Hmm, nggak cuman ngajarin malah aku dibuatin jadwal khusus belajar sampai waktu ujian, huhu..”


Ririn dan Intan sontak tertawa, mereka tidak menyangkan jika Alfa sampai membuatkan jadwal khusus buat Syabil untuk belajar.


“Hahaaha, ada-ada aja tuh si Alfa, tapi malah enak dong Bil, kamu jadi lebih focus belajarnya..” kata Intan.


“Enak sih enak, tapi males aja gitu… emm.. tapi nggak apa-apa deh ini juga buat kebaikanku juga..”


“nah gitu dong, harus tetep semangat!”


Malam harinya Syabil dan Alfa sudah selesai makan malam, Alfa langsung mengajak Syabil ke meja belajar bersiap untuk belajar semua pelajaran. Kali ini pelajaran yang dibahas adalah matematika, salah satu pelajaran yang Syabil sangat tidak suka.


Alfa meminta syabil untuk mengerjakan beberapa soal setelah sebelumnya dia jelaskan mengenai rumus-rumus yang dipakai. Ditengah-tengah pengerjaan Syabil menguap, salah satu tanda kalau dia mulai mengantuk.


“Lanjutin ngerjainnya Bil, kalau sudah selesai baru kamu boleh tidur..” kata Alfa.


“Hmm.. iya iya mas Alfa..” jawab Syabil sambal mengucek-ucek matanya.


“Ayo dikit lagi itu..”


Syabil menghela nafas dengan berat, dia sebenarnya sudah sangat mengantuk, tapi suaminya tetap memintanya untuk lanjut. Alfa sendiri sedang berkutik dengan laptopnya, rupa nya dari tadi dia sedang mengerjakan tugas dari Ayahnya.


Syabil melirik kearah laptop suaminya,


“Enaknya nggak belajar…” kata Syabil.


Alfa tersenyum kecil tidak menanggapi ucapan istrinya, dia ingin focus menyelesaikan kerjaannya dulu. Tidak lama ada notif Whatsapp di layar laptop, Syabil yang melihatnya sontak memfokuskan wajahnya ke depan laptop, ketika membaca siapa pengirim pesan Whatsapp tersebut seketika kantuknya hilang.


“Apa Bil ?” tanya Alfa setelah melihat tingkah istrinya itu.


“Mana mas tahu Bil, itu kamu baca sendiri dia tanya tentang OSIS kan, nggak tanya lainnya..” jawab Alfa, dia tersenyum kecil melihat istrinya yang cemburu.


“Tapi nggak malam-malam gini juga mas, besok kan bisa.. udah jam 9 lho ini, kayak nggak ada waktu aja besok..” cerocos Syabil.


Alfa tertawa kecil, sampai segitunya istrinya itu.


“udah-udah, nih nggak mas balaskan, udah kamu lanjutin soalnya itu kurang dikit kan, habis itu kita tidur..” ajak Alfa.


“Huh, iya deh…”


Akhirnya syabil kembali duduk, dia bisa kembali lagi fokus mengerjakan soal karena kantuknya tadi sudah hilang. Hari-hari berikutnya program belajar Syabil berjalan dengan lancar sampai H-1 ujian, dia dijadwalnya belajar oleh Alfa sebelum makan pagi, pulang sekolah dan terakhir sebelum tidur.


“Udah ya, ini terakhir belajarnya sebelum ujian, besok kan kita udah ujian, kamu pasti bisa..” ucap Alfa.


“Bismillah mas, semoga aja aku bisa ngerjainnya besok..”


Alfa mengelus kepala Syabil sambil memberi afirmasi positif, dia berharap istrinya itu bisa mengerjakan soal-soal ujian besok dengan baik dan lancar.


Hari ujian tiba, semua siswa di sekolah serentak mengerjakan ujian semester. Ujian dilaksanakan selama 1 minggu, saat ujian semua ekstrakulikuler ditiadakan termasuk OSIS, hal ini dilakukan supaya semua siswa bisa fokus dengan ujiannya.


Hari pertama ada 2 pelajaran yang diujikan, saat istirahat Syabil dan kedua sahabatnya duduk di bangku depan kelas sambil membawa buku pelajaran, tapi sayangnya tidak dipelajari/dibaca hanya dibawa saja. Alfa yang sedang melintas melihat istrinya hanya berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya berinisiatif menghampiri.


“Nggak belajar kalian ? kok bukunya cuman dibawa aja ?” tanya Alfa


Syabil yang melihat suaminya sudah didepan mata langsung kaget,


“Eh..e..e.. udah kok, tadi udah belajar, iya kan Rin ?” kilah Syabil mencari alasan.


“Udah kok pak ketos, emang kenapa ?” sahut Ririn.

__ADS_1


“Hmm, yaudah kalau gitu..” Alfa berjalan lagi sambil melirik kearah Syabil. Seperti memberi kode supaya istrinya itu belajar dengan serius untuk ujian selanjutnya.


Syabil langsung menutup wajahnya dengan buku menghindari lirikan tajam Alfa. Ririn dan Intan menahan tawa melihat tingkah Alfa dan Syabil.


“Fyuh.. bener-bener deh mengerikan…” ucap syabil.


“Haha sabar ya Bil, gitu-gitu juga kamu sayang kan dengan dia…” goda Intan.


“Ih kamu ini Tan, godain aja..” jawab Syabil malu-malu.


Bel masuk berbunyi, tanda ujian selanjutnya dimulai. Syabil fokus mengerjakan soal-soalnya. Dia tidak menyangka jika materi-materi yang diujikan suaminya waktu belajar sebagian besar keluar diujian,


“Ini mas Alfa dapat bocoran apa gimana ya, masak banyak yang muncul di soal” gumam Syabil.


Selesai ujian semua siswa berbondong-bondong meninggalkan sekolah untuk pulang, tidak terkecuali Syabil dia pulang kali ini sendirian karena Alfa masih ada perlu di sekolah. Sesampainya dirumah dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur, dia berniat tidur sebentar sebelum beres-beres rumah karena tadi pagi belum dilakukannya.


Sore hari alfa sudah pulang, dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa karena lelah setelah rapat dengan Pembina OSIS membahas kegiatan setelah ujian semester.


Syabil dating dari dapur membawakan segelas air dingin untuk Alfa,


“Ini mas diminum dulu..”


Alfa perlahan membenarkan posisi tubuhnya menjadi posisi duduk dan mengambil minuman yang diberikan oleh istrinya lalu meminumnya.


“Seger.. makasih Bil..” Alfa sekarang merasa fresh kembali karena dari tadi dia belum minum.


“kok sampai sore mas, bahas apa aja ?” tanya Syabil.


“Biasa membahas kegiatan nanti setelah ujian..”


“Emang nanti kegiatannya apa aja mas ?” tanya syabil sambil ikut duduk di sebelah Alfa, dia sekarang sedang mencari info bocoran.


Alfa memandang heran kearah Syabil, dia heran kenapa tiba-tiba istrinya tertarik dengan hal seperti itu.


“Tumben kamu antusias Bil ?”


“Nggak apa-apa mas, penasaran aja, hehe…”


“Emm.. rahasia nggak boleh dibocorin, nanti kamu nggak fokus belajar lagi..” jawab Alfa sambil beranjak dari sofa meninggalkan Syabil yang masih duduk.


“Yaah mas Alfa ih.. yaudah kalau gitu…” Syabil jadi menyesal bertanya yang ujung-ujungnya tidak dikasih tau oleh Alfa.


Malam harinya saat makan malam, Alfa dan Syabil membahas sedikit tentang ujian mereka,


“Gimana tadi ngerjain ujiannya Bil ?” tanya Alfa.


“Lancar Mas, tau nggak sebagian besar yang mas ajarin muncul loh disoal..” jawab Syabil.


“Yaiya dong, siapa dulu yang ngajarin..” jawab Alfa sambil tersenyum meledek.


“Huh sombongnya.. iya iya pak ketos.. kalau gitu ujian selanjutnya ajarin lagi yaa..” pinta Syabil.


“Hmm, boleh tapi ada syaratnya..”


“Lho kok ada syaratnya sih, emang apa syaratnya ?” tanya Syabil.


Alfa tersenyum, dia meletakkan sendok nya di piring dan menunjuk ke arah bibirnya. Sontak Syabil terkejut, dia langsung salah tingkah.


“Ih mas Alfa ini, ada-ada aja…” kata Syabil


“Boleh-boleh aja kan kita udah sah suami istri..” goda Alfa lagi.


Syabil menutup mukanya karena malu, dia tidak tau kalau sekarang mukanya memerah seperti kepiting rebus, Alfa yang melihatnya tersenyum puas.

__ADS_1


“kayaknya harus sering-sering aku godain dia, habis lucu banget responnya” batin Alfa.


__ADS_2