Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 50 - Hari Terakhir Liburan


__ADS_3

Tidak terasa liburan semester segera selesai, hari terakhir liburan Alfa mengajak Syabil untuk olahraga lari pagi di taman dekat tempat tinggal mereka. Awalnya syabil menolak dengan alasan malas dan capek tapi Alfa berusaha membujuknya supaya mau ikutan, dengan ancaman jika dia tidak ikut mana dia akan sendirian di rumah, akhirnya Syabil mau ikut.


Pukul setengah 7 pagi mereka sudah sampai taman, setelah memarkirkan motor mereka mulai lari-lari kecil


mengelilingi taman. Syabil masih agak malas sebenarnya, dia tampak tidak bersemangat dan membuat Alfa mengambil tindakan,


“Bil ayolah semangat, kamu keliatan agak gendut tuh!” kata Alfa sambil tetap berlari.


Syabil yang dikatain gendut langsung membelalakkan matanya dan memandang kearah Alfa dengan tatapan kaget.


“Beneran mas aku tambah gendut ? masak sih ?”


“Iya! Nih pipi kamu tambah gembul gini..” Alfa berhenti dan mencubit pipi Syabil dengan gemas.


“Aduh sakit mas! Ih kok dicubit sih..” syabil mengaduh sakit langsung melepas tangan Alfa dari pipiny.


“Lha kamu dibilangin nggak percaya, terus mau percaya siapa kalau nggak suami kamu sendiri, hmmm.. ?”


Syabil diam, ada benarnya juga yang dibilang suaminya itu, mereka lanjut lari kecil lagi. Syabil jadi banyak diam, setelah dibilang Alfa gendut dia jadi berniat untuk diet. Alfa yang mengamati istrinya diam saja dari tadi jadi bertanya-tanya,


“kenapa ini anak, masak marah habis aku katain gendut..” batin Alfa.


Setelah mendapat 2 putaran Alfa mengajak istirahat sejenak di tempat yang teduh.


“kita istirahat dulu Bil..” Alfa langsung menggandeng tangan Syabil dan mengajaknya ke tempat duduk yang ada di bawah pohon.


“Kamu kenapa dari tadi diem aja ?” tanya Alfa pada Syabil


Syabil langsung merengut,


“Aku tambah gendut mas, aku diet aja ya kalau gitu...” ujar Syabil dengan ekspresi muka ditekuknya.


“Hadeh nggak usah acara diet-diet lah nanti kamu sakit lagi...” Alfa langsung melarang istrinya untuk diet


“Tapi.. kalau gendutan kan nggak bagus..” kata syabil lagi.


“Hmm, yaudah coba dulu aja, tapi sebenarnya kamu nggak apa-apa kok kayak gini malah keliatan berisi dan


sehat..”Alfa mencoba memberikan respon positif pada istrinya.


“Iya sih, tapi kata mas Alfa tadi aku gendutan kan aku jadi kepikiran..” Alfa lalu memandang kearah Alfa dengan tatapan sedih.


“Yaudah deh aku minta maaf, tadi aku cuman pengen kamu semangat olahraganya, nggak ogak-ogahan kayak tadi.. olah raga itu juga penting Bil buat kesehatan badan kita..” terang Alfa kemudian sambil mengusap kepala syabil dengan lembut.


Syabil tersenyum, dia tau suaminya itu sangat perhatian dan baik tapi namanya cewek kadang juga suka


baperan jadi wajar aja jika dia jadi tersinggung kalau dikatain gendut.


Setelah baikan Alfa mengajak berlari kecil lagi, dia mengajak 2 putaran lagi kemudian cari sarapan disekitar

__ADS_1


taman tersebut. Kali ini Syabil jadi semangat lari-lari untuk diet.


Setelah selesai lari-lari mereka menemukan orang jualan nasi soto ayam, syabil lansung mengajak kesana. Setelah memesan makanan mereka mencari tempat duduk dan kebetulan ada tempat duduk lesehan disitu, sambil menselonjorkan kaki mereka minum air mineral yang dibeli di penjual soto itu juga.


Alfa minum air mineral 600ml langsung habis sedangkan Syabil cuman setengahnya. Syabil sampai terheran-heran dengan suaminya yang bar-bar minumnya,


“Masyaallah ini perut atau apa sih kuat banget minum satu botol langsung habis..” kata Syabil sambil menepuk perut Alfa.


Alfa cengengesan, dia langsung meraih tangan istrinya yang dari tadi menepuk perutnya dan menggenggamnya.


“Udah jangan dipegang-pegang, malu..” kata Alfa.


Syabil langsung tertawa dan meminta melepas genggaman tangannya,


“mas lepas dulu malu diliat banyak orang..” kata Syabil sambil masih melepas genggaman tangan.


Bukannya menuruti istrinya dia malah tidak memperdulikan dan malah mencium punggung tangan istrinya, spontan Syabil langsung menarik tangannya dan menepuk pundak suaminya karena gemas dan malu.


Alfa tertawa kecil, dia puas  menjahili istrinya di tempat umum. Untungnya tidak ada yang memperhatikan tingkah mereka kecuali bapak penjual soto yang tidak sengaja melihatnya karena mau mengantarkan pesanan soto ke mereka, beliau hanya tersenyum dan menganggap mereka sedang pacaran.


Setelah selesai makan mereka pulang ke rumah, mereka sampai sekitar pukul 9 pagi dan langsung bersih-bersih diri. Hari itu Alfa dan Syabil menghabiskan waktu seperti biasanya dengan bersantai nonton film bersama, tidur siang, malamnya Alfa mengerjakan pekerjaan dari ayahnya sedangkan Syabil mempersiapkan kembali peralatan sekolah dan menyetrika bajunya dan baju milik Alfa. Setelah selesai semuanya mereka tidur lebih awal supaya besok bisa bangun pagi karena harus berangkat sekolah lagi.


Keesokan harinya Syabil bangun lebih dulu dia langsung memasak nasi di alat penanak nasi, lalu dia tinggal


membangunkan Alfa dan mereka gantian ke kamar mandi lalu sholat. Setelahnya Alfa sibuk bantu bersih-bersih rumah dan Syabil memasak sarapan. Pukul 6 pagi mereka sarapan bersama, kali ini Alfa melihat syabil hanya makan sedikit dibandingkan biasanya,


“Aku lagi mau coba diet mas..” jawab Syabil.


“Lho kamu beneran diet ? nanti kalau kamu laper gimana ?”


“Nggak kok mas.. aku akan berusaha..”


“Hmm yaudah kalau gitu, kalau laper langsung makan lho ya, aku takut nanti kamu sakit..” Alfa menggenggam tangan Syabil, dia khawatir kalau istrinya nanti sakit gara-gara makannya sedikit.


“Nggak apa-apa mas, aduh kamu ini..” Syabil menahan tawanya, dilihatnya ekspresi Alfa sangat serius


mengkhawatirkannya. ‘aduh gemesin banget suamiku ini..’


Selesai sarapan mereka berangkat kesekolah bersama, seperti biasa Syabil diturunkan di tikungan dekat sekolah kemudian Alfa lanjut mengendarai motornya sampai parkiran. Sampai di parkiran Alfa bertemu dengan Ika dan Reren yang sedang memandang kearahnya, mereka seperti ingin menyapa dirinya. Alfa ingin sekali membuat perhitungan pada mereka tapi dia urungkan karena teringat kata-kata syabil dulu. Alfa pergi meninggalkan parkiran dan saat melewati Ika dan Reren dia menatap mereka dengan tatapan horor yang membuat keduanya diam dan bergidik ngeri, padahal ika dan Reren akan menyapa Alfa.


“Ka, apa jangan-jangan Alfa udah tau ya ulah kita yang mengunci Syabil digudang ?” tanya Reren pada Ika.


“Iya ya.. aduh gimana ini..” Ika tampak begitu khawatir.


“Hmm, ah nggak mungkin juga sih.. udah deh jangan dipikirin lagian kita kan punya Linda yang akan bantu kita nantinya..” kata Reren dengan percaya diri. Ika mengangguk dan sedikit tenang, mereka lalu berjalan ke kelas bersama.


Syabil sudah sampai kelas dan dia langsung menghampiri kedua sahabatnya Ririn dan Intan yang sudah lebih dulu datang.


“Halo guys..” sapa Syabil.

__ADS_1


“Hai Bil, aduh semangat banget kamu..” sapa Intan balik.


“Iya dong.. semester akhir ini bentar lagi kita naik kelas hehe..” jawab Syabil


Mereka rame sendiri bercanda dan kelas mereka lama-lama ramai karena teman-teman satu kelas syabil mulai berdatangan, dan saat Reren dan Ika datang, Syabil dan kedua sahabatnya yang sebelumnya ramai spontan diam dan memperhatikan mereka berdua. Intan ingin berdiri dan menanyai Ika dan Reren tapi dicegah oleh Syabil, dia geleng-geleng,Intan akhirnya menurut dan kembali duduk.


“Bil kamu kok diam aja sih, itu ada mereka kenapa nggak kita labrak aja ?” Intan minta penjelasan pada Syabil.


“Udah Tan, aku nggak mau ada keributan di kelas, nanti bisa buat suasananya nggak enak buat belajar..” jawab Syabil.


Intan dan Ririn hanya bisa menghela nafas, mereka menuruti permintaan Syabil. Sementara itu di kelas Alfa


sudah ramai yang datang, saat Alfa masuk kelas ada yang menyapanya,


“Hal Alfa lama nggak ketemu, gimana liburan kamu ?” sapa Linda dengan gaya ramahnya.


Alfa hanya tersenyum sekilas dan terus berjalan sampai bangkunya, sementara Linda tidak berhenti memandang kearah Alfa dengan tatapan tidak percayanya, dia jadi kesal sendiri karena dicuekin oleh Alfa.


Sampai dibangku rupanya Andi sudah datang duluan,


“Fa kamu disapa tuh sama Linda kok diam aja ?” tanya Andi.


“Lagi badmood aku pagi ini, baru sampai parkiran udah ketemua Reren dan Ika jadi badmood deh..” jawab Andi.


“Oalah, udah jangan dipikirin lagi masalah itu yang penting sekarang syabil aman-aman aja kan..” terang Andi.


Alfa mengangguk, dia menyibukkan diri dengan berbincang dengan Andi dan menghiraukan Linda yang dari tadi menatap kearahnya.


Hari itu semua siswa belum ada pelajaran cuman dikasih jadwal yang baru dan siswa bisa pulang lebih awal, tapi itu tidak berlaku bagi Alfa karena dia harus ke ruang OSIS dulu untuk rapat agenda di semester akhir bersama anggota OSIS. Syabil tidak bisa pulang dulu karena menunggu Alfa dan akhirnya dia memutuskan untuk menunggu dikantin bersama kedua sahabatnya. Intan dan Ririn belum pulang karena mereka tidak ada kegiatan juga dirumah, jadinya mereka menemani Syabil menunggu Alfa di kantin.


Di kantin Syabil hanya membeli es teh tanpa gula dan satu bungkus roti, Intan dan Ririn heran melihatnya, tumben sekali sahatnya itu tidak memesan makanan berat.


“Bil kamu kenapa kok cuman makan itu ? lagi diet ?” tanya Intan.


Syabil mengangguk lemas, “Iya tan..”


“Lho kenapa emangnya ?” tanya Ririn


“Kemarin Alfa bilang kalau aku gendutan yaudah aku diet aja..” jawab Syabil dengan nada memelas.


“Wah si Alfa itu, blak-blakan banget ngomongnya..”


“Emang iya kan Tan aku gendutan ?” tanya syabil lagi memastikan


“E..iya sih Bil hehe, pipi kamu tambah tembem..” jawab Intan lagi,


“Udah-udah, kamu jangan terlalu maksain diet Bil, nanti kamu sakit lho..” Ririn memberi nasehat pada Syabil.


Syabil hanya mengangguk, dia ingin berusaha dulu untuk mengurangi berat badannya. Saat mereka bertiga sedang bercengkrama ada cowok yang menghampiri, siapakah dia ?? tunggu update selanjutnya yaa.. ^^

__ADS_1


__ADS_2