Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 44 - Yogyakarta


__ADS_3

Hari libur telah tiba, hari pertama liburan Alfa, Syabil dan Adi pergi ke kota Yogyakarta untuk berlibur. Tujuan pertama mereka adalah daerah Malioboro. Mereka berangkat kesana menggunakan kereta api, Alfa  memesankan kereta api eksekutif, dia ingin memastikan kalau Syabil merasa nyaman didalam kereta karena perjalanan mereka cukup lama sekitar 5 jam. Berangkat dari stasiun Gubeng Surabaya jam 12 siang dan perkiraan sampai di stasiun Lempuyangan jam 5 sore.


Pukul 11 siang Alfa dan Syabil sudah sampai di stasiun, mereka menunggu di ruang tunggu.


“Adi udah dikasih tau kan Bil kalau berangkatnya jam 12 siang ?” tanya Alfa pada Syabil.


“Udah mas, katanya tadi sih mau OTW waktu kita baru sampai sini..” jawab Syabil.


“Hmm berarti sekitar 30 menitan baru sampai, semoga aja nggak telat dia..”


Sambil menunggu, Syabil celingukan melihat sekitar dan dia melihat ada stand indomaret, dia langsung


menggoyangkan badan Alfa,


“Mas ada indomaret aku kesana sebentar ya, mas mau dibeliin apa ?” tanya Syabil.


“Kopi aja deh terserah apa.. hati-hati lho..”


Syabil mengangguk dan bergegas pergi, dia ingin membeli beberapa camilan dan minuman untuk dimakan di kereta. Adi ternyata datang lebih cepat, dia mencari-cari keberadaan kakak dan kakak iparnya, setelah beberapa saat dia melihat Alfa sedang duduk sambil sibuk dengan hp nya, segera dia kesana.


“Mas, udah lama sampainya ?” sapa Adi sambil mengajak salaman Alfa.


“Nggak begitu kok, cepet banget kamu Di..”


“Hehe iya dong, tadi dianterin kesini naik motor jadi cepet.. eh mbak Syabil mana ?” tanya Adi yang celingukan


dari tadi tidak melihat kakaknya.


“Tuh lagi di indo beli camilan katanya..” jawab Alfa sambil menunjuk ke stand yang tidak jauh dari tempat


duduk mereka.


“Oalaah...”


Tidak berselang lama Syabil kembali dengan satu kantong plastik besar di tangannya,


“Ya ampun mbak beli apa aja sih ?” tanya Adi yang heran sendiri dengan kakaknya.


“Lho kamu udah dateng Di, cepet banget.. ini beli beberapa cemilan aja kok hehe..” jawab Syabil dengan


cengengesan.


Syabil memang suka nyemil, tak lupa dia membelikan kopi untuk Alfa dan Adiknya.


“Nih kopinya Mas..ini untuk kamu Di..” kata Syabil sambil memberikan masing-masing 1 kaleng kopi instan.


“Makasih mbak..” ucap Adi.


Mereka bertiga kemudian duduk sambil menunggu kereta datang, beberapa saat kemudian jam keberangkatan tiba. Mereka bertiga bergegas masuk ke kereta. Susunan kursi kereta eksekutif adalah 2 2, Alfa bersama Syabil sedangkan Adi duduk di seberang mereka di pinggir, dan kebetulan kursi samping Adi kosong.


“Sini Bil tasnya..” Alfa mengambil tas syabil dan meletakkaannya di tempat tas yang ada diatas tempat duduk mereka. Syabil duduk didekat jendela, dia ingin melihat pemandangan selama perjalanan.


Kereta mulai berjalan dan semua penumpang sudah duduk di kursinya masing-masing. Karena perjalanan memakan waktu sekitar 5 jam, banyak penumpang memilih untuk tidur salah satunya Alfa, dia merasa sangat ngantuk dan ingin tidur.

__ADS_1


“Aku tidur dulu ya..kalau ada apa-apa bangunin aja..” kata Alfa sambil mulai menyilangkan tangannya dan


memejamkan mata.


“Yaah mas Alfa ih, baru aja jalan keretanya udah mau tidur.. yaudah deh..”


Syabil kembali melihat pemandangan diluar dari kaca jendela, dia bisa melihat deretan rumah yang saling berdempetan dan jalanan. Sedangkan Adi sibuk main hp sambil memakai headset, dia sibuk sendiri dengan dunianya, syabil tau Adi biasanya kalau memakai headset sedang mendengarkan musik atau main game.


Syabil ingin mengabadikan perjalanannya kali ini naik kereta, dia mengambil hp dari tas kecilnya kemudian


foto selfie, mem foto Alfa yang sedang tidur, mem foto dirinya dengan Alfa, mem foto dirinya, Alfa dan Adi.


“Mbak nggak ikutan tidur ?” tanya Adi yang melihat kakaknya sedang asik dengan hpnya.


“Enggak, aku nggak bisa tidur Di.. kamu nggak tidur ?” tanya Syabil balik


“Enggak, tadi aku udah tidur sebelum berangkat..”


“Oh gitu, oh iya mbak ada camilan kamu mau ?”


“Boleh, mana sini ?” Adi menghampiri kakaknya.


Syabil menyodorkan kantong plastik yang berisi jajanan yang dia beli tadi dan meminta Adi untuk memilih


sendiri mana yang disukainya. Setelah mengambil beberapa camilan dia kembali ke tempat duduknya.


‘lumayan gratis, haha’ batin Adi.


sambil melihat pemandangan diluar.


Setengah perjalanan syabil mulai mengantuk, dia  langsung mencari posisi yang nyaman untuk tidur yaitu di pundak Alfa. Syabil langsung menyandarkan kepalanya di pundak Alfa dan mulai terlelap. Alfa terbangun merasakan berat di pundaknya, saat membuka mata dia melihat Syabil tidur dengan kepala menyandar


di pundaknya. Alfa tersenyum dan ikut menyandarkan kepalanya.


Adi melirik sebentar kearah sampingnya, dilihatnya dua sejoli sedang tidur saling bersandar membuatnya iri.


‘hmm mentang-mentang udah halal ya..’


Tidak terasa mereka sudah hampir sampai stasiun Lempuyang, Adi yang dari tadi tidak tidur membangunkan Alfa.


“Mas bangun udah hampir sampai stasiun..”


Alfa mengerjapkan mata, lalu membangunkan Syabil yang masih terlelap.


“Bil bangun, udah mau sampai nih..” Alfa sambil mentoel-toel pipi istrinya.


“Hmm.. iya mas, udah mau sampai ya ?” Syabil bangun dan mengucek matanya.


“Udah hampir sampai, bangun gih udah sore juga..”


Alfa terlihat merapikan barang-barang dan mengambil tas ransel yang ada di tempat diatas mereka, Karena


sebentar lagi mereka akan turun.dari kereta. Adi juga terlihat merapikan lagi headsetnya dan dimasukkan ke tas kecil.

__ADS_1


10 menit kemudian mereka sampai di stasiun tujuan, mereka segera keluar dari kereta dan mencari tempat duduk dulu karena Alfa akan memesan ojek mobil online menuju hotel tempat mereka menginap. Alfa memilih hotel yang dekat dengan jalan malioboro dan tugu Yogyakarta.


Beberapa menit kemudian ojek pesanan mereka datang, mereka segera masuk ke mobil dan menuju hotel. Jarak stasiun dan hotel kurang lebih 10 menit, Alfa segera konfirmasi pemesanan kamar hotel di resepsionis, dia memesan 2 kamar yang satu untuk dia dan Syabil dan yang satunya lagi untuk Adi.


Setelah mendapatkan kartu akses kamar mereka segera pergi ke kamar masing-masing. Kamar Adi berada di depan kamar Alfa dan Syabil jadi jika terjadi apa-apa mereka bisa langsung komunikasi.


“Yaudah kita masuk dulu taruh barang bawaan, nanti habis maghrib kita cari keluar cari makan malam ya..” kata Alfa sebelum masuk kamar.


“Oke mas!”


Alfa dan Syabil kemudian masuk ke kamar mereka begitu juga dengan Adi. Syabil melihat kasur langsung berlari dan berbaring di kasur.


“Haduh enaknya, setelah tadi lama di kereta bisa rebahan di kasur...” Syabil berguling kesana kemari.


Alfa tersenyum melihat tingkah istrinya, dia segera meletakkan tas ransel di meja depan kasur kemudian segera menghampiri Syabil. Syabil yang memejamkan mata sambil terlentang di kasur tiba-tiba merasakan ada suara nafas diatasnya, reflek dia membuka mata dan ternyata Alfa sudah ada di atasnya dengan tersenyum-senyum.


“Ma..mas Alfa mau ngapain ?” Syabil langsung gugup.


“Hmm kira-kira ini aku mau ngapain ?” goda Alfa sambil menyentuh pipi Syabil dengan lembut.


Muka syabil lansung memerah karena malu, dia sudah berpikir macam-macam.


“Tenang aja, aku nggak akan ngelakuin yang belum waktunya dilakuin kok..”


Alfa tanpa aba-aba langsung mencium kening istrinya, kemudian hidung, kedua pipi. Setelahnya Alfa memandang istrinya lagi lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Syabil,


“ini boleh ?” ekspresi Alfa sangat lembut, Syabil baru pertama kali di tatap seperti itu oleh suaminya, dia


mengangguk pelan dan Alfa langsung mengecup pelan bibir istrinya.


Syabil langsung membulatkan matanya, baru pertama kali dia merasakan sentuhan di bibir, Alfa melirik


sekilas ekspresi istrinya dan tersenyum, dia kemudian melanjutkan aksinya menciumi bibir Syabil, sedikit demi sedikit bermain disana. Syabil lama-lama terbuai lalu membalas ciuman Alfa. Mereka menikmatinya cukup lama.


Syabil mulai merasa aneh di badannya, degup jantungnya semakin cepat dan rasa panas di sekujur tubuhnya. Syabil reflek merangkul leher dan mencengkeram rambut belakang suaminya. Alfa tidak tinggal diam, dia memperdalam ciumannya dan mengelus rambut Syabil dengan lembut.


Tiba-tiba alarm di hp Syabil berbunyi. Alfa langsung menghentikan aksinya, dia meraih hp syabil yang ada di


meja samping ranjang dan mematikan alarmnya. Melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dia ingin segera mandi dan sholat. Tetapi sebelumnya ditataplah wajah istrinya yang masih terlihat ngos-ngosan mengatur nafasnya.


Alfa tersenyum, dia tidak menyangka juga istrinya bisa mengimbanginya tadi.


“gimana tadi enak ?” goda Alfa lagi.


“Ih mas Alfa ini, aku terkejut tadi...” muka syabil masih merah.


“Haha, nanti lagi yaa..” Alfa mengecup dahi istrinya lalu segera beranjak ke kamar mandi.


“Iih.. mentang-mentang di hotel yaaa..” syabil tidak menyangka Alfa menciumnnya tadi, dia kira Alfa tidak akan melakukannya dalam waktu dekat.


Hati Syabil sekarang berbunga-bunga setelah mendapat sentuhan dari Alfa. Dia senang karena Alfa dan


dirinya bukan cinta sepihak saja. dia berharap selama di Yogyakarta ini meraka bisa membuat momen-momen bersama yang tidak akan bisa terlupakan sampai kapanpun.

__ADS_1


__ADS_2