Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 33 - Sensasi Baru


__ADS_3

Setelah sholat dhuhur Alfa dan Syabil keluar kamar, mereka hendak ke dapur berniat makan karena keduanya sangat lapar dan belum makan dari tadi. Di depan kamar Alfa melihat sekeliling tidak terlihat seorangpun, dia berpikir mungkin orang tuanya masih belum pulang.


Tanpa basa basi Alfa merangkul pundak Syabil dan mengajaknya ke dapur. Syabil masih malu diperlakukan seperti itu oleh suaminya apalagi setelah pengakuannya tadi, dia ingin menghindar tapi Alfa malah tidak meperdulikannya dan terus menariknya.


“Mas aduh malu aku, lepasin aku bisa jalan sendiri..” pinta Syabil.


“Nggak ada orang nggak apa-apa, lagian kamu harus biasain diri kan kita pasangan suami istri..” Alfa mendekatkan wajahnya ke Syabil dari samping berniat menggodanya.


“Ih.. apaan sih..” Syabil langsung menutup muka Alfa dengan tangannya.


Alfa tertawa dan terus menariknya ke dapur, mau tidak mau Syabil mengikuti karena dia juga lagi lapar. Sampai di dapur untungnya masih ada makanan yang dimasak oleh asisten rumah tangga tadi pagi.


Alfa duduk di kursi meja makan sementara Syabil mengambilkan makanan untuk dirinya dan Alfa, tidak lama Syabil membawa 2 piring nasi dan lauknya ke meja makan.


“Nih Mas makan dulu..” ajak Syabil.


“Iya..”


Alfa merasa lega sekarang setelah mengungkapkan perasaannya tadi, perasaannya jadi lebih jelas pada Syabil. Mulai saat ini dia ingin memanfaatkan waktu sebanyak mungkin dengan istrinya. Sambil makan Alfa mencoba menyuapi Syabil, sambil malu-malu Syabil menerimanya,


“Nih Aaa…” Alfa mengarahkan sendok yang ada nasi dan lauknya ke depan wajah Syabil.


Syabil masih melihat Alfa dengan tatapan tidak terduga, dia tidak menyangka Alfa melakukan itu.


“Ayo buka mulutnya..” bujuk Alfa.


Dengan malu-malu Syabil membuka mulutnya dan makan dari suapan suaminya. Alfa sangat senang Syabil menikmati makanannya. Sambil makan mereka berbincang-bincang, Alfa berencana mengajak pulang Syabil setelah ini dan dia setuju tapi harus menunggu orang tua mereka pulang, karena tidak ada siapa-siapa dirumah kecuali asisten rumah tangga dan satpam.


“Papa sama Mama belum pulang kan Mas ?” tanya Syabil memastikan.


“Masih sepi kemungkinan belum, kita tunggu aja ya..”


Syabil mengangguk setuju, setelah selesai makan Syabil membereskan meja makan dan mencuci piring. Alfa langsung duduk di shofa depan tv sambil main hp, Syabil menyusul dan duduk disebelah Alfa.


Diliriknya sang suami sedang membuka chat group OSIS, mungkin lagi membahas hal penting, itu yang dipikirkan oleh Syabil lalu kembali fokus nonton tv.


“Mas fokus banget ke hp, lagi ada apa sih ?” tanya Syabil sambil mendekat.


“Lagi bahas kegiatan OSIS nih buat nanti habis ujian..” jawab Alfa.


“Oh, masih lama tuh..”


“Iya sih tapi harus dipersiapkan mulai sekarang..”


“Hmm…”


Syabil ingin menyenderkan badannya ke bahu Alfa, entah kenapa saat itu dia ingin sekali dekat dengan suaminya, mungkin karena habis dipeluk dan merasakan kenyamanan dia jadi ketagihan ingin merasakan kenyamanan itu lagi.


Dengan malu-malu Syabil mendekatkan badannya, dan sedikit demi sedikit menyenderkan kepalanya di bahu Alfa. Alfa sendiri yang awalnya fokus ke hp tapi setelah merasakan kepala Syabil yang disenderkan ke bahunya jadi menengok, dia tersenyum sendiri, ‘lucu juga ini istriku, malu-malu lagi..’


Alfa mengusap kepala Syabil dan melanjutkan aktivitasnya chatting di grup OSIS. Syabil hanya diam, dia udah senang bisa dekat dengan Alfa dan lanjut menonton tv.


Sementara itu di kamar Fira dan Rian, mereka sudah membersihkan diri dan sholat dhuhur,


“Mas Rian awas ya kalau gitu lagi, untung Ari nggak bangun dan nggak ada siapa-siapa..” kata Fira memperingatkan suaminya.


“Hehe habisnya habis liat mereka jadi kepingin kan..” Rian beralasan sendiri.

__ADS_1


“Hmm.. udah bangun belum ya mereka..” gumam Fira.


Fira beranjak kelur dari kamar, dia mendengar suara televisi dari lantai 1, setelah melihat dari lantai 2 ternyata ada Alfa dan Syabil yang duduk di shofa dengan posisi Syabil menyandarkan kepalanya di bahu Alfa. Melihat itu Fira langsung senang, dia langsung memanggil Rian untuk ikut melihatnya.


Rian yang dipanggil oleh istrinya langsung menghampiri dan melihat ke lantai 1, dia tersenyum melihatnya.


“Nggak sia-sia kita ninggalin mereka tadi ya Mas..” ucap Fira.


“Iya, sekarang pastinya udah baikan..”


“Kita turun aja ya, mereka pasti ngiranya kita belum pulang..” ajak Fira.


“Iya kita turun aja yuk..”


Keduanya beranjak turun ke lantai 1, sampai ruang tengah Rian langsung menggoda anaknya,


“Ehm, baru ditinggal sebentar udah gini..” goda Rian menghampiri anaknya.


Alfa dan Syabil spontan kaget dan Syabil segera membetulkan duduknya, dia malu sendiri dilihat mertuanya sedang menyandarkan kepalanya di bahu Alfa.


“Aduh Syabil nggak perlu malu, sama suaminya sendiri juga..” Fira ikut menggoda mantunya.


“Hehehe…”


“Apaan sih Pa, Ma! Tuh Syabil jadi malu kan, padahal lagi romantis-romantisnya malah diganggu..” protes Alfa.


Mendengar perkataan suaminya Syabil langsung mencubit perut suaminya, sehingga membuat Alfa mengaduh sakit,


“Aduh sakit Bil, kok dicubit sih..”


“Habisnya kamu ngomong gitu bikin malu aja..” Syabil tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang malu gara-gara Alfa.


“Oh iya Pa, habis ini kita pamit pulang ya..” tambah Alfa lagi.


Rian dan Fira saling berpandangan, ‘dasar anak 1 ini sukanya tanpa basa-basi’


“Hm gitu ya habis masalah selesai udah langsung balik aja..” sindir Rian.


“Iya lah Pa, lagian Syabil kesini juga nggak izin sama aku, makanya aku ajak balik aja..” jawab Alfa.


“Haduh iya deh, sana balik sana, disini kalian bikin Papa iri aja..”


Alfa dan Syabil tertawa mendengar pengakuan Papa mereka, bisa-bisanya berkata seperti itu. Seperti kata Alfa, dirinya dan Syabil langsung beranjak pulang, sebelum pulang Fira memberikan beberapa kue yang dibuat tadi dan lauk untuk makan malam sehingga tidak perlu masak lagi.


Sesampainya di rumah hari masih sore, Alfa membaringkan badannya di shofa sambil sibuk dengan hpnya, sementara Syabil teringat kalau belum mencuci baju dan segera mengambil pakaian kotor untuk dimasukkan ke mesin cuci. Sambil menunggu dia membuka hpnya yang dari tadi pagi dimatikan, terlihat di layar banyak misscall dari Alfa dan WA yang menanyakan keberadaannya.


“Ternyata khawatir juga dia, awas aja kalau sampai gitu lagi..” gumam Syabil.


Keadaannya sekarang berbeda dari hari-hari sebelumnya, sekarang mereka sudah tau perasaan masing-masing, Syabil jadi canggung apa yang harus dia lakukan, bersikap seperti biasa atau bagaimana,


“Apa aku minta saran Riri dan Intan ya, ah jangan deh nanti mereka malah ngejek aku..”


Syabil yang bingung dengan dirinya sendiri, Alfa celingukan karena sepi tidak terlihat Syabil mondar-mandir.


“Bil kamu dimana ?” panggil Alfa.


“Lagi nyuci baju..” jawab Syabil

__ADS_1


Tidak terdengar lagi suara dari Alfa, Syabil melanjutkan aktivitasnya chatting dengan Riri dan Intan. Sementara itu Alfa bangun dari shofa dan beranjak menghampiri Syabil yang sedang menunggui mesin cuci di kamar mandi.


Dilihatnya Syabil asik jongkok sambil mengetik di hpnya, dia tidak sadar jika Alfa sudah ada di belakangnya, terfikirkan ide oleh Alfa untuk mengagetkan istrinya itu, diam-diam dia memeluk Syabil dari belakang dengan melingkarkan tangannya di pinggang dan dagunya dia letakkan di bahu Syabil.


“Astaghfirullah Mas Alfa! Bikin kaget aja..” spontan Syabil kaget.


“Kamu ngapain jongkok disini hm ?” tanya Alfa.


“Lagi nyuci baju..” jawab Syabil.


“Nyuci baju apaan, tuh yang nyuci mesin cuci..”


Syabil jadi salah tingkah sendiri


“Hehe iya sih.. mas Alfa lepasin apaan sih malu tau..” pinta Syabil yang geli kalau diperlakukan seperti itu.


“Nggak apa-apa kan kita halal..” jawab Alfa dengan santai.


Alfa melihat kearah hp Syabil dan diliat sedang terbuka chat dengan Intan dan Riri.


“Kalian ngomongin apa ?” tanya Alfa.


“E.. nggak ngomongin apa-apa..” jawab Syabil.


Untung dia belum membahas masalahnya dengan Alfa, kalau sampai ketahuan bisa tambah malu dia.


“Hmmm...”


Tanpa aba-aba Alfa langsung mengecup pipi Syabil dan langsung kabur. Syabil kaget dan langsung berteriak,


“Mas Alfa!!”


Terdengar tawa dari Alfa, Syabil tidak habis pikir suaminya melakukan itu. Tanpa basa basi dia langsung mengejar suaminya berusaha membalas dengan mencubit perut Alfa. Aksi kejar-kejaran terjadi di ruang tengah.


“Mas berhenti nggak !”


“Nggak mau, kamu mau mukul aku kan ?” Alfa masih tertawa meskipun Syabil menyuruhnya berhenti.


“Triing..”


Hp Alfa berbunyi tanda ada pesan masuk, Alfa langsung berhenti dan mau membuka hpnya, tapi dengan sigap Syabil langsung menghampirinya dan mencubit perut Alfa. Alfa langsung mengaduh kesakitan,


“Aduh Bil ampun... kamu ini nyubitnya sakit banget..” keluh Alfa.


“Biarin habisnya sih iseng..” Syabil tertawa puas.


Tidak tinggal diam Alfa langsung menarik Syabil ke pelukannya dan menjatuhkan diri di shofa.


“Ih lepasin mas...” berontak Syabil. Dia tidak bisa mengkondisikan degup jantungnya, takut suaminya tahu.


“Sstt.. diem, aku nggak macam-macam kok.. lagi pengen meluk kamu aja..” jawab Alfa.


Syabil tersenyum, dia kemudian membalas pelukan Alfa dengan melingkarkan tangannya di pinggang Alfa. ‘Nyaman..’


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2