
Masih di rumah Riri sebelum pulang Syabil dan teman-temannya diminta makan terlebih dulu oleh orang tua Riri, sebenarnya mereka tidak enak sendiri karena sungkan, tapi orang tua Riri memaksa akhirnya mereka makan dulu.
Orang tua Riri membelikan nasi goreng untuk mereka, saat makan Indra tiba-tiba memberikan timun dan cabainya pada Syabil,
“Bil ini aku kasih..”
“Hm ? kau nggak suka timun Ndra ?” tanya Syabil.
“Nggak hehe..”
“Hmm.. gitu, yaudah nih aku kasih ayam..” kata Syabil.
“Kamu nggak suka ayam ?” tanya Indra balik
“Suka sih, tapi biar impas aja kamu ngasih aku juga ngasih..”
Indra tersenyum mendengarnya, baginya mungkin diartikan sebagai perhatian, tapi tidak bagi Syabil dia terlihat biasa saja.Riri dan Intan yang melihatnya ketawa sendiri,
“Kalian ini tukeran kok tukeran timun sama cabai, Haha..” kata Intan.
“Biarin, ngiri kamu Tan ?” tanya Indra.
“Ih nggak lah, ngapain juga..”
Setelah selesai makan, mereka langsung beberes dan bersiap pulang, ketika mau pulang sekali lagi Indra menawari Syabil untuk mengantarnya pulang.
“Bil beneran kamu nggak mau aku anter pulang ?” tanya Indra, dia masih belum menyerah.
“Nggak Ndra, aku nggak mau dianter cowok yang bukan mahram..” jawab Syabil.
Indra langsung menghela nafas panjang, ternyata sulit baginya untuk mendekati Syabil, dia harus memikirkan cara lain.
Sementara itu di rumah Alfa duduk di shofa sambil nonton tv, tetapi dia tidak bisa fokus karena terus memikirkan Syabil yang belum memberi kabar jam pulangnya, padahal dia sudah meminta untuk memberi kabar ketika mau pulang, akhirnya karena merasa khawatir sekaligus ingin memastikan Indra,dia pergi duluan ke tempat janjian yaitu di minimarket dekat rumah Riri.
Syabil sudah memberitahu Riri jika dia nanti akan dijemput oleh Alfa, Riri senang mendengarnya, memang harusnya begitu suami harus menjemput istrinya dan tidak membiarkan pulang sendirian apalagi saat malam.
“Bagus deh kalau ada yang jemput, jadi aku nggak harus nganter lagi.. hehe..” kata Riri.
“Iya, padahal aku pengennya pulang dianterin kamu atau Intan gitu, tapi Alfa ngotot pengen jemput..”
“Hihi lagi khawatir dia Bil..” terang Intan.
“Ha ? khawatir kenapa ?” tanya Syabil yang tidak faham.
Intan dan Riri hanya tertawa, mereka bisa merasakan kalau Alfa mulai cemburu pada Indra, tapi sayangnya Syabil tidak menyadari.
Pukul 7 malam Alfa sudah sampai di tempat janjian, dia memutuskan untuk duduk pada tempat duduk yang disediakan di teras minimarket sambil menunggu Syabil. Alfasengaja tidak memberitahu Syabil jika dia sudah disana karena takut kerja kelompok mereka belum selesai.
Tidaklama ada pesan masuk ke hp Alfa, ternyata dari Syabil.
__ADS_1
“Mas aku udah selesai..”
“Oke, tunggu di minimarket..” balas Alfa.
Setelah mengirim pesan pada Alfa, Syabil membereskan barangnya dan beranjak pamit pada Riri,
“Ri aku pulang dulu ya..” pamit Syabil.
“Udah dijemput kah Bil ?” tanya Riri.
“Belum tapi aku kesana duluan aja..”
“Oh yaudah, hati-hati Bil..”
Rumah Intan berlawanan arah dengan Syabil jadi dia tidak bisa mengantar sampai minimarket. Syabil memutuskan untuk berjalan kaki saja karena memang jaraknya dekat. Saat berjalan menuju minimarket, tidak disangka Indra mengikutinya dibelakang sambil mengendarai motornya sampai minimarket,
“Ndra udah kamu pulang aja!ngapain ngikutin aku..” perintah Syabil.
“Aku temenin kamu sampai dijemput aja..” jawab Indra.
“Nggak usah kamu duluan aja..”
Ternyata susah membujuk Indra untuk meninggalkannya, dia takut nanti Indra melihat Alfa ada disana.
Alfa melihat Syabil datang bersama Indra di belakangnya sambil mengendarai motor, dia buru-buru masuk ke minimarket sehingga tidak ketahuan Indra, meskipun begitu dia tetap mengawasi mereka dari dalam.
“Bil kamu nunggu siapa disini ? mending aku anterin pulang..” tawar Indra.
“Siapa ? pacar kamu ?” selidik Indra.
“Bukan.. udah kamu duluan aja..”
“Tapi..”
“Udah sana aku nggak apa-apa, bentar lagi aku pulang..”
“Hmm.. yaudah deh nanti kabarin aku kalau mau dianter pulang..”
“Hmm.. nggak deh makasih..”
Akhirnya Indra pergi, Alfa langsung keluar dan duduk di tempat semula. Syabil melanjutkan langkahnya dan dia kaget ternyata Alfa sudah menunggu disana.
“Mas Alfa udah nunggu lama ?” tanya Syabil.
“Nggak baru aja nyampe..” jawab Alfa datar.
Alfa kesal melihat Indra tadi, dia merasa Indra dan Syabil sangat akrab. Syabil tidak lupa langsung menyalimi Alfa, mungkin sudah jadi kebiasaannya sekarang kalau pulang sekolah pasti seperti itu.
Alfa memberikan satu botol minuman yang dibelinya barusan pada Syabil,
__ADS_1
“Nih minum dulu..”
“Makasih..” Syabil tersenyum senang menerimanya.
“Kamu udah makan ?” tanya Alfa.
“Udah tadi di rumah Riri..” jawab Syabil.
“Yaudah yuk pulang keburu malem..” ajak Alfa.
Syabil mengangguk setuju, Alfa segera menghidupkan motornya dan mereka pulang ke rumah. Jarak antara rumah Riri dengan apartemen mereka lumayan dekat 15 menit kemudian mereka sudah sampai.
Sesampainya di rumah Syabil langsung mandi dan ganti baju, sementara Alfa sibuk di dapur memasak Mie Instan karena dari tadi dia belum makan. Syabil yang sudah selesai mandi keluar kamar melihat Alfa di dapur sedang masak Mie langsung menghampirinya,
“Lho mas Alfa belum makan ?” tanya Syabil.
“Belum..” jawab Alfa singkat.
“Kok nggak bilang sih, tau gitu kita mampir dulu beli makan tadi..”
“Kamu udah makan gitu..”jawab Alfa dengan santai
“Ya tapi kan kamu belum makan Fa.. aku masakin bentar deh yang gampang..”
Syabil beranjak mau masak, tapi Alfa langsung mencegahnya,
“Nggak usah Bil, lagian Mienya udah mau matang ini..”
“Hmm.. maaf deh..”
Alfa tersenyum kecil, segitunya kah istrinya menyesal tidak memasakkan makanan untuknya, sejenak badmoodnya gara-gara saat jemput tadi hilang karena sikap Syabil barusan.
“Sini aku lanjutin masaknya, kamu duduk di shofa aja..” pinta Syabil sambil berusaha menggeser badan Alfa yang sedang masak Mie.
“Nggak usah, kamu duduk aja sana sambil nonton tv..” cegah Alfa.
Syabil langsung merengut, Alfa yang gemas langsung mengusap kepala Syabil dan menyuruhnya bersantai sambil nonton tv. Tidaklama kemudian Alfa menyusul dengan membawa semangkuk mie instan kuah kesukaannya.
Melihat Alfa makan dengan lahap membuat Syabil ingin menyicipi, berkali-kali dia melirik Alfa sambil menelan ludah, ’terlihat enak..’
Alfa menyadari dari tadi Syabil melirik kearahnya,
“Kamu mau ?” tanya Alfa.
Syabil langsung mengangguk, dia sangat suka Mie instan padahal dia sudah makan di rumah Riri tapi ketika melihat Mie instan rasa laparnya muncul lagi.
Alfa langsung menyuapi Syabil, dan tanpa malu-malu syabil menerimanya,
“Enak.. hehe..” kata Syabil sambil mengunyah mie nya.
__ADS_1
Alfa ikut tersenyum melihat Syabil yang begitu lahap makan dari suapannya, akhirnya dia berbagi mie instannya dengan Syabil karena keliatan ingin makan terus. Sambil makan mereka bercanda, sesekali Alfa tersenyum dan itu membuat Syabil senang, karena sejak masih di minimarket tadi ekspresi Alfa datar dan terlihat badmood, dia sendiri tidak tau apa penyebabnya.
**to be continue ~