
semenjak kejadian penyiraman menggunakan air keruh pada Syabil, Linda sudah tidak berani macam-macam lagi, begitu juga dengan Rere dan Ika mereka sekarang dijauhi oleh teman-teman satu kelas.
indra juga sudah merelakan Syabil jadian dengan Alfa, dia sudah berusaha move on dan tidak memikirkan syabil lagi. dia memilih untuk menjadi teman saja dan tidak ingin terlalu dekat dengan Syabil karena takut rencananya move on bisa gagal.
hari berjalan seperti biasa dan syabil sekarang senang karena tidak ada yang mengganggunya, di sekolah juga sering ketemu Alfa baik itu di kantin maupun waktu upacara. banyak siswa yang iri melihat kedekatan mereka.
tidak terasa sudah hampir ujian semester akhir, dan seperti biasa Alfa akan mengajari Syabil secara intens supaya istrinya itu dapat nilai yang memuaskan.
"Bil kamu nanti diajari Alfa lagi? " tanya Intan. mereka bertiga sedang asik ngobrol saat jam kosong.
"sepertinya gitu Tan.. hmm semoga nggak terlalu ketat jadwalnya, aku kan udah ada peningkatan dibandingkan semester lalu.. " jawab Syabil.
"Haha emang dasar si Alfa suka banget bikin orang lain repot.. " sahut Ririn.
"Namanya juga ketos Rin, maklumi ajalah sukanya merintah hahaha.. " timpal Intan
Syabil dan Ririn ketawa mendengar perkataan Intan.
"Oh iya nanti habis ujian kita ada study tour kan yaa.. " Syabil teringat tentang study tour.
"iya ya.. waktu ambil raport kemarin kan dikasih pilihan destinasinya, kalian pilih kemana? " tanya Intan.
"Bali dong! " jawab Ririn.
"sama.. " tambah Syabil.
"ciee.. ada yang sekalian honeymoon nih!" bisik Intan di dekat telinga Syabil.
muka syabil langsung memerah karena malu, bisa-bisanya sahabatnya itu bicara tentang honeymoon dikelas.
"apaan sih Tan.. nggak ah, itu bukan honeymoon namanya, kan ada kalian semua.. " timpal Syabil.
Intan dan Ririn tertawa mendengarnya,
"tenang aja Bil, nanti kalau mau ketemuan sama Alfa kita backup ya nggak Rin? " goda Intan
"Siap deh kalau itu! "
Syabil langsung memukul pundak Intan dan Ririn, bisa-bisanya mereka menggodanya.
"udah-udah yang penting ujian dulu baru mikirin study tour.. " Syabil langsung menyudahi pembahasan itu karena kalau dilanjutkan bisa kemana-mana.
Di rumah syabil sedang mencuci piring selesai makan malam, dilihatnya Alfa ada di kamar sedang sibuk dengan pekerjaannya. setelah selesai cuci piring dia pergi ke kamar,
"mas.. " syabil mendekati Alfa
"hmm...ada apa Bil? " tanya Alfa tanpa beralih dari laptopnya.
melihat suaminya yang tidak memandang kearahnya, syabil langsung beraksi dengan memeluk leher Alfa dari belakang dan disenderkan kepalanya di bahu Alfa.
__ADS_1
"Apa sayang? " tanya Alfa yang masih tidak berubah dari posisinya.
syabil yang belum puas mencoba menggoda suaminya, dia memberanikan diri mengecup leher Alfa, Alfa sendiri langsung geli dan menghentikan aktivitasnya dengan laptop.
"apa sih tumben, kamu pengen apa? " tanya Alfa sambil menarik Syabil ke pangkuannya, sekarang posisi syabil duduk menyamping di pangkuan Alfa.
"e.. e... " Syabil jadi malu sendiri.
"kalau kamu nggak segera ngomong aku cium nih! " bisik Alfa.
Belum sempat syabil ngomong Alfa sudah menciumnya dengan lembut, syabil melepas ciuman Alfa,
“Iih mas alfa ini, aku kan mau ngomong..” protes Syabil.
“Habis nya lama sih, lagian mau ngomong apa ?” tanya Alfa dengan santai.
“e.. itu kan sebentara lagi ujian nanti kalau ngajarin aku jangan kayak semester lalu ya.. yang santai aja..” pinta Syabil.
Alfa tertawa, ada-ada aja istrinya itu. Tapi memang benar syabil sudah ada peningkatan dibanding semester lalu, jadi dia tidak akan terlalu ketat ketika mengajarinya.
“Yaudah deh, tapi...”
“Tapi apa mas ?” tanya Syabil dengan cepat.
“Tapi kalau nilai kamu dibawah dari semester lalu ada hukumannya..” Alfa tersenyum licik.
“Kok ada hukumannya sih mas ? memang apa hukumannya ?”
“Ih nyari kesempatan ya..” canda Syabil.
“Emang nggak boleh ?” Alfa spontan mendekatkan wajahnya ke Syabil.
Syabil hanya diam dan tersenyum, dia bingung harus jawab bagaimana karena sebenarnya boleh-boleh saja alah harus! Tapi dia gengsi untuk bilang.
“Kok nggak jawab ?” tangan Alfa mulai menggelitik perut Syabil.
“Hahaha.. mas Alfa geli ih!”
“Ayo gimana mau nggak kesepakatannya tadi ?”
“Iya deh mau.. tapi jangan gelitik dong, geli tau...” Syabil masih tertawa menahan geli.
Alfa tetap senyum, dia langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke tempat tidur, Syabil yang belum siap langsung mengalungkan tangannya di leher Alfa karena takut jatuh.
Alfa langsung menghempaskan badan Syabil di tempat tidur, lalu dia memposisikan dirinya diatas Syabil.
“Mas Alfa mau ngapain..?.” tanya Syabil yang mulai gugup.
“Tadi kamu udah berani ya cium leher ku, sekarang gantian dong..” tanpa aba-aba Alfa langsung menciumi leher istrinya lalu berlanjut ke bibir.
__ADS_1
Syabil yang tidak siap dengan serangan Alfa langsung berusaha menghindar tapi akhirnya gagal, dia tidak bisa bergerak karena sudah dikunci oleh Alfa.
“mas Alfa, bukannya masih kerja.. sana diselesaiin dulu...” pinta Syabil sambil menepuk-nepuk pundak suaminya.
Tidak ada respon, Alfa masih lanjut melakukan aksinya, Syabil mulai merasakan ada yang aneh dengan badannya, deg-deg an tidak karuan ketika disentuh oleh Alfa.
“Mas Alfa.. mmas... udah dong..”
Alfa akhirnya menghentikan aksinya, dia tersenyum licik, ditempelkan hidungnya di hidung Syabil,
“Makanya.. jangan bangunin singa tidur.. nanti bisa-bisa aku keblalasan..” kata Alfa sambil mengatur nafasnya.
Syabil yang masih deg-deg an diam tidak tau harus menjawab bagaimana,
“Mau lagi ?” goda Alfa.
Spontan Syabil langsung geleng-geleng, Alfa tertawa lalu dia mengusap rambut istrinya,
“Udah sana tidur duluan, aku mau lanjut kerja dulu.. udah ditunggu ayah hasilnya..”
Alfa turun dari tempat tidur dan kembali ke meja belajar, syabil masih memandangi Alfa sambil menutup setengah wajahnya dengan selimut, dia malu karena ulahnya sendiri.
“Apa sayang kok merhatiin aku dari tadi, aku ganteng ya ?” tanya Alfa tanpa menoleh dari laptopnya.
Syabil langsung salah tingkah dan membalikkan badannya tanpa menjawab. Dia sangat malu sekarang. Alfa terkekeh melihat tingkah istrinya itu.
Tidak terasa sudah waktu nya ujian akhir semester, ujian yang menentukan naik apa tidaknya siswa ke tingkat selanjutnya. Selama satu minggu sebelum ujian Syabil diajari full oleh Alfa, dia sangat berusaha keras supaya nilainya naik dibandingkan semester lalu.
Ujian dilaksanakan selama 5 hari, Syabil mengerjakan dengan sungguh-sungguh, bahkan kedua sahabatnya sampai terheran-heran, syabil yang biasanya tidak terlalu suka belajar Matematika, tiba-tiba sangat rajin mengerjakan latihan soal matematika.
“Kamu tumben rajin bener belajar matematika Bil ?” tanya Ririn disela-sela istirahat menunggu jam ujian berikutnya.
“Iya lah biar nilaiku bagus..” jawab Syabil.
“Emang kenapa kalau nilai kamu jelek ?” selidik Intan.
“e.. nggak apa-apa pokoknya biar bagus gitu...” syabil tidak mau cerita tentang kesepakatannya dengan Alfa, yang ada dia nanti malah diledek terus oleh Intan dan Ririn.
“Eh Bil ngomong-ngomong si Indra udah jarang banget ya ngajak ngobrol kita..” celetuk Intan tiba-tiba.
“Kenapa Tan ? kamu kangen sama dia ?” goda Ririn.
“Ih jangan deh.. cuman penasaran aja apa dia udah move on dari kamu ya Bil ?”
“Entah lah Tan, malah bagus sih dia udah move on.. aku takut dia tersakiti kalau terus deketin aku.. sementara aku udah punya Alfa..” jawab Syabil.
“Aduduh.. iya iya yang udah kepunyaan Alfa, duh bikin iri deh lengket mulu kalian di sekolah..” goda Ririn.
Syabil tertawa, ada-ada saja candaan sahabatnya itu.
__ADS_1
*to be continue~