Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 15 - Baikan


__ADS_3

Pagi harinya ketika Alfa bangun dia tidak melihat Syabil disampingnya, ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi, Alfa menyimpulkan jika Syabil sedang mandi. Dia berharap Syabil sudah memaafkannya dan tidak marah lagi.


Tak lama Syabil keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat Alfa sudah bangun dan langsung cuek dan hanya diam tidak memandangnya lagi. Alfa menghela nafas panjang, ternyata Syabil masih marah.


Selesai mandi dan ganti baju seragam Alfa keluar dari kamar berjalan ke meja makan, matanya langsung membulat disana hanya ada roti yang diatasnya sudah ada selai serta susu saja, biasanya Syabil selalu masak sarapan yang mudah dimasakdan pasti ada nasi.


“Bil tumben nggak masak ?” tanya Alfa.


Syabil masih diam,


“Hm ?”


“Laagi nggak mood masak!” jawab Syabil singkat.


“Kamu masih marah Bil ?”


Sekali lagi Syabil hanya diam sambil makan roti yang sudah ada di piringnya. Alfa mencoba bersabar dan segera menyelesaikan sarapannya lalu berangkat. Meskipun mereka berangkat bersama tapi selama di jalan sama-sama diam.


Sampai di sekolah Syabil langsung berlalu begitu saja meninggalkan Alfa yang masih terus memandanginya,


‘Haduh kalau lagi marah gini ternyata.. sampai-sampai aku di diemin..'


Waktu istirahat Syabil dan kedua temannya pergi ke kantin untuk makan siang, suasana hatinya masih belum baik, meskipun dia tau itu hal yang sepele tapi entah kenapa dia masih belum bisa memaafkan Alfa mengenai makan malam sebelumnya.


Tiba-tiba Alfa datang dan makan di meja sebelah meja Syabil. Intan dan Riri yang melihat gelagat aneh dari Syabil dan Alfa jadi bertanya-tanya apa yang sedang terjadi diantara mereka,


“Kalian kenapa Bil ?” tanya Intan.


“Nggak ada apa-apa kok..” jawab Syabil menutupi.

__ADS_1


“Beneran nggak apa-apa ? kalian saling diem gitu..” tambah Riri.


“Iya beneran nggak ada apa-apa.. yuk selesaiin makannya keburu masuk nanti..” Syabil mencoba mengalihkan pembahasan, dia masih malas kalau bertemu dengan Alfa padahal suaminya sendiri.


Syabil untuk saat ini tidak mau membicarakan tentang masalah rumah tangganya pada orang lain, Mamanya pernah menasehatinya kalau masalah rumah tangga sebaiknya tidak boleh dibicarakan pada orang lain dan dia harus memecahkan masalahnya sendiri.


Dilain sisi Alfa masih sibuk makan meskipun begitu dia mendengar ucapan Syabil barusan. Andi yang duduk di samping Alfa penasaran dan coba bertanya,


“Kalian bertengkar ?” tanya Andi.


“Hm.. iya gara-gara kemarin malem..” jawab Alfa dengan malas.


“Emang kenapa tadi malem ?”


“Aku pulang telat, dia udah masak dan gitu deh..”


“Oh iya sih kamu kemarin kan udah makan di tempatnya Lin….”


“Sstt… jangan keras-keras ngomongnya..” bisik Alfa.


Dia tidak ingin Syabil mendengar jika kemarin malam acara makannya di restoran milik keluarga Linda. Andi tersadar dan langsungmengangguk faham, dia menyadari hampir saja keceplosan tentang kemarin malam. Syabil dan kedua temannya sudah pergi dari kantin, sekarang tinggal Andi dan Alfa disana.


“Trus kamu udah minta maaf ?” tanya Andi.


“Udah tapi diem aja anaknya.. harus gimana lagi coba ?”tanya Alfa meminta saran dari sahabatnya itu.


“Hmm… Coba minta maaf lagi nanti dan buat dia senang..” kata Andi memberikan usul.


“Hmm.. nanti coba aku fikirin..”

__ADS_1


Sepulang sekolah seperti biasa mereka pulang bersama tapi Syabil masih dalam mode diam, Alfa lama-lama emosi juga bisa-bisanya dia di diamkan seperti itu. Sesampainya di rumah Alfa langsung menarik tangan Syabil dan mendudukkannyadi kursi.


“Bila, kamu masih marah ?” tanya Alfa.


Syabil sebenarnya masih marah dandia merasa sayang karena makanannya tidak dimakan oleh Alfa, padahal dia sudah memasak dengan sepenuh hati. (Ehm)


“Aku minta maaf Bil, lain kali nggak gitu lagi.. kamu mau maafin aku ?” pinta Alfa lagi.


Syabil masih belum mau buka suara, Alfa mulai geram


“Seorang istri nggak boleh bikin suaminya marah dan nggak boleh nyuekin suami, dosa itu Bil..” terang Alfa tiba-tiba.


Sontak Syabil mendengar penuturan Alfa langsung mengangkat muka dan memandang kearah suaminya itu.


“Iya deh aku maafin..” jawab Syabil mengalah.


Terukir senyum di sudut bibir Alfa,


“Kok keliatan nggak ikhlas gitu sih..” pancing Alfa lagi.


“Beneran mas udah aku maafin.. kamu sih ngomong gitu aku jadi bersalah kan kalau marah terus..” kata Syabil langsung.


“Nah gitu dong, jangan marah lagi..” kata Alfa sambil mengelus kepala Syabil yang masih tertutup kerudung sekolah.


“Habis aku udah masak ternyata mas Alfa udah makan diluar, kan sayang makanannya.. lagian mau makan diluar nggak ngomong ke aku dulu..” terang Syabil.


“Iya deh aku minta maaf lain kali aku ngomong dulu, soalnya kemarin dadakan banget..”


“Iya iya.. aku faham..” Syabil tersenyum kecil.

__ADS_1


Syabil melangkah pergi ke kamar untuk ganti baju, sedangkan Alfa masih bersantai sambil nonton tv, dia menunggu Syabil ganti baju dulu baru dia masuk ke kamar. Dengan ini masalahterselesaikan dan akhirnya hubungan mereka kembali membaik.


__ADS_2