
Alfa pergi ke kantor milik keluarganya, sampai di lobby dia bertemu dengan kakeknya yaitu Pak Fikri yang mau keluar,
“Kakek..” sapa Alfa yang langsung menghampiri kakeknya dan menyalimi tangannya.
“Eh cucu kakek, sama siapa kesini ?” tanya pak Fikri.
“Sendirian Kek, mau ketemu Papa..”
“Oh Papa kamu ada di ruangan, cucu mantu kesayangan kakek kok nggak diajak ?”
“Syabil pulang duluan tadi Kek jadi aku sendirian kesininya..”
“Hmm kalian ini mentang-mentang pengantin baru lupa sama kakek di rumah..”
“Hehe maaf kek, lain kali kita main kesana deh..”
“Oke kalau gitu kakek pulang dulu..”
“Iya Kek.. hati-hati di jalan..”
Pak Fikri meninggalkan kantor, beliau sekarang sudah tidak menjabat sebagai CEO karena sudah digantikan oleh Rian.
Alfa berjalan menuju ruangan Papanya, tak lupa dia melihat sekeliling dan disetiap ruangan para karyawan sibuk dengan kerjaan masing-masing.
Sampai di depan ruangan Papanya Alfa langsung mengetuk pintu dan terdengar jawaban dari dalam ruangan,
“Masuk!” kata Rian.
Alfa membuka pintu dan melihat Papanya sedang sibuk di depan komputer All in One nya. Rian melihat putranya datang langsung tersenyum,
“Ada apa Fa ?” tanya Rian.
“Ini Pa mau cek hasil kerjaanku..” jawab Alfa sambil duduk di shofa yang ada disana.
“Hmm bentar langsung kamu upload aja kayak biasanya nanti papa cek..” perintah Rian.
Alfa langsung menurut dan mengerjakan sesuai perintah papanya. ‘tau gitu langsung aku upload aja nggak perlu dateng..’
Alfa menyesal datang, entah apa yang sedang dipikirkannya, mungkin karena masih
kepikiran kejadian di sekolah tadi siang. Rian sesekali memperhatikan putranya dan terlihat gelisah, dia jadi
__ADS_1
penasaran.
“Kamu kenapa Fa ? ada masalah ?” tanya Rian.
“Eh nggak ada apa-apa kok Pa..” jawab Alfa beralasan,
“Hm masak ? keliatannya nggak tuh..”
Rian menghentikan pekerjaannya dan beranjak mendekati putranya lalududuk disampingnya,
“Cerita aja sama Papa..”
Alfa terdiam, lama-lama dia cerita juga tentang masalahnya dengan Syabil. Tentang bagaimana dia tidak suka melihat istrinya dengan Indra dan kedekatan mereka. Rian mendengarkan dengan serius lalu tersenyum,
“Kok ketawa sih Pa ?” tanya Alfa.
“Kamu beneran nggak tau alasannya apa ?”
Alfa mengangguk dengan polos, Rian geleng-geleng sendiri melihat ekspresi putranya, dia tidak menyangka Alfa begitu tidak peka, apa mungkin karena sikapnya itu menurun darinya atau memang anaknya sangat cuek.
“Papa kasih tau ya.. kamu itu lagi cemburu sama mereka..”
“Ya karena kamu sudah cinta sama istrimu..”
Alfa mencoba mencerna perkataan Papanya, tadi papanya bilang hal yang sama seperti Andi tapi bedanya beliau mengatakan ‘cinta’, benarkah seperti itu ? itu yang sedang difikirkan oleh Alfa.
“Kamu cari tau sendiri deh kalau belum faham..” kata Rian.
Alfa hanya menghela nafas panjang, dia masih belum faham dengan perasaannya sendiri dan perlu memastikan terlebih dahulu.
Sementara itu dirumah Syabil mencoba masak makanan kesukaan Alfa, dia berharap suasana hati suaminya membaik dan tidak cuek lagi dengannya. Habis maghrib Alfa baru pulang dia langsung menuju kamar mandi untuk mandi, Syabil menyiapkan pakaian suaminya dan diletakkan di meja dekat kamar mandi, setelah itu kembali ke dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
Tak lama Alfa keluar dari kamar dengan rambut masih basah dan handuk kecil di lehernya untuk mengeringkan rambut. Dia melihat Syabil sedang duduk di kursi meja makan.
“Mas Alfa ayo makan bareng..” ajak Syabil.
“Aku nggak lapar, kamu makan duluan aja..” jawab Alfa sambil duduk di shofa.
Seperti ini lagi, Syabil tidak faham sama sekali apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya,
“Kenapa nggak makan bareng aja ?” tanya Syabil dengan suara agak berat menahan air matanya.
__ADS_1
“Kan aku udah bilang kalau aku lagi nggak lapar..” jawab Alfa sambil tetap nonton tv sama sekali tidak memandang ke arah istrinya.
“Mas Alfa kalau ngomong itu bisa nggak mandang orang yang ngajak ngomong ?”
“Hmm..”
Syabil sudah tidak tahan lagi dia langsung beranjak ke hadapan Alfa dan memandang suaminya dengan menahan air mata, Alfa tidak bergeming dan cuek tidak memandang ke wajah Syabil.
“Mas Alfa emang aku salah apa sih sama kamu ?” tanya Syabil dengan suara bergetar karena tidak terasa air matanya jatuh juga.
Kali ini Syabil berhasil membuat Alfa memandang kearahnya, mendengar suara Syabil yang tidak seperti biasa Alfa langsung menoleh kearahnya dan kaget melihat Syabil menangis di hadapannya.
“Kalau aku ada salah ngomong dong! jangan diemin aku kayak gini! Dari kemarin kamu diemin aku, aku nggak tau apa yang harus aku lakukan, aku serba salah, kalau aku salah ngomong dong!” kata Syabil dengan nada tinggi, kali ini dia marah bercampur sedih.
Alfa masih diam dengan tatapan terkejutnya memandang kewajah Syabil. Syabil berlanjut mengungkapkan uneg-unegnya,
“Aku akui aku salah kemarin berduaan sama Indra dan aku minta maaf karena tidak bisa jaga diri dan malah berduaan sama cowok lain padahal aku udah jadi istrikamu.. tapi seenggaknya kamu ngomong dong apa yang kamu rasain dan jangan diem aja! Kalau gini kan aku selalu mengira kalau kamu marah sama aku..”
Syabil tidak bisa mengongrol emosinya, air matanya luruh begitu saja. Melihat Alfa yang diam saja dia sudah muak dan berlari menuju kamar dan pintu di tutup. Alfa diam, dia sadar kalau baru saja membuat Syabil nangis dan dia hanya diam saja melihatnya.
Dia mulai menyesal mendiamkan istrinya, tapi dia juga belum pasti dengan perasaannya sendiri dan membutuhkan waktu untuk berfikir.
Alfa berjalan menuju meja makan, dilihatnya ada makanan favoritnya untuk dua porsi, dia jadi semakin merasa bersalah karena cuek dengan istrinya. ‘Astaghfirullah…’ Alfa kemudian makan sendirian, sebenarnya dia sangat lapar karena belum makan dari tadi siang, tapi entah kenapa tadi dia belum ingin berbicara dengan Syabil.
Syabil yang marah padanya membuat dia jadi sadar kalau dia salah. Akhirnya Alfa memutuskan untuk diam sejenak dan besok pagi mencoba berbicara dengan Syabil. Untuk Malam itu dia memutuskan tidur di shofa dan membiarkan Syabil tenang dahulu.
Sementara di dalam kamar Syabil membenamkan wajahnya dibalik bantal dan menangis, emosi yang ditahannya beberapa hari ini membeludak karena sikap yang ditunjukkan oleh Alfa.
“Dasar nggak punya perasaan, aku benci sama kamu Mas!”
Ingin rasanya dia kabur dari rumah karena tidak tahan dengan sikap Alfa, tapi dia bingung mau kemana, mau pulang ke rumah orang tuanya tapi orang tuanya sedang di luar kota, adiknya juga sedang pulang kampung. Tidak punya pilihan lain dia memutuskan besok pagi-pagi ke rumah mertuanya. Tidak terasa Syabil ketiduran karena capek menangis.
Pagi harinya Alfa bangun dan sudah ada selimut di atas tubuhnya, sudah dipastikan yang melakukannya adalah Syabil karena semalam dia tidak memakai selimut ketika tidur di shofa.
Hari itu adalah hari sabtu jadi tidak masuk sekolah, Alfa melihat sekeliling sepi tidak terlihat ada Syabil, Alfa mencoba lihat ke kamar dan tidak menemukan istrinya, ke kamar mandi dia tidak ketemu. Alfa mulai bingung kemana istrinya pergi, dengan cepat dia mengambil Hp dan berusaha menelfon Syabil tapi sayangnya tidak ada jawaban. ‘Kemana kamu Bila..’
* To Be Continue \~
yang belum baca Fira dan Rian jangan lupa baca ya, induk cerita ini itu..
Terimakasih ^^
__ADS_1