Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 28 - Kabur ?


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Syabil sudah sampai di rumah mertuanya yaitu Rian dan Fira. Fira sampai kaget sendiri melihat kedatangan Syabil tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


“Assalamu’alaikum…” Syabil mengucapkan salam di depan pintu.


“Wa’alaikum salam..” jawab Fira sambal membuka pintu.


Melihat Mama mertuanya datang Syabil langsung meraih tangan Fira dan menciumnya. Fira masih kaget melihat kedatangan mantunya itu.


“Lho Bila, kok bisakesini pagi-pagi ?” tanya Fira.


“Hehe iya Ma..”


“Mana Alfa kok kamu sendirian ?” tanya Fira lagi sambil melihat sekeliling.


“Mas Alfa lagi dirumah Ma..” jawab Syabil dengan sedikit menunduk.


Fira langsung bisamenyimpulkan pasti ada apa-apa antara Alfa dan Syabil. Tidak mungkin juga Syabil sendirian kesini kalau tidak ada sesuatu.


“Yaudah yuk masuk..” ajak Fira.


Syabil mengangguk dan mengikuti Mama mertuanya masuk ke dalam rumah. Fira melanjutkan masaknya dan Syabil berinisiatif membantunya. Sebenarnya dia ingin pulang ke rumah orang tuanya tapi kebetulan Irfan dan Icha sedang diluar kota, adiknya juga ke rumah kakeknya jadi tidak ada orang di rumah.


Rian keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan dengan Ari yang ada digendongannya, dia terkejut ada Syabil disana.


“Lho Syabil kok pagi-pagi udah kesini.. ada apa ?” tanya Rian.


“Hehe nggak ada apa-apa Pa.. lagi pengen main kesini aja..” jawab Syabil.


“Mana Alfa ?” tanya Rian lagi.


“Em, Di rumah Pa..” jawab Syabil dengan tersenyum kecil.


Rian langsung melirik kearah istrinya menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, Fira hanya mengangkat bahu tidak tahu. Si kecil Ari begitu melihat Syabil langsung menghampirinya dan minta di pangku.


“Ih manja banget kamu Ari, tau aja kalau ada kakak cantik..” kata Rian.


Ari hanya tertawa dan duduk di pangkuan Syabil sambil bermain mobil-mibilan yang sedang dipegangnya. Mereka sarapan Bersama, Ari juga sudah duduk di kursi sendiri. Selesai sarapan Fira mengajak Syabil berbelanja di supermarket dekat rumah sekalian jalan-jalan, dengan senang hati Syabil ikut. Sementara itu Rian yang ditinggal sendiri dirumah karena Ari ikut Mamanya langsung menghubungi putra sulungnya yaitu Alfa.


“Halo Assalamu’alaikum..”


“Wa’alaikum salam, ada apa Pa ?” tanya Alfa.


“Bisa ketemu sebentar Fa ?” tanya Rian.

__ADS_1


“Aku lagi sibuk Pa, nggak bisa hari ini..” jawab Alfa dengan nada terdengar gelisah.


“Kalau kamu nyariin Syabil dia datang kerumah tadi pagi..” terang Rian yang bisa menebak pikiran anaknya.


“Syabil beneran disana Pa ?” tanya Alfa memastikan.


“Iya, ketemu sebentar ayo, papa mau bicara!”


“Yaudah deh..”


Mereka berdua janjian ketemu di café milik Irfan. Alfa datang duluan karena lumayan dekat dari apartemennya, tidak lama kemudian Rian sampai. Mereka duduk Bersama dan berhadapan, Alfa terlihat banyak fikiran.


“Kamu udah makan belum sana pesan makanan..” perintah Rian.


“Belum Pa..”


Alfa segera beranjak ke meja kasir memesan makanan dan kembali karena nanti pesanannya akan diantarkan ke meja. Sambil menunggu makanan datang Rian tanpa basa basi langsung menanyakan  terkait Syabil.


“Ada masalah apa kalian ?” tanya Rian.


Alfa masih diam belum mau menjawab,


“Alfa..”


Rian mendengarkan dengan serius tapi sesekali dia menahan tawa melihat ekspresi putranya, begitu polos. Setelah Alfa selesai bicara sekarang gantian Rian yang berbicara,


“Terus kamu tau kenapa kamu begitu marah ?” tanya Rian.


Alfa hanya diam, dia masih belum pasti dengan perasaannya


sendiri.


“Kamu nggak mau liat mereka Bersama, kamu nggak mau melihat Syabil dekat dengan cowok lain selain kamu itu namanya cemburu, masak kamu nggak faham sih nak ?”


“Masak sih Pa ?”


“Iya keliatan banget.. itu tandanya kamu sudah cinta sama istri kamu..” kata Rian dengan tersenyum.


Alfa mulai mencerna perkataan Papanya, sama seperti apa yang dikatakan oleh Andi, mungkinkah begitu jika dia cinta dengan Syabil sebagai seorang wanita dan istri. Rian berencana mengajak Alfa pulang untuk berbicara dengan Syabil, tapi mereka makan terlebih dahulu karena Alfa belum sarapan dari tadi.


Dilain sisi Syabil yang pergi ke supermarket untuk menemani Mama mertuanya belanja sangat bersemangat, karena dia bias sekalian survey harga kebutuhan makanan untuk dirumah.


“Kamu nggak sekalian beli Bil ?” tanya Fira.

__ADS_1


“Nggak Ma, nanti aja deh.. “ jawab Syabil sambal tangannya menggandeng Ari.


“Hmm, yaudah kalau gitu, kirain kamu sekalian belanja, nanti tinggal dibawa pulang..”


Syabil hanya tersenyum dan sesekali mengayun-ayunkan tangan Ari yang keliatan begitu senang diajak masuk supermarket, mungkin karena ramai dan tempatnya begitu luas.


Fira dan Syabil cukup lama di supermarket karena belanjaan mereka banyak, sekalian Fira mengajak menantunya itu melihat pakaian di Mall yang jadi satu dengan supermarket itu. Mereka akan membelikan baju baru untuk Ari yang baju-bajunya sudah mulai tidak muat dipakai karena pertumbuhannya yang cepat.


Setelah puas belanja mereka istirahat sejenak di foodcourt sambil nyemil. Fira memberanikan diri untuk bertanya tentang masalah Syabil dan Alfa.


“Bila.. Mama boleh tanya sesuatu ?” tanya Fira.


“Iya Ma, tanya aja..”


“Kamua ada masalah apa sama Alfa kok sampai pulang kerumah ?” tanya Fira.


Syabil tampak diam, dia sebenarnya tidak mau menjawab, tapi kalau dia tidak menjawab pertanyaan mertuanya nantinya malah dikiranya dia menutupi yang sebenarnya.


“Cerita aja Bil, mungkin aja Mama bisa kasih solusi..” bujuk Fira lagi.


Syabil sempat malu tapi akhirya dia cerita juga, dia menceritakan dari saat kemunculan indra, saat belanja di supermarket dekat rumah, saat di gazebo yang bikin Alfa marah dan mendiamkannya. Fira mendengarkan dengan menahan tawanya, dia sekarang tau apa yang sedang terjadi. Tidak menyangka anak sulungnya bisa cemburu, tapi itu juga memberikan pertanda bagus, yang artinya Alfa sudah mulai suka dengan istrinya.


“Ma kok ketawa ?” tanya Syabil heran karena Mama mertuanya itu tertawa.


“Hehe nggak apa-apa Bil, kamu tau nggak itu artinya apa ?”


Syabil hanya geleng-geleng tidak faham,


“Mama kasih tau deh, itu artinya Alfa cemburu ssama kamu dan Indra..” kata Fira sambil tersenyum penuh arti.


“Masak sih Ma.. nggak mungkin deh Alfa kayak gitu, sikapnya aja cuek banget..”


“Iya Bil, percaya deh sama Mama.. Mama udah tau Alfa itu kayak gimana orangnya..”


Mendengar penuturan dari Mama mertuanya yang meyakinkan membuat Syabil tersenyum senang, dia tidak menyangka jika Alfa punya perasaan dengannya.


“Terus kamu gimana Nak ?”


“Maksudnya Ma ?” tanya Syabil yang masih belum mengerti.


“Perasaan kamu sama Alfa bagaimana ?” tanya Fira dengan tersenyum menggoda.


Tanpa sadar wajah Syabil memerah, dia hanya bisatersenyum dan menunduk. Tanpa dijawab Fira langsung faham, dia senang akhirnya perjodohannya tidak sia-sia. Setelah selesai istirahat mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


* To Be Continue \~


__ADS_2