
Disuatu restoran Rian bertemu dengan asistennya yang bernama Randi di sebuah cafe. Randi teman Fira sewaktu kuliah dan setelah selesai magang di perusahaan Rian dia langsung bekerja disana.
“Maaf ya Mas hari libur gini manggil kamu keluar..” kata Randi.
“Nggak apa-apa Ran, kebetulan aja pengen sekalian keluar juga..” jawab Rian dengan santai.
“Aku nggak nyangka kalau kamu ngajak Fira juga..”
“Bagaimana kabar kamu Ran ? udah lama ya kita nggak ketemu..” tanya Fira yang antusias.
“Alhamdulillah baik Fir…”
“Alhamdulillah.. istri sama anak kamu kok nggak diajak ?” tanya Fira.
“Enggak Fir, mereka lagi pada nyantai dirumah..”
“Oh iya, anak kamu sekarang umur berapa Ran ? terakhir ketemu masih kecil dulu..” tanya Fira.
“Sekitar 16 tahun Fir, udah kelas 1 SMA..” jawab Randi.
“Wah udah besar ya.. kapan-kapan kamu mampir ya ke rumah kami..” kata Fira.
“Iya Fir nanti kapan-kapan kami main ke rumah kalian..” jawab Randi dengan tersenyum
Fira dan Randi keenakan ngomong sendiri, Rian yang merasa di cuekin langsung bereaksi.
“Ehm dicuekin nih aku ceritanya..”
Fira dan Randi langsung berhenti ngobrol dan menoleh kearah Rian lalu tertawa.
“Haha udah tua juga masih cemburu aja kamu Mas Rian…” canda Randi.
“Iya nih, ingat umur.. anak udah besar juga..” timpal Fira.
“Biarin, jadi ceritanya ada apa nih Randi ?” tanya Rian.
“Jadi begini...”
Rian dan Randi kemudian membahas permasalahan mereka, sedangkan Fira hanya menyimak sambil menemani si kecil Ari bermain dengan tablet yang dibawanya dari rumah. Fira sengaja membawa tablet supaya Ari bisa tenang dan tidak bermain kemana-mana.
Setengah jam berlalu, meeting dadakan Rian dan Randi selesai, Fira segera mengajak suaminya pulang, karena dia khawatir dengna Alfa dan Syabil.
“Mas balik yuk! aku kepikiran Alfa sama Syabil di rumah..” Ajak Fira.
“Oh iya ya, sampai lupa aku sama meraka..” Rian baru ingat anak dan menantunya di rumah.
“Emang ada apa sama mereka ?” tanya Randi penasaran.
Randi merupakan salah satu orang yang sudah tau tentang pernikahan Alfa dan Syabil dari Rian.
__ADS_1
“Itu berantem mereka, terus si Syabil kerumah kita lalu Alfanya nyusul. Ini tadi kita tinggal masih diem-dieman..” jawab Fira.
“Oh biasa anak muda, nanti pasti juga baikan..”
“Iya semoga aja gitu, ini niat kita keluar tadi juga sekalian biar mereka bisa baikan lagi..” terang Rian.
“Berarti aku manggilnya disaat yang tepat ya..haha..” canda Randi.
Rian dan Fira mengangguk tanda setuju disusul tawa dari mereka. setelah selesai urusannya mereka pulang kerumah masing-masing. Selama perjalanan Ari yang duduk sendirian di belakang tertidur, mungkin karena sudah jam tidur siangnya dan capek seharian bermain. Rian fokus menyetir mobil sementara Fira sibuk chatting dengan Icha, ternyata dia memberitahu sabahatnya itu kalau Alfa dan Syabil sedang bertengkar. Tidak disangka Icha langsung menghubungi Fira dengan video call.
“Mas, si Icha langsung ngajak video call habis aku kasih tau kalau Alfa dan Syabil bertengkar..” terang Fira pada suaminya.
“Kamu ini ada-ada aja Ma..” jawab Rian.
Fira langsung menerima panggilan dari Icha, selang beberapa detik terlihat wajah Icha dan ekspresinya seperti orang yang sedang khawatir.
“Assalamu’alaikum..” salam Icha.
“Wa’alaikum salam..” jawab Fira.
“Bagaimana ceritanya Ra ?” tanya Icha langsung.
“Haha kamu khawatir banget sih Cha...” canda Fira.
“Eh jangan-jangan Alfa bikin Syabil sakit hati ya ?” tanya Icha.
“Wah nggak kok Cha, jadi gini ceritanya…”
“Semoga mereka bisa baikan lagi deh ya..” kata Icha.
“Iya Cha, Aamiin.. Eh gimana kabar kamu disana ?” tanya Fira.
“Alhamdulillah baik, ini mas Irfan lagi meeting, aku nunggu di taman dekat tempat meeting..”
“Kenapa nggak ikut aja ?”
“Nggak, enak disini Ra sejuk, haha..” jawab Icha dengan santai.
“Wah dasar ya… hati-hati lho.. yaudah aku udah mau sampai rumah nih, aku tutup dulu ya telefonnya ?” pamit Fira.
“Oke, salam buat Mas Rian dan si kecil Ari…”
“Oke, Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam..”
Rian dan Fira sudah sampai rumah, padahal tadi bilang ke Alfa kalau mereka sampai sore. Ari yang masih tidur langsung digendong oleh Rian masuk ke dalam rumah, Fira meminta Rian untuk membawanya langsung ke kamar Ari, meskipun masih umur 5 tahun tapi dia sudah tidur di kamar sendiri.
Untuk ke kamar mereka melewati kamar Alfa, Fira berhenti di depan kamar Alfa dia ingin melihat bagaimana keadaan anak dan mantunya itu,
__ADS_1
“Ma mau ngapain ?” tanya Rian.
“Kita lihat bentar ya Mas ? aku penasaran takutnya mereka masih marahan..” ajak Fira.
“Haduh kamu ini, biarin aja deh..”
“Tapi aku penasaran..”
Tanpa menunggu persetujuan Rian lagi, Fira pelan-pelan membuka pintu kamar Alfa, tanpa menimbulkan suara dia mengintip ke dalam tidak terdengar ada suara, hening. Rian mau tidak mau ikutan mengintip karena penasaran juga.
Mata mereka melihat sekeliling, saat diarah tempat tidur mereka melihat Alfa dan Syabil sudah tidur sambil berpelukan. Rian dan Fira langsung tersenyum melihatnya, tidak sia-sia mereka meninggalkan keduanya di rumah sendiri.
“Udah yuk, tutup pintunya..” perintah Rian dengan suara pelan.
Fira mengangguk dan menutup pintunya lalu jalan menuju kamar mereka, saking senangnya Fira melingkarkan tangannya di lengan Rian.
“Senangnya kamu Ra…”
“Hehe, habisnya gemas aja sama mereka..”
Rian tersenyum mendengar perkataan istrinya, setelah menidurkan Ari di tempat tidurnya Rian menyusul Fira ke kamar. Fira yang sedang berbaring di tempat tidur melihat kedatangan Rian dengan tersenyum misterius jadi penasaran,
“Kenapa Mas ?” tanya Fira.
Tanpa menjawab Rian langsung ikut berbaring disamping Fira dan memeluknya dari samping. Fira mulai sadar apa yang akan dilakukan oleh Rian,
“Mas mau ngapain ?” tanya Fira.
“Hmm… olahraga siang sepertinya bukan hal buruk..” Rian tersenyum nakal.
Rian melanjutkan aksinya, diciumnya leher Fira dengan lembut sehingga membuat Fira merasa geli. Fira tidak bisa menghindar lagi, suaminya kali ini sedang membutuhkannya. Begitulah Rian dan Fira meskipun sudah tidak muda lagi tapi hubungan mereka sangat harmonis.
Setelah mereka selesai dengan olahraga siangnya, dengan keadaan masih berbaring di tempat tidur Fira membuka percakapan,
“Mas, Alfa sama Syabil gimana ya nanti.. mereka kan masih SMA..”
“Nggak apa-apa Ma, mereka sudah dewasa pasti sudah bisa menentukan mana yang baik dan benar, lagian Alfa juga sudah dewasa dan tidak mungkin melakukannya ketika masih sekolah..” terang Rian yang seolah-olah tau alur pembicaraan istrinya.
“Iya sih, apa kita perlu tambahin peraturan gitu ? buat jaga-jaga..” tanya Fira.
Rian tertawa, dia heran juga ada-ada saja ide istrinya itu,
“Nggak usah lah Ma.. kita serahin saja ke mereka..”
“Hmm.. iya deh Mas..”
Di lain kamar Alfa sudah bangun duluan sedangkan Syabil masih tidur dengan posisi nyaman. Alfa tersenyum memandang wajah istrinya, kemudian dia kecup keningnya. Mumpung Syabil masih tidur Alfa bisa memandang wajah istrinya dengan lekat, dilihatnya bulu mata yang lentik, hidung nya yang kecil, bibirnya yang tipis dan pipinya yang gembul membuatnya ingin selalu mencubitnya. ‘dasar punya istri kayak gini gemesin banget..’ batin Alfa.
To be Continue ~
__ADS_1
Hallo guys, maaf udah lamaaa banget nggak up, Author kala itu masih sibuk dengan urusan lain hehe..
Maaf Banget yaa.. semoga Author bisa konsisten lagi Up ceritanya :)